Showing posts with label Perempuan. Show all posts
Showing posts with label Perempuan. Show all posts

Saturday, April 10, 2010

Seberapa Hebat Kebiasaan Perempuan Shopping

Ketika masih berusia 20 tahunan, Anda mungkin sanggup menghabiskan waktu di mal, dari siang sampai mal tutup. Kini, faktor usia membuat Anda hanya sanggup jalan-jalan di mal beberapa jam saja. Namun apa pun kondisi Anda sekarang, setidaknya 3 tahun dalam hidup Anda ternyata dihabiskan untuk shopping di mal.

Fakta ini merupakan temuan sebuah firma marketing online, yang mengadakan studi untuk mengetahui berapa banyak waktu yang digunakan perempuan untuk berbelanja. Firma ini mensurvei 2.000 perempuan, dimana diketahui bahwa mereka menggunakan dua tahun dan 10 bulan dari 63 tahun usia hidupnya untuk berbelanja (atau 25.184 jam dan 53 menit).

Dari survei tersebut juga terungkap bahwa:
* Dalam setahun, perempuan melakukan shopping sebanyak 301 kali, atau sama dengan sekitar 399 jam, dan 46 menit.
* Perempuan melakukan window shopping 51 kali dalam setahun.
* Perempuan membeli pakaian, sepatu, dan aksesori, 90 kali dalam setahun. Secara rinci, membeli pakaian 30 kali, sepatu 15 kali, dan aksesori 18 kali.
* Waktu yang digunakan untuk berbelanja produk perawatan tubuh dalam setahun adalah 17 jam dan 33 menit.
* Berbelanja sembako juga penting. Dalam setahun, perempuan memenuhi kebutuhan sehari-harinya ini sebanyak 84 kali.
* Berhubung setiap bulan ada saja yang berulang tahun, dan dalam setahun ada beberapa hari besar yang dirayakan, setidaknya perempuan membeli hadiah untuk keluarga dan teman-temannya 19 kali dalam setahun.

Hasil survei ini tentu saja mengejutkan para pria, dan tentunya wanita, karena baru sadar betapa sering mereka "mendedikasikan" waktunya di mal.
"Banyak pria yang tampaknya mengira perempuan hanya berbelanja ketika mereka membeli pakaian untuk mereka sendiri. Tetapi ternyata perempuan juga berbelanja untuk seluruh keluarga, dan boleh dibilang itu pekerjaan yang sulit," ujar seorang juru bicara firma tersebut.
Bagi kita, tampaknya tak masalah siapa yang akan mendapatkan barang-barang yang kita beli. Kepuasan tiada terkira adalah saat kita membeli, dan memberikannya pada orang tercinta. Betul, enggak?

Seberapa Hebat Kebiasaan Perempuan Shopping

Ketika masih berusia 20 tahunan, Anda mungkin sanggup menghabiskan waktu di mal, dari siang sampai mal tutup. Kini, faktor usia membuat Anda hanya sanggup jalan-jalan di mal beberapa jam saja. Namun apa pun kondisi Anda sekarang, setidaknya 3 tahun dalam hidup Anda ternyata dihabiskan untuk shopping di mal.

Fakta ini merupakan temuan sebuah firma marketing online, yang mengadakan studi untuk mengetahui berapa banyak waktu yang digunakan perempuan untuk berbelanja. Firma ini mensurvei 2.000 perempuan, dimana diketahui bahwa mereka menggunakan dua tahun dan 10 bulan dari 63 tahun usia hidupnya untuk berbelanja (atau 25.184 jam dan 53 menit).

