Showing posts with label dengan. Show all posts
Showing posts with label dengan. Show all posts

Saturday, April 10, 2010

Membicarakan Keuangan dengan Pasangan

Masalah keuangan bisa dimulai bahkan sebelum ikrar sehidup semati datang untuk menyatukan Anda dan si dia. Biaya pernikahan bisa menjadi semacam lubang kecil di antara Anda dan dia yang bisa saja bertambah lebar seiring Anda dan dia menjalin hubungan. Para pakar keuangan sepakat bahwa masalah keuangan pasangan harus dibicarakan serius dan ketika sudah mendapatkan kata dan visi yang sama, sama-sama saling berkomitmen untuk menjalankannya.

Berikut adalah saran yang bisa dilakukan oleh pasangan yang memiliki masalah keuangan di antara mereka:
- Turunkan gengsi dan emosi. Jujurlah dengan pasangan Anda mengenai situasi dan kondisi finansial Anda. Jika sesuatu yang buruk terjadi, dan Anda atau dia kehilangan pemasukan atau tabungan, berarti melanjutkan gaya hidup yang sama sebelum kejadian adalah hal yang tidak realistis. Karenanya, penting untuk masing-masing mengetahui kondisi keuangan pasangannya.

- Jangan mencoba menyelesaikan masalah di tengah-tengah pertengkaran yang sengit. Sisihkan waktu yang nyaman dan tidak riskan untuk Anda dan pasangan agar bisa sama-sama membuka hati dan pikiran membicarakan masalah ini.

- Pelajari tipe keuangan pasangan Anda. Apakah ia tipe penabung atau tipe pebelanja. Ketika masing-masing sudah mengetahui hal ini, maka akan lebih mudah untuk mengatur keuangan dan saling memelajari kecenderungan masing-masing.

- Jangan menyembunyikan pemasukan atau utang apa pun. Keluarkan semua dokumen keuangan, termasuk laporan kredit, pembayaran yang tertunda, polis asuransi, utang, juga dokumen investasi ke meja.

- Saat ingin bertanya atau mengucapkan sesuatu, upayakan tidak dalam kalimat yang menyakitkan. Jangan menuduh dan jangan menyalahkan.

- Jika diperlukan, buatlah satu rekening bersama untuk keperluan sama-sama, keperluan keluarga, dan rumah.

- Putuskan siapa yang bertugas membayar tagihan-tagihan bulanan.

- Kita semua memiliki hobi dan kesukaan yang tak pelak, butuh uang. Penting untuk Anda dan si dia masing-masing memiliki uang untuk melakukan hal yang ia sukai, asalkan bermanfaat. Putuskan pula, apakah penggunaan uang saku tersebut harus dilaporkan ke pasangannya atau tidak.

- Bicarakan gol keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Adalah hal yang baik untuk memiliki gol individual, tapi Anda pun butuh gol keuangan keluarga juga, lho.

- Jangan lupa untuk membicarakan perihal membiayai orangtua masing-masing saat mereka memasuki usia lanjutnya, dan merencanakan keuangan untuk kebutuhan finansial mereka, jika dibutuhkan.

KOMPAS.com

Membicarakan Keuangan dengan Pasangan

Masalah keuangan bisa dimulai bahkan sebelum ikrar sehidup semati datang untuk menyatukan Anda dan si dia. Biaya pernikahan bisa menjadi semacam lubang kecil di antara Anda dan dia yang bisa saja bertambah lebar seiring Anda dan dia menjalin hubungan. Para pakar keuangan sepakat bahwa masalah keuangan pasangan harus dibicarakan serius dan ketika sudah mendapatkan kata dan visi yang sama, sama-sama saling berkomitmen untuk menjalankannya.

Berikut adalah saran yang bisa dilakukan oleh pasangan yang memiliki masalah keuangan di antara mereka:
- Turunkan gengsi dan emosi. Jujurlah dengan pasangan Anda mengenai situasi dan kondisi finansial Anda. Jika sesuatu yang buruk terjadi, dan Anda atau dia kehilangan pemasukan atau tabungan, berarti melanjutkan gaya hidup yang sama sebelum kejadian adalah hal yang tidak realistis. Karenanya, penting untuk masing-masing mengetahui kondisi keuangan pasangannya.

- Jangan mencoba menyelesaikan masalah di tengah-tengah pertengkaran yang sengit. Sisihkan waktu yang nyaman dan tidak riskan untuk Anda dan pasangan agar bisa sama-sama membuka hati dan pikiran membicarakan masalah ini.

- Pelajari tipe keuangan pasangan Anda. Apakah ia tipe penabung atau tipe pebelanja. Ketika masing-masing sudah mengetahui hal ini, maka akan lebih mudah untuk mengatur keuangan dan saling memelajari kecenderungan masing-masing.

- Jangan menyembunyikan pemasukan atau utang apa pun. Keluarkan semua dokumen keuangan, termasuk laporan kredit, pembayaran yang tertunda, polis asuransi, utang, juga dokumen investasi ke meja.

- Saat ingin bertanya atau mengucapkan sesuatu, upayakan tidak dalam kalimat yang menyakitkan. Jangan menuduh dan jangan menyalahkan.

- Jika diperlukan, buatlah satu rekening bersama untuk keperluan sama-sama, keperluan keluarga, dan rumah.

- Putuskan siapa yang bertugas membayar tagihan-tagihan bulanan.

- Kita semua memiliki hobi dan kesukaan yang tak pelak, butuh uang. Penting untuk Anda dan si dia masing-masing memiliki uang untuk melakukan hal yang ia sukai, asalkan bermanfaat. Putuskan pula, apakah penggunaan uang saku tersebut harus dilaporkan ke pasangannya atau tidak.

- Bicarakan gol keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Adalah hal yang baik untuk memiliki gol individual, tapi Anda pun butuh gol keuangan keluarga juga, lho.

- Jangan lupa untuk membicarakan perihal membiayai orangtua masing-masing saat mereka memasuki usia lanjutnya, dan merencanakan keuangan untuk kebutuhan finansial mereka, jika dibutuhkan.

KOMPAS.com

Sunday, April 4, 2010

Melahirkan Lebih Mudah dengan Cara Jongkok

Anda pasti akan menggelengkan kepala saat melihat cara suku pedalaman atau mereka yang jauh dari peradaban melahirkan bayi mereka.
Rata-rata mereka menggunakan cara yang ekstrem untuk melahirkan. Ada yang berdiri, duduk, atau bahkan jongkok. Namun Anda percaya tidak, cara yang mereka lakukan ini ternyata justru mempermudah cara melahirkan.
''Awalnya saya juga merasa bingung saat melihat proses melahirkan seperti itu. Si ibu berdiri dan berpegangan pada sebuah tiang. Tapi setelah saya mengambil pendidikan lagi, ternyata cara mereka ini baik,'' ujar dr Judi Januadi Endjun, SpOG, ahli obstetri dan ginekologi dari RSPAD, dalam talkshow dan senam yophyta yang digelar oleh Anmum Materna di Balai Sudirman, Jakarta, Sabtu (20/2/2010).
Judi mengatakan bahwa cara melahirkan yang paling baik adalah dengan berdiri, jongkok, menungging, atau miring. Cara ini membuat bayi mudah lahir karena mengikuti gaya gravitasi bumi. Ia juga mengatakan, cara yang masih terbilang ekstrem di dalam negeri itu akan mencegah bahaya kematian bayi. Sedangkan melahirkan dengan tidur terlentang justru akan memperlambat proses melahirkan.
''Posisi terlentang akan membuat bayi harus menanjak menuju ke jalan keluar rahim. Jalur rahim menjadi bergelombang,'' ujar Judi pada Kompas Female.
Cara terlentang akan menimbulkan perobekan yang besar pada lubang vagina, yang menyebabkan rahim menekan pembuluh dalam yang menuju jantung pada bayi. Akibatnya, bayi bisa kekurangan oksigen. Tak jarang bayi yang dilahirkan tidak menangis, atau meninggal akibat kekurangan oksigen.
Judi juga menyarankan agar ibu hamil kerap melakukan pekerjaan yang bisa merangsang kerja otot panggul seperti berjalan dan olahraga, agar kelahiran bayi jadi lebih mudah. Sebab sebenarnya, untuk melahirkan kerja ibu untuk mengejan hanya 10 persen dari keseluruhan proses kelahiran. Sedangkan sekitar 90 persennya adalah kerja dari otot panggul yang secara langsung akan mendorong bayi keluar dari rahim saat pembukaan jalur lahir sudah cukup.

KOMPAS.com

Melahirkan Lebih Mudah dengan Cara Jongkok

Anda pasti akan menggelengkan kepala saat melihat cara suku pedalaman atau mereka yang jauh dari peradaban melahirkan bayi mereka.
Rata-rata mereka menggunakan cara yang ekstrem untuk melahirkan. Ada yang berdiri, duduk, atau bahkan jongkok. Namun Anda percaya tidak, cara yang mereka lakukan ini ternyata justru mempermudah cara melahirkan.
''Awalnya saya juga merasa bingung saat melihat proses melahirkan seperti itu. Si ibu berdiri dan berpegangan pada sebuah tiang. Tapi setelah saya mengambil pendidikan lagi, ternyata cara mereka ini baik,'' ujar dr Judi Januadi Endjun, SpOG, ahli obstetri dan ginekologi dari RSPAD, dalam talkshow dan senam yophyta yang digelar oleh Anmum Materna di Balai Sudirman, Jakarta, Sabtu (20/2/2010).
Judi mengatakan bahwa cara melahirkan yang paling baik adalah dengan berdiri, jongkok, menungging, atau miring. Cara ini membuat bayi mudah lahir karena mengikuti gaya gravitasi bumi. Ia juga mengatakan, cara yang masih terbilang ekstrem di dalam negeri itu akan mencegah bahaya kematian bayi. Sedangkan melahirkan dengan tidur terlentang justru akan memperlambat proses melahirkan.
''Posisi terlentang akan membuat bayi harus menanjak menuju ke jalan keluar rahim. Jalur rahim menjadi bergelombang,'' ujar Judi pada Kompas Female.
Cara terlentang akan menimbulkan perobekan yang besar pada lubang vagina, yang menyebabkan rahim menekan pembuluh dalam yang menuju jantung pada bayi. Akibatnya, bayi bisa kekurangan oksigen. Tak jarang bayi yang dilahirkan tidak menangis, atau meninggal akibat kekurangan oksigen.
Judi juga menyarankan agar ibu hamil kerap melakukan pekerjaan yang bisa merangsang kerja otot panggul seperti berjalan dan olahraga, agar kelahiran bayi jadi lebih mudah. Sebab sebenarnya, untuk melahirkan kerja ibu untuk mengejan hanya 10 persen dari keseluruhan proses kelahiran. Sedangkan sekitar 90 persennya adalah kerja dari otot panggul yang secara langsung akan mendorong bayi keluar dari rahim saat pembukaan jalur lahir sudah cukup.

KOMPAS.com

4 Tanda Pria dengan penis kecil

Ukuran penis, bagi para pria adalah persoalan besar. Ukuran, buat mereka akan menunjukkan suatu "supremasi" -khususnya di kalangan mereka sendiri. Ukuran, juga akan menjadi semacam penentu apakah mereka mampu memuaskan pasangan atau tidak.
Anda tentu tak punya semacam metal detector yang bisa mendeteksi, pria mana yang memiliki big size, dan mana yang mempunyai small size. Namun, tanpa detektor pun, kita bisa kok mengetahui apakah seorang pria termasuk "Mr Mini P". Beberapa wanita menyampaikan tanda-tanda menarik berikut, dan coba lihat apakah Anda juga bisa mendeteksinya.

Egonya besar
Pria dengan "mini P" disebut-sebut memiliki ego yang besar, karena seumur hidupnya harus bertahan di tengah-tengah kaum pria yang umumnya dianggap jantan bila memiliki "perangkat yang besar". Oleh karena itu, ia harus menciptakan suatu ilusi bahwa, meskipun miliknya tidak besar, ia lebih berharga daripada emas. Pria seperti ini umumnya memiliki gaya hidup mewah, dengan mobil atau gadget-gadget yang melebihi apa yang dimiliki pria lain dengan ukuran penis rata-rata. Mereka umumnya juga memiliki jaringan pertemanan yang luas.

Juara seks oral
Ini namanya adil. Mr Mini P biasanya tahu bagaimana mengkompensasi ketidakberuntungannya tadi dengan menguasai keahlian lain: lidahnya. Ia mahir sekali bermain dengan lidahnya, dan tak jarang mampu memuaskan pasangannya hanya dengan cara seks oral ini. Namun jika ia mampu menjelajahi segala sudut daerah intim pasangannya, dan membuat pasangannya cukup panas dan siap melanjutkan sesi berikutnya, saat terjadi intercourse si wanita tentu tak akan sadar sebesar apa penis pasangannya.

Tak pernah membahas topik seputar penis
Tentu saja, untuk apa pria seperti ini mengangkat topik obrolan seputar penis, jika kemudian ia harus membuktikan bahwa "perangkatnya" sendiri cukup hebat untuk dibicarakan? Sebaliknya, ia lebih suka menceritakan pengalaman hebat lain, seperti ketika pelipisnya robek saat terlibat tawuran di sekolah, atau betapa ia pernah diganggu hantu ketika sedang lembur di kantor.

Pendek kata, Mr Mini P tak akan pernah bercerita seputar penis, karena pria umumnya tidak suka membicarakan hal-hal yang mengganggu mereka. Hal ini tentu berbeda dengan kita, yang dengan santainya akan mengatakan pada teman-teman di kantor, "Ah, dada gue tipis begini, pakai push up bra juga enggak nolong!"

Prinsipnya, "Size doesn't matter"
Mr Mini P biasanya akan mulai melontarkan konsep bahwa "size doesn't matter". Sesuatu yang kecil sebaiknya jangan dijadikan patokan, begitu menurutnya. Katanya sih, justru karena ia sadar bahwa "his size does matter", ia berusaha bertahan dengan berusaha mengubah pemikiran para wanita yang kebetulan belum pernah bertemu Mr Maxi P. Ia akan mengatakan, "Bukan ukuran kapalnya yang penting, tetapi bagaimana gerakannya di laut?" Hm... Anda tahu kan, bagaimana terjemahan analogi ini dalam urusan Mr P-nya?

KOMPAS.com

4 Tanda Pria dengan penis kecil

Ukuran penis, bagi para pria adalah persoalan besar. Ukuran, buat mereka akan menunjukkan suatu "supremasi" -khususnya di kalangan mereka sendiri. Ukuran, juga akan menjadi semacam penentu apakah mereka mampu memuaskan pasangan atau tidak.
Anda tentu tak punya semacam metal detector yang bisa mendeteksi, pria mana yang memiliki big size, dan mana yang mempunyai small size. Namun, tanpa detektor pun, kita bisa kok mengetahui apakah seorang pria termasuk "Mr Mini P". Beberapa wanita menyampaikan tanda-tanda menarik berikut, dan coba lihat apakah Anda juga bisa mendeteksinya.

Egonya besar
Pria dengan "mini P" disebut-sebut memiliki ego yang besar, karena seumur hidupnya harus bertahan di tengah-tengah kaum pria yang umumnya dianggap jantan bila memiliki "perangkat yang besar". Oleh karena itu, ia harus menciptakan suatu ilusi bahwa, meskipun miliknya tidak besar, ia lebih berharga daripada emas. Pria seperti ini umumnya memiliki gaya hidup mewah, dengan mobil atau gadget-gadget yang melebihi apa yang dimiliki pria lain dengan ukuran penis rata-rata. Mereka umumnya juga memiliki jaringan pertemanan yang luas.