Dari survei tersebut juga terungkap bahwa:
* Dalam setahun, perempuan melakukan shopping sebanyak 301 kali, atau sama dengan sekitar 399 jam, dan 46 menit.
* Perempuan melakukan window shopping 51 kali dalam setahun.
* Perempuan membeli pakaian, sepatu, dan aksesori, 90 kali dalam setahun. Secara rinci, membeli pakaian 30 kali, sepatu 15 kali, dan aksesori 18 kali.
* Waktu yang digunakan untuk berbelanja produk perawatan tubuh dalam setahun adalah 17 jam dan 33 menit.
* Berbelanja sembako juga penting. Dalam setahun, perempuan memenuhi kebutuhan sehari-harinya ini sebanyak 84 kali.
* Berhubung setiap bulan ada saja yang berulang tahun, dan dalam setahun ada beberapa hari besar yang dirayakan, setidaknya perempuan membeli hadiah untuk keluarga dan teman-temannya 19 kali dalam setahun.

Hasil survei ini tentu saja mengejutkan para pria, dan tentunya wanita, karena baru sadar betapa sering mereka "mendedikasikan" waktunya di mal.
"Banyak pria yang tampaknya mengira perempuan hanya berbelanja ketika mereka membeli pakaian untuk mereka sendiri. Tetapi ternyata perempuan juga berbelanja untuk seluruh keluarga, dan boleh dibilang itu pekerjaan yang sulit," ujar seorang juru bicara firma tersebut.
Bagi kita, tampaknya tak masalah siapa yang akan mendapatkan barang-barang yang kita beli. Kepuasan tiada terkira adalah saat kita membeli, dan memberikannya pada orang tercinta. Betul, enggak?

79% Pria Menyukai Perempuan yang Girly

Sebenarnya penampilan dan gaya berpakaian seperti apa yang disukai pria pada wanita? Seksi? Natural? Atau ala rocker? Majalah Redbook menggelar survei terhadap 100 orang pria dan meminta mereka untuk memberikan pandangan mereka mengenai cara berpenampilan wanita. Inilah hasilnya. Hasil semacam ini bisa Anda jadikan acuan untuk berdandan, atau dijadikan pengetahuan Anda saja, tak ada masalah. Sesekali mengubah tatanan penampilan untuk melihat dia tersenyum manis ke arah Anda tak ada salahnya, kan?

Kasual
Sebanyak 56 persen pria mengatakan mereka suka melihat wanita yang berdandan santai dan kasual. Anda tak mungkin salah dandan dengan mengenakan kaus atau tank top putih dengan celana jins untuk memberi kesan kasual.

Memperlihatkan lekuk tubuh
Enam puluh persen responden setuju bahwa tubuh wanita yang berbalut pakaian pas tubuh, seperti rok pensil dan atasan yang ketat akan memberikan kesan seksi karena memperlihatkan lekuk tubuhnya.

Wanita natural
Riasan yang tipis membuat pria merasa penasaran. Membuat wajah wanita tak jemu untuk dipandang. Jenis riasan ini mendapat suara sebanyak 64 persen responden.

Sedikit berantakan
Anda tahu gaya rambut wanita-wanita peselancar? Rambut yang sedikit berantakan, digerai bebas, dengan gelombang yang tipis atau dikenal juga dengan gaya bed-head (seperti baru bangun tidur) tapi tetap cantik (ingat Cameron Diaz), merebut 67 persen suara dari para responden.

Kelembutan
Bahan pakaian yang terlihat lembut dan nyaman disentuh membuat seorang wanita terlihat seksi, ujar seorang responden menjelaskan mengapa sebanyak 72 persen responden menyukai kelembutan bahan pakaian yang dikenakan wanita.

Pakaian yang girly
Tujuh puluh sembilan persen pria yang mengikuti survei ini mengatakan bahwa mereka suka melihat wanita yang mengenakan pakaian girly. Seperti, gaun putih ringan untuk ke pantai atau spring dress.

Seksi
Tentunya, pria tak jauh dari hal-hal seputar keseksian. Sebanyak 79 persen responden setuju, bahwa sedikit akses untuk mengintip belahan dada pada wanita membuat mereka sulit berpaling dari seorang wanita.