Juara seks oral
Ini namanya adil. Mr Mini P biasanya tahu bagaimana mengkompensasi ketidakberuntungannya tadi dengan menguasai keahlian lain: lidahnya. Ia mahir sekali bermain dengan lidahnya, dan tak jarang mampu memuaskan pasangannya hanya dengan cara seks oral ini. Namun jika ia mampu menjelajahi segala sudut daerah intim pasangannya, dan membuat pasangannya cukup panas dan siap melanjutkan sesi berikutnya, saat terjadi intercourse si wanita tentu tak akan sadar sebesar apa penis pasangannya.

Tak pernah membahas topik seputar penis
Tentu saja, untuk apa pria seperti ini mengangkat topik obrolan seputar penis, jika kemudian ia harus membuktikan bahwa "perangkatnya" sendiri cukup hebat untuk dibicarakan? Sebaliknya, ia lebih suka menceritakan pengalaman hebat lain, seperti ketika pelipisnya robek saat terlibat tawuran di sekolah, atau betapa ia pernah diganggu hantu ketika sedang lembur di kantor.

Pendek kata, Mr Mini P tak akan pernah bercerita seputar penis, karena pria umumnya tidak suka membicarakan hal-hal yang mengganggu mereka. Hal ini tentu berbeda dengan kita, yang dengan santainya akan mengatakan pada teman-teman di kantor, "Ah, dada gue tipis begini, pakai push up bra juga enggak nolong!"

Prinsipnya, "Size doesn't matter"
Mr Mini P biasanya akan mulai melontarkan konsep bahwa "size doesn't matter". Sesuatu yang kecil sebaiknya jangan dijadikan patokan, begitu menurutnya. Katanya sih, justru karena ia sadar bahwa "his size does matter", ia berusaha bertahan dengan berusaha mengubah pemikiran para wanita yang kebetulan belum pernah bertemu Mr Maxi P. Ia akan mengatakan, "Bukan ukuran kapalnya yang penting, tetapi bagaimana gerakannya di laut?" Hm... Anda tahu kan, bagaimana terjemahan analogi ini dalam urusan Mr P-nya?

KOMPAS.com

Hati-hati dengan Seks Oral

BANYAK yang mengatakan seks oral merupakan aktivitas paling aman dibandingkan jenis hubungan intim lainnya. Bagi pasangan yang tidak terikat, seks oral kerap dijadikan pilihan karena tidak akan mengakibatkan kehamilan. Tapi, apakah kegiatan seks oral benar-benar aman, terutama dari risiko terkena penyakit menular seksual ?

Bagi kebanyakan pasangan, seks oral biasanya dilakukan sebagai bagian dari pemanasan atau foreplay.  Kaum lelaki banyak yang menyukai aktivitas ini sebab oral seks mampu membakar fantasi mereka dalam meraih kepuasan.  Pria biasanya merasakan kenikmatan yang lebih tinggi dalam menerima maupun memberikan seks oral. Dari beberapa penelitian, para pria mengaku lebih sering menginginkan oral seks dibandingkan dengan wanita.

Konsultan seks, dr Ferryal Loetan, ASC&T, MMR, SpRM, M.Kes, menilai oral seks sebaiknya dilakukan secara hati-hati. Oral seks yang dilakukan wanita terhadap pria memungkinkan terjadinya penularan penyakit, begitu juga aktifitas oral seks yang dilakukan pria terhadap wanita.

"Di dalam mulut terdapat banyak air liur yang dapat menularkan penyakit. Sebab di dalam air liur manusia, terdapat beberapa kuman dan bakteri. Demikian pula dengan berbagai macam jamur, yang biasa menempel di tubuh manusia. Ketiganya bisa mengakibatkan penyakit saat kita melakukan oral seks," kata Ferryal.

Bahaya akan mengancam bila oral seks dilakukan tanpa hati-hati dan tanpa menjaga kebersihan tubuh. Bila yang menerima oral seks mengidap penyakit, mereka dapat menularkannya kepada yang memberi oral dan begitu pula sebaliknya.

Misalnya, mulut dan bibir yang mengalami pecah-pecah dapat mengundang risiko tertularnya penyakit kepada penerima oral dari pemberi oral. Penyakit lain yang dapat ditularkan melalui oral di antaranya, klamidia, herpes genitalis, gonore, hepatitis B, HIV dan kutil pada alat kelamin (HPV).

Jika anda menyukai seks oral dan tak bisa mengubah kebiasaan ini, maka yang  wajib diperhatikan adalah menjaga kesehatan dan kebersihan alat-alat genital Anda  Dengan begitu, tanda-tanda umum penyakit yang berhubungan dengan gejala awal PMS dapat diketahui lebih dini.

Jalan satu-satunya bila Anda tetap ingin melakukan oral seks dengan cara fellatio (seks oral terhadap organ lelaki), adalah menggunakan kondom tanpa pelumas (atau hilangkan pelumasnya). Sedangkan untuk melakukan cunnilingus (seks oral terhadap organ kewanitaan), pasangan Anda harus menggunakan pelindung terhadap gigi.  Alat ini berupa selembar lateks persegi yang diletakkan di atas vulva untuk menghindari  kontak langsung atau pertukaran cairan tubuh.

Hati-hati dengan Seks Oral

BANYAK yang mengatakan seks oral merupakan aktivitas paling aman dibandingkan jenis hubungan intim lainnya. Bagi pasangan yang tidak terikat, seks oral kerap dijadikan pilihan karena tidak akan mengakibatkan kehamilan. Tapi, apakah kegiatan seks oral benar-benar aman, terutama dari risiko terkena penyakit menular seksual ?

Bagi kebanyakan pasangan, seks oral biasanya dilakukan sebagai bagian dari pemanasan atau foreplay.  Kaum lelaki banyak yang menyukai aktivitas ini sebab oral seks mampu membakar fantasi mereka dalam meraih kepuasan.  Pria biasanya merasakan kenikmatan yang lebih tinggi dalam menerima maupun memberikan seks oral. Dari beberapa penelitian, para pria mengaku lebih sering menginginkan oral seks dibandingkan dengan wanita.

Konsultan seks, dr Ferryal Loetan, ASC&T, MMR, SpRM, M.Kes, menilai oral seks sebaiknya dilakukan secara hati-hati. Oral seks yang dilakukan wanita terhadap pria memungkinkan terjadinya penularan penyakit, begitu juga aktifitas oral seks yang dilakukan pria terhadap wanita.

"Di dalam mulut terdapat banyak air liur yang dapat menularkan penyakit. Sebab di dalam air liur manusia, terdapat beberapa kuman dan bakteri. Demikian pula dengan berbagai macam jamur, yang biasa menempel di tubuh manusia. Ketiganya bisa mengakibatkan penyakit saat kita melakukan oral seks," kata Ferryal.

Bahaya akan mengancam bila oral seks dilakukan tanpa hati-hati dan tanpa menjaga kebersihan tubuh. Bila yang menerima oral seks mengidap penyakit, mereka dapat menularkannya kepada yang memberi oral dan begitu pula sebaliknya.

Misalnya, mulut dan bibir yang mengalami pecah-pecah dapat mengundang risiko tertularnya penyakit kepada penerima oral dari pemberi oral. Penyakit lain yang dapat ditularkan melalui oral di antaranya, klamidia, herpes genitalis, gonore, hepatitis B, HIV dan kutil pada alat kelamin (HPV).

Jika anda menyukai seks oral dan tak bisa mengubah kebiasaan ini, maka yang  wajib diperhatikan adalah menjaga kesehatan dan kebersihan alat-alat genital Anda  Dengan begitu, tanda-tanda umum penyakit yang berhubungan dengan gejala awal PMS dapat diketahui lebih dini.

Jalan satu-satunya bila Anda tetap ingin melakukan oral seks dengan cara fellatio (seks oral terhadap organ lelaki), adalah menggunakan kondom tanpa pelumas (atau hilangkan pelumasnya). Sedangkan untuk melakukan cunnilingus (seks oral terhadap organ kewanitaan), pasangan Anda harus menggunakan pelindung terhadap gigi.  Alat ini berupa selembar lateks persegi yang diletakkan di atas vulva untuk menghindari  kontak langsung atau pertukaran cairan tubuh.

Wednesday, March 31, 2010

Tuntun Pasangan Raih Orgasme dengan Ngobrol

diam seribu bahasa bukanlah strategi tepat bagi Anda dan pasangan saat menjalani sesi percintaan. Komunikasi tetap dibutuhkan untuk mengetahui keinginan seks tersembunyi dari masing-masing pasangan.

Komunikasi memang sangat penting dalam sebuah ajang pertempuran. Di mana Anda bisa memberikan pelayanan terbaik untuk membuatnya cepat terangsang hingga me menuju puncak kenikmatan seks (orgasme). Dan sebaliknya juga pasangan bisa mengetahui gaya atau posisi bercinta terfavorit.


Jadi yang perlu Anda ingat, sebaiknya Anda jangan berharap menjadi seorang yang pandai membaca pikiran pasangan. Sebab seks bisa menjadi magis, tapi bukan berarti Anda memiliki mukzijat membaca pikiran pasangan ketika di ranjang.

Masing-masing pasangan harus bisa menjaga sikap toleransi. Tidak selalu ketidakpuasan bercinta menjadi kesalahan dari pihak pria, tapi bisa jadi karena teknik yang dilakukan tidak cocok dengan kondisi Anda saat itu. Bahkan tak menutup kemungkinan, kesalahan dari pihak wanita pun juga punya andil besar. Kecemasan, stres, atau rasa tidak bahagia dengan pasangan bisa menjadi pemicu respons seksual terblokir. Demikian yang ditulis The Sun, Kamis (1/4/2010).

Tenang, hal ini dapat diatasi bersama jika masing-masing pasangan memiliki kesabaran, dan dapat saling membujuk untuk memercayai adegan favorit mereka berdua selama sesi bercinta. Bila ingin lebih terjadwal, Anda bisa ngobrol dahulu sebelum menerima ajakan bercinta pasangan. Mungkin Anda bisa mengambil waktu sekira 30 menit sebelum merasa benar-benar siap untuk berhubungan intim dengan pasangan.
 
okezone.com

Tuntun Pasangan Raih Orgasme dengan Ngobrol

diam seribu bahasa bukanlah strategi tepat bagi Anda dan pasangan saat menjalani sesi percintaan. Komunikasi tetap dibutuhkan untuk mengetahui keinginan seks tersembunyi dari masing-masing pasangan.

Komunikasi memang sangat penting dalam sebuah ajang pertempuran. Di mana Anda bisa memberikan pelayanan terbaik untuk membuatnya cepat terangsang hingga me menuju puncak kenikmatan seks (orgasme). Dan sebaliknya juga pasangan bisa mengetahui gaya atau posisi bercinta terfavorit.


Jadi yang perlu Anda ingat, sebaiknya Anda jangan berharap menjadi seorang yang pandai membaca pikiran pasangan. Sebab seks bisa menjadi magis, tapi bukan berarti Anda memiliki mukzijat membaca pikiran pasangan ketika di ranjang.

Masing-masing pasangan harus bisa menjaga sikap toleransi. Tidak selalu ketidakpuasan bercinta menjadi kesalahan dari pihak pria, tapi bisa jadi karena teknik yang dilakukan tidak cocok dengan kondisi Anda saat itu. Bahkan tak menutup kemungkinan, kesalahan dari pihak wanita pun juga punya andil besar. Kecemasan, stres, atau rasa tidak bahagia dengan pasangan bisa menjadi pemicu respons seksual terblokir. Demikian yang ditulis The Sun, Kamis (1/4/2010).

Tenang, hal ini dapat diatasi bersama jika masing-masing pasangan memiliki kesabaran, dan dapat saling membujuk untuk memercayai adegan favorit mereka berdua selama sesi bercinta. Bila ingin lebih terjadwal, Anda bisa ngobrol dahulu sebelum menerima ajakan bercinta pasangan. Mungkin Anda bisa mengambil waktu sekira 30 menit sebelum merasa benar-benar siap untuk berhubungan intim dengan pasangan.
 
okezone.com

6 Alasan Perempuan Bereksperimen dengan Perempuan

"I kissed a girl and I liked it/ The taste of her cherry chapstick/ I kissed a girl just to try it/ I hope my boyfriend don't mind it/ It felt so wrong/ It felt so right/ Don't mean I'm in love tonight/ I kissed a girl and I liked it/ I liked it..."
Masih ingat kan, dengan lagu milik Katy Perry ini? Lagu itu menceritakan seorang perempuan yang bereksperimen dengan perempuan lain. Ia merasa bersalah dan berharap pacarnya (pria, tentunya) tak keberatan dengan eksperimennya karena ia menyukainya.
Anda tentu juga masih ingat adegan ketika Madonna dan Britney Spears berciuman dalam acara MTV Video Music Awards 2003. Atau ketika Sandra Bullock mencium Meryl Streep saat menerima penghargaan Best Actress pada ajang Critics' Choice Awards Januari lalu. Ciuman ini terjadi karena Sandra begitu dipenuhi kebahagiaan saat itu dan mengekspresikannya dengan mencium Meryl (yang tidak menolaknya).
Pemandangan ini menggambarkan betapa ciuman antara dua perempuan tidaklah selalu berkaitan dengan ketertarikan seksual. Seorang perempuan heteroseksual bisa saja merasa begitu nyaman dengan dirinya dan diri teman perempuannya sehingga mampu mengungkapkan perasaan sayang secara intim.
Meskipun demikian, tak dapat dimungkiri bahwa banyak perempuan yang merasakan ketertarikan seksual pada rekan perempuannya. Hal inilah yang mendorong mereka melakukan eksperimen satu sama lain. Hasil dari eksperimen semacam itu adalah, ada perempuan yang lalu menyadari bahwa dirinya bukanlah lesbian, ada pula yang makin yakin bahwa dirinya penyuka sesama jenis.
"Kebanyakan perempuan umumnya mendapat pengalaman seksual dengan sesama jenis satu atau dua kali dalam hidup mereka. Tetapi mereka tidak menganggap diri mereka lesbian, hanya ingin tahu saja," ujar Suzi Godson, pakar seks dan hubungan di The Times dan penulis The Sex Book.
Ada beberapa hal yang mendasari mengapa perempuan ingin bereksperimen dengan perempuan lain:
1. Untuk merasakan sesuatu yang berbeda
Hal ini cenderung sulit dijelaskan karena sering kali bukan ketertarikan seksual yang dirasakan. Ketika melihat perempuan lain yang cantik, pintar, dan wangi, seperti apa ya rasanya berdekatan dengan dia? Mengapa pria begitu terobsesi dengan payudara perempuan? Apa yang dirasakannya saat bersentuhan dengan titik sensitif perempuan tersebut? Apabila perempuan bisa mengagumi keindahan tubuh perempuan lain, bukankah itu berarti lebih mudah pula memberikan dan merasakan sentuhannya?
2. "Nyambung" secara emosional dan verbal
Tentu Anda tahu bahwa pria sering kali sulit memahami wanita. Oleh karena itu, eksperimen dengan sesama perempuan sering kali berangkat dari kemampuan perempuan saling memahami bahasa verbal mereka. Perempuan bisa terbuka dan berbicara sejujur-jujurnya. Bukankah sebenarnya ini kunci dari hubungan seks yang baik?