KOMPAS.com

79% Pria Menyukai Perempuan yang Girly

Sebenarnya penampilan dan gaya berpakaian seperti apa yang disukai pria pada wanita? Seksi? Natural? Atau ala rocker? Majalah Redbook menggelar survei terhadap 100 orang pria dan meminta mereka untuk memberikan pandangan mereka mengenai cara berpenampilan wanita. Inilah hasilnya. Hasil semacam ini bisa Anda jadikan acuan untuk berdandan, atau dijadikan pengetahuan Anda saja, tak ada masalah. Sesekali mengubah tatanan penampilan untuk melihat dia tersenyum manis ke arah Anda tak ada salahnya, kan?

Kasual
Sebanyak 56 persen pria mengatakan mereka suka melihat wanita yang berdandan santai dan kasual. Anda tak mungkin salah dandan dengan mengenakan kaus atau tank top putih dengan celana jins untuk memberi kesan kasual.

Memperlihatkan lekuk tubuh
Enam puluh persen responden setuju bahwa tubuh wanita yang berbalut pakaian pas tubuh, seperti rok pensil dan atasan yang ketat akan memberikan kesan seksi karena memperlihatkan lekuk tubuhnya.

Wanita natural
Riasan yang tipis membuat pria merasa penasaran. Membuat wajah wanita tak jemu untuk dipandang. Jenis riasan ini mendapat suara sebanyak 64 persen responden.

Sedikit berantakan
Anda tahu gaya rambut wanita-wanita peselancar? Rambut yang sedikit berantakan, digerai bebas, dengan gelombang yang tipis atau dikenal juga dengan gaya bed-head (seperti baru bangun tidur) tapi tetap cantik (ingat Cameron Diaz), merebut 67 persen suara dari para responden.

Kelembutan
Bahan pakaian yang terlihat lembut dan nyaman disentuh membuat seorang wanita terlihat seksi, ujar seorang responden menjelaskan mengapa sebanyak 72 persen responden menyukai kelembutan bahan pakaian yang dikenakan wanita.

Pakaian yang girly
Tujuh puluh sembilan persen pria yang mengikuti survei ini mengatakan bahwa mereka suka melihat wanita yang mengenakan pakaian girly. Seperti, gaun putih ringan untuk ke pantai atau spring dress.

Seksi
Tentunya, pria tak jauh dari hal-hal seputar keseksian. Sebanyak 79 persen responden setuju, bahwa sedikit akses untuk mengintip belahan dada pada wanita membuat mereka sulit berpaling dari seorang wanita.

KOMPAS.com

Sunday, April 4, 2010

"Hot Spot" Seksual Perempuan yang Terlupakan

Hubungan seks berkualitas sangat bisa diciptakan. Mengenal seluk-beluk titik sensitif yang mampu merangsang pasangan menjadi salah satu triknya. Bagi perempuan, cobalah lebih aktif. Minta suami menelusuri area sensitif yang bisa merangsang gairah seks. Namun, bisa jadi, Anda tak menyadari di mana area sensitif itu? Mungkin, area berada di salah satu titik ini.

1. Area di atas kemaluan
Pasangan bisa mencoba eksplorasi area di atas kemaluan tempat rambut tumbuh.  Direktur Medis dari Pusat Pengobatan Seksual di California, Michael Krychman MD, CM, mengatakan bahwa area ini bisa memberikan rasa menyenangkan pada Anda jika disentuh. Untuk mendapatkan sensasi yang lebih menyenangkan, oleskan minyak botanikal yang dibuat untuk memberikan rangsangan dan efek sensitivitas. Anda tak perlu malu meminta kepada pasangan. Menurut penelitian di Indiana University, perempuan yang berpikir lebih positif atas tubuhnya terutama area sensitif yang sangat pribadi, lebih sering mengalami orgasme.

2. Di balik lutut
Anda bisa kegelian jika area ini disentuh. Namun, area ini justru merupakan hot spot seksual yang hampir terlupakan. Jika disentuh dengan cara yang "benar", bagian ini bisa menjadi titik erotis yang mampu membangkitkan gairah. Minta suami Anda untuk mencium, memberikan pijatan lembut dengan lotion, atau bahkan gigitan lembut.