3. Mengobati sakit hati
Ketika baru berpisah dengan pasangannya, perempuan tentu tetap merasakan saat-saat horny. Selain sedang tak punya pasangan (pria), perempuan mungkin juga sedang tak ingin terlibat dengan pria. Maka, ia pun akan mencoba melakukannya bersama sesama perempuan, entah itu teman lama atau teman yang baru dikenal. Bagaimanapun juga, dalam seks juga ada unsur kehangatan yang didapatkan sehingga perempuan merasa didampingi seseorang yang berpihak kepadanya.
4. Lebih lembut
Perempuan memiliki bibir yang lebih lembut dan mencium dengan lembut pula. Hal ini yang membedakan dengan pria. Ketika merasa bernafsu, pria cenderung mencium terlalu "bersemangat".  Mereka juga selalu melibatkan air liur terlalu banyak saat mencium.
5. Perempuan lebih pintar seks oral
Pria sering kali tidak tahu mana bagian yang menyenangkan untuk disentuh, terutama di area vagina. Perempuan, di pihak lain, tentu tahu hal ini dan tahu bagaimana menyenangkan perempuan lainnya saat bereksperimen dengan seks oral. Lagi pula, tidak ada kumis yang baru dicukur sehingga terasa kasar saat menyentuh area tersebut.
6. Tidak jorok
Perempuan senang melakukannya di tempat yang bersih, dengan seprai yang baru diganti. Ketika ingin buang angin, perempuan tentu akan keluar dari kamar atau setidaknya menyingkir. Pria justru sebaliknya, cenderung buang angin sembarangan dan menganggapnya lucu.

6 Alasan Perempuan Bereksperimen dengan Perempuan

"I kissed a girl and I liked it/ The taste of her cherry chapstick/ I kissed a girl just to try it/ I hope my boyfriend don't mind it/ It felt so wrong/ It felt so right/ Don't mean I'm in love tonight/ I kissed a girl and I liked it/ I liked it..."
Masih ingat kan, dengan lagu milik Katy Perry ini? Lagu itu menceritakan seorang perempuan yang bereksperimen dengan perempuan lain. Ia merasa bersalah dan berharap pacarnya (pria, tentunya) tak keberatan dengan eksperimennya karena ia menyukainya.
Anda tentu juga masih ingat adegan ketika Madonna dan Britney Spears berciuman dalam acara MTV Video Music Awards 2003. Atau ketika Sandra Bullock mencium Meryl Streep saat menerima penghargaan Best Actress pada ajang Critics' Choice Awards Januari lalu. Ciuman ini terjadi karena Sandra begitu dipenuhi kebahagiaan saat itu dan mengekspresikannya dengan mencium Meryl (yang tidak menolaknya).
Pemandangan ini menggambarkan betapa ciuman antara dua perempuan tidaklah selalu berkaitan dengan ketertarikan seksual. Seorang perempuan heteroseksual bisa saja merasa begitu nyaman dengan dirinya dan diri teman perempuannya sehingga mampu mengungkapkan perasaan sayang secara intim.
Meskipun demikian, tak dapat dimungkiri bahwa banyak perempuan yang merasakan ketertarikan seksual pada rekan perempuannya. Hal inilah yang mendorong mereka melakukan eksperimen satu sama lain. Hasil dari eksperimen semacam itu adalah, ada perempuan yang lalu menyadari bahwa dirinya bukanlah lesbian, ada pula yang makin yakin bahwa dirinya penyuka sesama jenis.
"Kebanyakan perempuan umumnya mendapat pengalaman seksual dengan sesama jenis satu atau dua kali dalam hidup mereka. Tetapi mereka tidak menganggap diri mereka lesbian, hanya ingin tahu saja," ujar Suzi Godson, pakar seks dan hubungan di The Times dan penulis The Sex Book.
Ada beberapa hal yang mendasari mengapa perempuan ingin bereksperimen dengan perempuan lain:
1. Untuk merasakan sesuatu yang berbeda
Hal ini cenderung sulit dijelaskan karena sering kali bukan ketertarikan seksual yang dirasakan. Ketika melihat perempuan lain yang cantik, pintar, dan wangi, seperti apa ya rasanya berdekatan dengan dia? Mengapa pria begitu terobsesi dengan payudara perempuan? Apa yang dirasakannya saat bersentuhan dengan titik sensitif perempuan tersebut? Apabila perempuan bisa mengagumi keindahan tubuh perempuan lain, bukankah itu berarti lebih mudah pula memberikan dan merasakan sentuhannya?
2. "Nyambung" secara emosional dan verbal
Tentu Anda tahu bahwa pria sering kali sulit memahami wanita. Oleh karena itu, eksperimen dengan sesama perempuan sering kali berangkat dari kemampuan perempuan saling memahami bahasa verbal mereka. Perempuan bisa terbuka dan berbicara sejujur-jujurnya. Bukankah sebenarnya ini kunci dari hubungan seks yang baik?

3. Mengobati sakit hati
Ketika baru berpisah dengan pasangannya, perempuan tentu tetap merasakan saat-saat horny. Selain sedang tak punya pasangan (pria), perempuan mungkin juga sedang tak ingin terlibat dengan pria. Maka, ia pun akan mencoba melakukannya bersama sesama perempuan, entah itu teman lama atau teman yang baru dikenal. Bagaimanapun juga, dalam seks juga ada unsur kehangatan yang didapatkan sehingga perempuan merasa didampingi seseorang yang berpihak kepadanya.
4. Lebih lembut
Perempuan memiliki bibir yang lebih lembut dan mencium dengan lembut pula. Hal ini yang membedakan dengan pria. Ketika merasa bernafsu, pria cenderung mencium terlalu "bersemangat".  Mereka juga selalu melibatkan air liur terlalu banyak saat mencium.
5. Perempuan lebih pintar seks oral
Pria sering kali tidak tahu mana bagian yang menyenangkan untuk disentuh, terutama di area vagina. Perempuan, di pihak lain, tentu tahu hal ini dan tahu bagaimana menyenangkan perempuan lainnya saat bereksperimen dengan seks oral. Lagi pula, tidak ada kumis yang baru dicukur sehingga terasa kasar saat menyentuh area tersebut.
6. Tidak jorok
Perempuan senang melakukannya di tempat yang bersih, dengan seprai yang baru diganti. Ketika ingin buang angin, perempuan tentu akan keluar dari kamar atau setidaknya menyingkir. Pria justru sebaliknya, cenderung buang angin sembarangan dan menganggapnya lucu.

Thursday, March 25, 2010

Menghindari Sitting Disease dengan Langkah Mudah

KOMPAS.com - Penyakit terlalu banyak duduk (sitting disease) ini merupakan satu jenis "tren" baru bagi mereka yang memiliki gaya hidup minim aktivitas atau olahraga. Meski rasanya tak ada yang salah dalam menjalankan kebiasaan ini, namun sebuah riset terbaru mengatakan bahwa ketika tubuh jarang bergerak, maka risiko terkena penyakit jantung, diabetes, kanker, dan obesitas pun melonjak. Di bulan Januari tahun ini, para ahli dari Inggris menemukan adanya hubungan antara terlalu lama duduk dengan peningkatan risiko terkena penyakit. Di saat yang berdekatan pula, para peneliti dari Australia mengatakan, bahwa setiap satu jam kita duduk di depan televisi, bisa meningkatkan 18 persen kemungkinan terkena penyakit kardiovaskuler.

Berikut adalah beberapa hal kecil yang bisa Anda lakukan untuk menghindari sitting disease ini.

Aktivitas selain berolahraga. Levine merekomendasikan untuk Anda yang tak memiliki waktu untuk berlatih fisik setiap harinya untuk melakukan kegiatan fisik yang bukan olahraga berat. Aktivitas ini ia beri nama nonexercise activity thermogenesis (NEAT). Yang termasuk dalam kegiatan ini antara lain; peregangan, menekuk lutut, memutar pinggang, dan lainnya. Cobalah untuk menargetkan diri melakukan kegiatan ini sepuluh menit dalam setiap jam. Apa yang diminta dari NEAT adalah untuk Anda melakukan kegiatan fisik yang tak perlu mengeluarkan uang. Ini sangat baik untuk mereka yang beralasan tak memiliki uang dan waktu untuk pergi ke pusat kebugaran. Kembangkan aktvitas harian Anda dengan berolahraga, misal, dengan mempercepat langkah saat menuju telepon, tak berkutat lama di depan internet, atau mengajak si kecil berkeliling komplek.

Padukan duduk dan berdiri. Duduk dalam waktu lama tidak sehat untuk manusia, namun berdiri dalam waktu lama pun bisa menimbulkan masalah, seperti punggung sakit dan kaki pegal atau keram. Akan sangat baik untuk mengubah posisi dari duduk ke berdiri dan sebaliknya secara rutin.

Ambil waktu istirahat.
"Kebanyakan orang sudah mengetahui, bahwa jika tubuh kita tidak beraktivitas fisik, maka timbangan berat badan bisa melonjak, namun hal ini tidak menjadi motivasi yang cukup kuat untuk membuat seseorang mulai bergerak," terang ahli kebugaran, Fabio Comana, juru bicara  American Council on Exercise di San Diego. Ia menyarankan untuk mulai memotivasi diri dengan gol kecil. Cobalah untuk melakukan peregangan seluruh bagian tubuh, khususnya otot-otot yang sering keram. Jika Anda melakukan peregangan ini 5-6 kali per hari, Anda akan merasakan perbedaannya.

Jangan malas.
Anggaplah tahun ini adalah tahun sebelum kejayaan internet. Jika Anda ada perlu dengan rekan kerja yang kubikelnya masih ada di lantai yang sama, kunjungilah sesekali. Kurangi pengiriman email yang sebenarnya bisa dilakukan sambil bertatap muka.

Kebiasaan baik. Berdiri menggunakan otot lebih banyak, dan membakar kalori lebih banyak ketimbang duduk. Jadi, latihlah diri Anda untuk berdiri, ketika menerima telepon, misalnya. Gunakan tangga darurat untuk naik atau turun beberapa lantai, kurangi penggunaan lift.

15 menit untuk 2 jam.
Memperlama diri duduk di ruang kerja bisa membuat diri Anda lelah, membuat Anda cenderung mengantuk menjelang jam pulang kantor. Namun, ketika Anda berjalan kaki, sekitar 15 menit di sore hari, Anda akan merasa lebih produktif di jam-jam menjelang pulang kantor.

Pertimbangkan transportasi umum. Amat berbahaya untuk mencoba berolahraga sambil menyetir mobil atau kendaraan pribadi. Namun, ketika Anda menggunakan kendaraan umum ke tempat kerja, Anda bisa berdiri, menggerakkan otot-otot kaki dan tangan, atau turun beberapa meter dari kantor untuk berjalan sejenak menuju kantor. Jika transportasi massal bukan pilihan untuk Anda, carilah tempat parkir yang cukup jauh agar Anda bisa berjalan kaki beberapa menit menuju kantor dan dari kantor ke kendaraan Anda.

Tonton televisi lebih banyak. Ya, Anda tak salah baca, namun jangan senang dulu. Anda boleh menonton televisi dalam waktu lama hanya jika Anda melakukan kegiatan yang cukup mengolah fisik di depannya. Misal, tempatkan treadmill atau sepeda statis di depan televisi. Tak ada alat kebugaran ini? Cobalah berbenah sambil menonton televisi, misal, bersih-bersih daerah di depan televisi. Jangan biarkan diri Anda melemah karena terlalu banyak bersantai. Riset menunjukkan bahwa semakin lama Anda menonton televisi, makin besar pula risiko lingkar pinggang Anda melebar, dan makin tinggi pula risiko Anda terkena penyakit kardiovaskuler.

Menghindari Sitting Disease dengan Langkah Mudah

KOMPAS.com - Penyakit terlalu banyak duduk (sitting disease) ini merupakan satu jenis "tren" baru bagi mereka yang memiliki gaya hidup minim aktivitas atau olahraga. Meski rasanya tak ada yang salah dalam menjalankan kebiasaan ini, namun sebuah riset terbaru mengatakan bahwa ketika tubuh jarang bergerak, maka risiko terkena penyakit jantung, diabetes, kanker, dan obesitas pun melonjak. Di bulan Januari tahun ini, para ahli dari Inggris menemukan adanya hubungan antara terlalu lama duduk dengan peningkatan risiko terkena penyakit. Di saat yang berdekatan pula, para peneliti dari Australia mengatakan, bahwa setiap satu jam kita duduk di depan televisi, bisa meningkatkan 18 persen kemungkinan terkena penyakit kardiovaskuler.

Berikut adalah beberapa hal kecil yang bisa Anda lakukan untuk menghindari sitting disease ini.

Aktivitas selain berolahraga. Levine merekomendasikan untuk Anda yang tak memiliki waktu untuk berlatih fisik setiap harinya untuk melakukan kegiatan fisik yang bukan olahraga berat. Aktivitas ini ia beri nama nonexercise activity thermogenesis (NEAT). Yang termasuk dalam kegiatan ini antara lain; peregangan, menekuk lutut, memutar pinggang, dan lainnya. Cobalah untuk menargetkan diri melakukan kegiatan ini sepuluh menit dalam setiap jam. Apa yang diminta dari NEAT adalah untuk Anda melakukan kegiatan fisik yang tak perlu mengeluarkan uang. Ini sangat baik untuk mereka yang beralasan tak memiliki uang dan waktu untuk pergi ke pusat kebugaran. Kembangkan aktvitas harian Anda dengan berolahraga, misal, dengan mempercepat langkah saat menuju telepon, tak berkutat lama di depan internet, atau mengajak si kecil berkeliling komplek.

Padukan duduk dan berdiri. Duduk dalam waktu lama tidak sehat untuk manusia, namun berdiri dalam waktu lama pun bisa menimbulkan masalah, seperti punggung sakit dan kaki pegal atau keram. Akan sangat baik untuk mengubah posisi dari duduk ke berdiri dan sebaliknya secara rutin.

Ambil waktu istirahat.
"Kebanyakan orang sudah mengetahui, bahwa jika tubuh kita tidak beraktivitas fisik, maka timbangan berat badan bisa melonjak, namun hal ini tidak menjadi motivasi yang cukup kuat untuk membuat seseorang mulai bergerak," terang ahli kebugaran, Fabio Comana, juru bicara  American Council on Exercise di San Diego. Ia menyarankan untuk mulai memotivasi diri dengan gol kecil. Cobalah untuk melakukan peregangan seluruh bagian tubuh, khususnya otot-otot yang sering keram. Jika Anda melakukan peregangan ini 5-6 kali per hari, Anda akan merasakan perbedaannya.

Jangan malas.
Anggaplah tahun ini adalah tahun sebelum kejayaan internet. Jika Anda ada perlu dengan rekan kerja yang kubikelnya masih ada di lantai yang sama, kunjungilah sesekali. Kurangi pengiriman email yang sebenarnya bisa dilakukan sambil bertatap muka.

Kebiasaan baik. Berdiri menggunakan otot lebih banyak, dan membakar kalori lebih banyak ketimbang duduk. Jadi, latihlah diri Anda untuk berdiri, ketika menerima telepon, misalnya. Gunakan tangga darurat untuk naik atau turun beberapa lantai, kurangi penggunaan lift.

15 menit untuk 2 jam.
Memperlama diri duduk di ruang kerja bisa membuat diri Anda lelah, membuat Anda cenderung mengantuk menjelang jam pulang kantor. Namun, ketika Anda berjalan kaki, sekitar 15 menit di sore hari, Anda akan merasa lebih produktif di jam-jam menjelang pulang kantor.