3. Perut
Bagi sejumlah perempuan, pijatan di area perut bisa memberikan pengalaman erotis. Amy Levine, terapis seks di New York, mengatakan bahwa dalam beberapa kasus, perempuan bahkan bisa mencapai titik orgasme dengan melakukan olahraga perut. Memindahkan olahraga ini ke atas kasur bisa lebih memudahkan perempuan mencapai titik kulminasi seksual, bukan?

4. Area kepala
Anda menikmati sensasi tertentu saat creambath di salon, bukan? Cobalah minta suami melakukan hal serupa di rumah, tetapi lebih pada aktivitas seksual. Minta ia memberikan pijatan lembut di area tempurung otak. Area ini dikelilingi saraf yang memberikan sensitivitas ketika disentuh. Sejumlah pakar mengatakan, memberikan pijatan di area kepala membantu meredakan tensi dan memperlancar peredaran darah.

KOMPAS.com

"Hot Spot" Seksual Perempuan yang Terlupakan

Hubungan seks berkualitas sangat bisa diciptakan. Mengenal seluk-beluk titik sensitif yang mampu merangsang pasangan menjadi salah satu triknya. Bagi perempuan, cobalah lebih aktif. Minta suami menelusuri area sensitif yang bisa merangsang gairah seks. Namun, bisa jadi, Anda tak menyadari di mana area sensitif itu? Mungkin, area berada di salah satu titik ini.

1. Area di atas kemaluan
Pasangan bisa mencoba eksplorasi area di atas kemaluan tempat rambut tumbuh.  Direktur Medis dari Pusat Pengobatan Seksual di California, Michael Krychman MD, CM, mengatakan bahwa area ini bisa memberikan rasa menyenangkan pada Anda jika disentuh. Untuk mendapatkan sensasi yang lebih menyenangkan, oleskan minyak botanikal yang dibuat untuk memberikan rangsangan dan efek sensitivitas. Anda tak perlu malu meminta kepada pasangan. Menurut penelitian di Indiana University, perempuan yang berpikir lebih positif atas tubuhnya terutama area sensitif yang sangat pribadi, lebih sering mengalami orgasme.

2. Di balik lutut
Anda bisa kegelian jika area ini disentuh. Namun, area ini justru merupakan hot spot seksual yang hampir terlupakan. Jika disentuh dengan cara yang "benar", bagian ini bisa menjadi titik erotis yang mampu membangkitkan gairah. Minta suami Anda untuk mencium, memberikan pijatan lembut dengan lotion, atau bahkan gigitan lembut.

3. Perut
Bagi sejumlah perempuan, pijatan di area perut bisa memberikan pengalaman erotis. Amy Levine, terapis seks di New York, mengatakan bahwa dalam beberapa kasus, perempuan bahkan bisa mencapai titik orgasme dengan melakukan olahraga perut. Memindahkan olahraga ini ke atas kasur bisa lebih memudahkan perempuan mencapai titik kulminasi seksual, bukan?

4. Area kepala
Anda menikmati sensasi tertentu saat creambath di salon, bukan? Cobalah minta suami melakukan hal serupa di rumah, tetapi lebih pada aktivitas seksual. Minta ia memberikan pijatan lembut di area tempurung otak. Area ini dikelilingi saraf yang memberikan sensitivitas ketika disentuh. Sejumlah pakar mengatakan, memberikan pijatan di area kepala membantu meredakan tensi dan memperlancar peredaran darah.

KOMPAS.com

Friday, April 2, 2010

Jangan Jadi Perempuan High Maintenance

Kebanyakan perempuan akan berubah menjadi manja, pemarah, mudah tersinggung, dan tidak pernah puas, setelah memiliki pasangan. Contohnya saja, Anda langsung kesal kalau pasangan tidak langsung membalas SMS Anda, atau Anda tidak puas dengan hadiah ulang tahun yang diberikan pasangan dan enggan memakainya.

Semua keinginan tersebut membuat Anda seolah kehilangan akal sehat. Anda hanya ingin dimanja dan diberikan kemewahan. Yang paling membuat Anda bingung, sebelum bertemu dengan si dia Anda termasuk perempuan yang mandiri. Mengapa semuanya jadi berubah justru setelah Anda mempunyai pendamping tetap?