Pertimbangkan transportasi umum. Amat berbahaya untuk mencoba berolahraga sambil menyetir mobil atau kendaraan pribadi. Namun, ketika Anda menggunakan kendaraan umum ke tempat kerja, Anda bisa berdiri, menggerakkan otot-otot kaki dan tangan, atau turun beberapa meter dari kantor untuk berjalan sejenak menuju kantor. Jika transportasi massal bukan pilihan untuk Anda, carilah tempat parkir yang cukup jauh agar Anda bisa berjalan kaki beberapa menit menuju kantor dan dari kantor ke kendaraan Anda.

Tonton televisi lebih banyak. Ya, Anda tak salah baca, namun jangan senang dulu. Anda boleh menonton televisi dalam waktu lama hanya jika Anda melakukan kegiatan yang cukup mengolah fisik di depannya. Misal, tempatkan treadmill atau sepeda statis di depan televisi. Tak ada alat kebugaran ini? Cobalah berbenah sambil menonton televisi, misal, bersih-bersih daerah di depan televisi. Jangan biarkan diri Anda melemah karena terlalu banyak bersantai. Riset menunjukkan bahwa semakin lama Anda menonton televisi, makin besar pula risiko lingkar pinggang Anda melebar, dan makin tinggi pula risiko Anda terkena penyakit kardiovaskuler.

Wednesday, March 24, 2010

Perut Langsing dengan "Hula Hoop"

KOMPAS.com — Gara-gara Michelle Obama bermain hula hoop, permainan ini jadi ngetren lagi. Sang ibu negara ini sudah beberapa kali terlihat asyik memainkan alat tersebut, salah satunya dalam acara Healthy Kids Fair di Gedung Putih, dua minggu lalu.
Ketika muncul sekitar 50 tahun lalu, hula hoop diperkenalkan sebagai mainan anak-anak. Karena itu ketika kita kecil, hula hoop populer di kalangan "anak kampung". Hal ini membuktikan, permainan ini memang sudah begitu memasyarakat.
Seiring makin tingginya kesadaran orang tentang kebugaran, alat ini malah dikenal sebagai properti latihan. Latihan memutar-mutar lingkaran tersebut di sekitar pinggang dianggap sebagai salah satu cara yang menyenangkan untuk merampingkan perut. Di beberapa gym, group exercise class tak hanya menawarkan kelas aerobik atau yoga, tetapi juga hula hoop.

Vicky Lakin, misalnya. Instruktur fitnes ini sudah membuka kelas hula hoop di tiga kota di West Yorkshire, Inggris. Sambutannya ternyata luar biasa. "Saya sudah fully booked. Saya punya jadwal 12 kelas minggu ini," katanya.

Hula hoop digambarkannya sebagai bentuk latihan low impact yang membuat seluruh tubuh bekerja. Tak heran, latihan ini juga digunakan oleh Marisa Tomei untuk membantu membentuk badannya saat harus membintangi film The Wrestler (2008). Hingga sekarang, aktris peraih Oscar ini masih memainkannya beberapa kali seminggu.
"Anda tidak bisa berhenti tersenyum dan tertawa saat ber-hula hoop," katanya.

Hula hoop generasi saat ini dikabarkan juga menggunakan lingkaran yang lebih besar dan lebih berat. Hal itu menyebabkan lingkaran itu tak mudah jatuh. Michelle Obama, misalnya, berhasil memutar sebanyak 142 kali sebelum alat itu akhirnya jatuh.

Apabila Anda tak punya peralatan hula hoop, Anda juga bisa menggunakan gim Wii Fit Hula Hoop dari Nintendo. Permainan ini diklaim bisa membakar 100 kalori dalam 10 menit. Jika Anda memainkannya selama 1 jam, Anda mungkin bisa membakar 400-600 kalori. Mainkan bersama teman-teman sambil mendengarkan musik, pasti Anda tak akan merasa bosan.

Meskipun begitu, beberapa pakar kesehatan ragu bahwa aktivitas ini akan menjadi bagian dari sesi latihan rutin.
"Itu bisa saja menjadi personal tool untuk digunakan sesekali di fitnes, seperti medicine ball," ujar Neal Pire, fisiolog latihan dan anggota American College of Sports Medicine. "Tetapi, sebagai kelas latihan berkelompok, menurut saya akan sulit, karena tidak banyak yang bisa dilakukan dengan alat itu."

Perut Langsing dengan "Hula Hoop"

KOMPAS.com — Gara-gara Michelle Obama bermain hula hoop, permainan ini jadi ngetren lagi. Sang ibu negara ini sudah beberapa kali terlihat asyik memainkan alat tersebut, salah satunya dalam acara Healthy Kids Fair di Gedung Putih, dua minggu lalu.
Ketika muncul sekitar 50 tahun lalu, hula hoop diperkenalkan sebagai mainan anak-anak. Karena itu ketika kita kecil, hula hoop populer di kalangan "anak kampung". Hal ini membuktikan, permainan ini memang sudah begitu memasyarakat.
Seiring makin tingginya kesadaran orang tentang kebugaran, alat ini malah dikenal sebagai properti latihan. Latihan memutar-mutar lingkaran tersebut di sekitar pinggang dianggap sebagai salah satu cara yang menyenangkan untuk merampingkan perut. Di beberapa gym, group exercise class tak hanya menawarkan kelas aerobik atau yoga, tetapi juga hula hoop.

Vicky Lakin, misalnya. Instruktur fitnes ini sudah membuka kelas hula hoop di tiga kota di West Yorkshire, Inggris. Sambutannya ternyata luar biasa. "Saya sudah fully booked. Saya punya jadwal 12 kelas minggu ini," katanya.

Hula hoop digambarkannya sebagai bentuk latihan low impact yang membuat seluruh tubuh bekerja. Tak heran, latihan ini juga digunakan oleh Marisa Tomei untuk membantu membentuk badannya saat harus membintangi film The Wrestler (2008). Hingga sekarang, aktris peraih Oscar ini masih memainkannya beberapa kali seminggu.
"Anda tidak bisa berhenti tersenyum dan tertawa saat ber-hula hoop," katanya.

Hula hoop generasi saat ini dikabarkan juga menggunakan lingkaran yang lebih besar dan lebih berat. Hal itu menyebabkan lingkaran itu tak mudah jatuh. Michelle Obama, misalnya, berhasil memutar sebanyak 142 kali sebelum alat itu akhirnya jatuh.

Apabila Anda tak punya peralatan hula hoop, Anda juga bisa menggunakan gim Wii Fit Hula Hoop dari Nintendo. Permainan ini diklaim bisa membakar 100 kalori dalam 10 menit. Jika Anda memainkannya selama 1 jam, Anda mungkin bisa membakar 400-600 kalori. Mainkan bersama teman-teman sambil mendengarkan musik, pasti Anda tak akan merasa bosan.

Meskipun begitu, beberapa pakar kesehatan ragu bahwa aktivitas ini akan menjadi bagian dari sesi latihan rutin.
"Itu bisa saja menjadi personal tool untuk digunakan sesekali di fitnes, seperti medicine ball," ujar Neal Pire, fisiolog latihan dan anggota American College of Sports Medicine. "Tetapi, sebagai kelas latihan berkelompok, menurut saya akan sulit, karena tidak banyak yang bisa dilakukan dengan alat itu."

5 Gaya dengan Gaun Maksi

KOMPAS.com - Gaun maksi alias gaun panjang menyentuh mata kaki memang sedang tren. Gaun yang rata-rata berpotongan mengikuti bentuk tubuh ini membuat pemakainya terlihat anggun. Corak bunga, paisley, abstrak, hingga garis dengan warna-warna cerah, membuat gaun ini cocok digunakan untuk tampilan non formal dan formal.

Sayangnya, kita seringkali kehabisan akal untuk tampil beda dengan gaun yang sama. Sehingga gaun tersebut akan kita pakai sesekali saja dengan gaya yang sama.

Strategi untuk tampil dengan gaun maksi adalah kreatif mempadupadankan gaun ini. Anda pun tampil beda setiap menggunakan gaun dengan corak yang sama.