Nah, ada baiknya Anda menenangkan diri dulu. Ingat-ingat bagaimana reaksi Anda bila terjadi sesuatu antara Anda dan si dia, lalu carilah solusi yang terbaik.

Kasus 1: Anda langsung marah besar saat pasangan lupa menelepon balik. Kemudian ketika ia terlambat menjemput hingga 1 jam, Anda akan berdiam diri dan tidak menegurnya sampai tengah hari.

Jalan keluar: Cari kegiatan positif yang bisa menyibukkan Anda, seperti memasak, berbenah, membaca, browsing internet, atau kegiatan lainnya. Anda bisa juga menyibukkan diri dengan berjalan-jalan dengan teman-teman. Mereka yang punya kehidupan yang aktif umumnya akan menggunakan waktu untuk bersosialisasi dan menyalurkan hobi.

Kasus 2: Barang-barang fashion atau kencan fine dining bukan sesuatu yang luar biasa dalam hubungan Anda. Semuanya sudah jadi kebiasaan, karena si dia selalu menghujani Anda dengan hadiah-hadiah semacam itu.

Jalan keluar: Anda bukan tipe perempuan matre, kan? Anda punya penghasilan dan bisa membeli sendiri barang yang Anda mau. Hargailah pemberian pasangan, meskipun tidak Anda sukai. Percayalah, mereka tetap butuh pengakuan bahwa Anda menyukai pemberiannya.

Kasus 3: Jalan-jalan tidak pernah dilakukan secara spontan. Soalnya, Anda butuh tiga jam untuk berdandan.   

Jalan keluar: Ladies, pria tidak mau akan mengamati selentik apa bulu mata Anda, atau apakah rambut Anda harus lurus setelah dicatok berkali-kali. Percayalah, Anda bisa tampil beda saat pergi ke resepsi perkawinan. Jadi simpan saja tenaga Anda kalau hanya sekadar makan siang di mall.

Kasus 4: Anda tidak tahu bagaimana pekerjaan pasangan Anda. Sebab yang menjadi fokus perhatian Anda adalah penjelasan panjang lebar tentang keterlambatannya menelepon atau menjawab SMS Anda.

Jalan keluar: Boleh saja mengeluarkan uneg-uneg kepada pasangan. Tetapi Anda harus tetap adil. Anda ingin didengarkan? Begitu juga pasangan. Beri kesempatan padanya untuk menceritakan apa yang menjadi kebanggaan dan kebahagiaannya di tempat kerja.

Kasus 5: Anda lupa bagaimana rasanya naik angkutan umum, karena pasangan selalu siap menjemput dan mengantar Anda kapan pun dan kemana pun.

Jalan keluar: Halooo...? Pasangan Anda bukan supir. Ia pasti memiliki aktivitas yang lebih penting dilakukan, bukan sekadar mengantar Anda kesana-kemari.

Kasus 6: Si dia harus menemani Anda berbelanja, reuni dengan teman SMA, dan makan bersama keluarga Anda. Namun, Anda jarang mau ikut serta dengan kegiatannya.

Jalan keluar: Terlalu mendominasi hubungan akan berujung pada pemberontakan. Sesekali saat libur tanyakan pada pasangan apa yang ingin lakukan. Kali ini, Anda yang harus mengikuti jadwalnya.

Kasus 7: Anda enggan berkumpul dengan teman-temannya karena menurut Anda mereka kurang asik. Namun Anda juga tak mau jika pasangan lebih memilih berkumpul bersama temannya ketimbang Anda.

Jalan keluar: Anda tidak harus memaksakan diri nongkrong dengan teman-temannya. Cari kegiatan bersama teman-teman yang sempat Anda lupakan karena Anda begitu sibuk dengan si dia.

KOMPAS.com

Jangan Jadi Perempuan High Maintenance

Kebanyakan perempuan akan berubah menjadi manja, pemarah, mudah tersinggung, dan tidak pernah puas, setelah memiliki pasangan. Contohnya saja, Anda langsung kesal kalau pasangan tidak langsung membalas SMS Anda, atau Anda tidak puas dengan hadiah ulang tahun yang diberikan pasangan dan enggan memakainya.