1. Tambahkan aksesori
Ikat pinggang akan membentuk lekuk tubuh Anda, karena rata-rata gaun maksi cenderung melebar dari pinggang hingga ke ujung kaki. Sedangkan pashmina bisa digunakan sebagai pemanis saat tampil dengan gaun maksi bermodel backless dan bertali. Cara lain adalah mengenakan kaos atau tank top untuk memodifikasi tampilan gaun agar tidak monoton.

2. Kardigan
Kardigan warna polos dengan model basic (berkancing deret) adalah padanan yang tepat untuk gaun bercorak penuh.

3. Jaket atau cape
Gaun maksi tidak harus tampil secara keseluruhan. Sesekali Anda bisa membentuk kesan layer pada gaun Anda. Caranya? Kenakan jaket berpotongan pendek atau tanpa lengan berbahan jeans atau semi jeans. Suka gaya feminin? Tambahkan saja cape pada bagian luar gaun.

4. Kemeja polos
Siapa bilang gaun maksi tidak cocok dipadu dengan kemeja polos? Kenakan kemeja polos dengan detail kantung di dada. Jangan terpaku mengancingkan keseluruhan kemeja. Cukup ikatkan bagian ujung kemeja membentuk pita. Nah, sekarang Anda tampil lebih kasual.

5. Atasan berwarna gelap dan ikat pinggang
Ingin tampil ke acara formal? Mudah saja. Tambahkan atasan polos berwarna gelap dengan sedikit detail payet. Ikatkan ikat pinggang lebar berwarna kontras dengan warna atasan. Maxidress Anda pun berubah menjadi rok panjang.

5 Gaya dengan Gaun Maksi

KOMPAS.com - Gaun maksi alias gaun panjang menyentuh mata kaki memang sedang tren. Gaun yang rata-rata berpotongan mengikuti bentuk tubuh ini membuat pemakainya terlihat anggun. Corak bunga, paisley, abstrak, hingga garis dengan warna-warna cerah, membuat gaun ini cocok digunakan untuk tampilan non formal dan formal.

Sayangnya, kita seringkali kehabisan akal untuk tampil beda dengan gaun yang sama. Sehingga gaun tersebut akan kita pakai sesekali saja dengan gaya yang sama.

Strategi untuk tampil dengan gaun maksi adalah kreatif mempadupadankan gaun ini. Anda pun tampil beda setiap menggunakan gaun dengan corak yang sama.

1. Tambahkan aksesori
Ikat pinggang akan membentuk lekuk tubuh Anda, karena rata-rata gaun maksi cenderung melebar dari pinggang hingga ke ujung kaki. Sedangkan pashmina bisa digunakan sebagai pemanis saat tampil dengan gaun maksi bermodel backless dan bertali. Cara lain adalah mengenakan kaos atau tank top untuk memodifikasi tampilan gaun agar tidak monoton.

2. Kardigan
Kardigan warna polos dengan model basic (berkancing deret) adalah padanan yang tepat untuk gaun bercorak penuh.

3. Jaket atau cape
Gaun maksi tidak harus tampil secara keseluruhan. Sesekali Anda bisa membentuk kesan layer pada gaun Anda. Caranya? Kenakan jaket berpotongan pendek atau tanpa lengan berbahan jeans atau semi jeans. Suka gaya feminin? Tambahkan saja cape pada bagian luar gaun.

4. Kemeja polos
Siapa bilang gaun maksi tidak cocok dipadu dengan kemeja polos? Kenakan kemeja polos dengan detail kantung di dada. Jangan terpaku mengancingkan keseluruhan kemeja. Cukup ikatkan bagian ujung kemeja membentuk pita. Nah, sekarang Anda tampil lebih kasual.

5. Atasan berwarna gelap dan ikat pinggang
Ingin tampil ke acara formal? Mudah saja. Tambahkan atasan polos berwarna gelap dengan sedikit detail payet. Ikatkan ikat pinggang lebar berwarna kontras dengan warna atasan. Maxidress Anda pun berubah menjadi rok panjang.

Tuesday, March 23, 2010

Bakar Lemak dengan Membangun Otot

KOMPAS.com - Kegiatan olahraga berfungsi membakar kalori agar kalori berlebihan tidak menjadi lemak dalam tubuh. Latihan teratur dengan intensitas sedang sampai berat berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit dan membantu memerangi pengaruh merugikan dari kelebihan berat badan.

Olahraga aerobik, minimal 30 menit setiap hari dan dilakukan secara teratur, telah terbukti dapat membakar lemak dan mengencangkan otot-otot. Itu sebabnya latihan aerobik harus jadi bagian dari strategi untuk memangkas kelebihan berat badan.

Kendati begitu, bila kita menambah latihan aerobik dengan latihan membangun otot, seperti mengangkat beban, hasilnya akan lebih baik. "Jaringan otot memerlukan kalori lebih banyak," kata Janet Walberg Ranin, PhD, profesor di Exercise Science Program di Virgnia Polytechnic Institute, Amerika Serikat.

Jika kita meningkatkan massa otot sambil mengurangi lemak, berarti kita meningkatkan kemampuan pembakaran. "Sampai petang hari, ketika Anda duduk dalam rapat atau membaca, otot-otot Anda yang baru terus bekerja membakar kalori," kata Ranin.

Latihan daya tahan tidak hanya sebatas mengangkat barbel. Bila Anda ingin betul-betul melatih kelompok otot yang lain, cara yang terbaik adalah pergi ke pusat kebugaran dan meminta pelatih menunjukkan latihan-latihan yang tepat. Di gym juga biasanya terdapat berbagai alat untuk menggunakan otot leher, lengan, dada, atau kaki. Bila sudah tahu, Anda bisa  mengerjakan latihan serupa di rumah.

Pilihlah latihan teratur yang cukup intens, sering, dan dalam jangka waktu yang cukup degnan jenis latihan yang tepat secara bertahap. Semakin sering Anda mengerjakannya, makin cepat peningkatan massa otot Anda. Dengan demikian, makin banyak pula lemak yang terbakar.

Bakar Lemak dengan Membangun Otot

KOMPAS.com - Kegiatan olahraga berfungsi membakar kalori agar kalori berlebihan tidak menjadi lemak dalam tubuh. Latihan teratur dengan intensitas sedang sampai berat berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit dan membantu memerangi pengaruh merugikan dari kelebihan berat badan.

Olahraga aerobik, minimal 30 menit setiap hari dan dilakukan secara teratur, telah terbukti dapat membakar lemak dan mengencangkan otot-otot. Itu sebabnya latihan aerobik harus jadi bagian dari strategi untuk memangkas kelebihan berat badan.

Kendati begitu, bila kita menambah latihan aerobik dengan latihan membangun otot, seperti mengangkat beban, hasilnya akan lebih baik. "Jaringan otot memerlukan kalori lebih banyak," kata Janet Walberg Ranin, PhD, profesor di Exercise Science Program di Virgnia Polytechnic Institute, Amerika Serikat.

Jika kita meningkatkan massa otot sambil mengurangi lemak, berarti kita meningkatkan kemampuan pembakaran. "Sampai petang hari, ketika Anda duduk dalam rapat atau membaca, otot-otot Anda yang baru terus bekerja membakar kalori," kata Ranin.

Latihan daya tahan tidak hanya sebatas mengangkat barbel. Bila Anda ingin betul-betul melatih kelompok otot yang lain, cara yang terbaik adalah pergi ke pusat kebugaran dan meminta pelatih menunjukkan latihan-latihan yang tepat. Di gym juga biasanya terdapat berbagai alat untuk menggunakan otot leher, lengan, dada, atau kaki. Bila sudah tahu, Anda bisa  mengerjakan latihan serupa di rumah.

Pilihlah latihan teratur yang cukup intens, sering, dan dalam jangka waktu yang cukup degnan jenis latihan yang tepat secara bertahap. Semakin sering Anda mengerjakannya, makin cepat peningkatan massa otot Anda. Dengan demikian, makin banyak pula lemak yang terbakar.