Semua keinginan tersebut membuat Anda seolah kehilangan akal sehat. Anda hanya ingin dimanja dan diberikan kemewahan. Yang paling membuat Anda bingung, sebelum bertemu dengan si dia Anda termasuk perempuan yang mandiri. Mengapa semuanya jadi berubah justru setelah Anda mempunyai pendamping tetap?

Nah, ada baiknya Anda menenangkan diri dulu. Ingat-ingat bagaimana reaksi Anda bila terjadi sesuatu antara Anda dan si dia, lalu carilah solusi yang terbaik.

Kasus 1: Anda langsung marah besar saat pasangan lupa menelepon balik. Kemudian ketika ia terlambat menjemput hingga 1 jam, Anda akan berdiam diri dan tidak menegurnya sampai tengah hari.

Jalan keluar: Cari kegiatan positif yang bisa menyibukkan Anda, seperti memasak, berbenah, membaca, browsing internet, atau kegiatan lainnya. Anda bisa juga menyibukkan diri dengan berjalan-jalan dengan teman-teman. Mereka yang punya kehidupan yang aktif umumnya akan menggunakan waktu untuk bersosialisasi dan menyalurkan hobi.

Kasus 2: Barang-barang fashion atau kencan fine dining bukan sesuatu yang luar biasa dalam hubungan Anda. Semuanya sudah jadi kebiasaan, karena si dia selalu menghujani Anda dengan hadiah-hadiah semacam itu.

Jalan keluar: Anda bukan tipe perempuan matre, kan? Anda punya penghasilan dan bisa membeli sendiri barang yang Anda mau. Hargailah pemberian pasangan, meskipun tidak Anda sukai. Percayalah, mereka tetap butuh pengakuan bahwa Anda menyukai pemberiannya.

Kasus 3: Jalan-jalan tidak pernah dilakukan secara spontan. Soalnya, Anda butuh tiga jam untuk berdandan.   

Jalan keluar: Ladies, pria tidak mau akan mengamati selentik apa bulu mata Anda, atau apakah rambut Anda harus lurus setelah dicatok berkali-kali. Percayalah, Anda bisa tampil beda saat pergi ke resepsi perkawinan. Jadi simpan saja tenaga Anda kalau hanya sekadar makan siang di mall.

Kasus 4: Anda tidak tahu bagaimana pekerjaan pasangan Anda. Sebab yang menjadi fokus perhatian Anda adalah penjelasan panjang lebar tentang keterlambatannya menelepon atau menjawab SMS Anda.

Jalan keluar: Boleh saja mengeluarkan uneg-uneg kepada pasangan. Tetapi Anda harus tetap adil. Anda ingin didengarkan? Begitu juga pasangan. Beri kesempatan padanya untuk menceritakan apa yang menjadi kebanggaan dan kebahagiaannya di tempat kerja.

Kasus 5: Anda lupa bagaimana rasanya naik angkutan umum, karena pasangan selalu siap menjemput dan mengantar Anda kapan pun dan kemana pun.

Jalan keluar: Halooo...? Pasangan Anda bukan supir. Ia pasti memiliki aktivitas yang lebih penting dilakukan, bukan sekadar mengantar Anda kesana-kemari.

Kasus 6: Si dia harus menemani Anda berbelanja, reuni dengan teman SMA, dan makan bersama keluarga Anda. Namun, Anda jarang mau ikut serta dengan kegiatannya.

Jalan keluar: Terlalu mendominasi hubungan akan berujung pada pemberontakan. Sesekali saat libur tanyakan pada pasangan apa yang ingin lakukan. Kali ini, Anda yang harus mengikuti jadwalnya.

Kasus 7: Anda enggan berkumpul dengan teman-temannya karena menurut Anda mereka kurang asik. Namun Anda juga tak mau jika pasangan lebih memilih berkumpul bersama temannya ketimbang Anda.

Jalan keluar: Anda tidak harus memaksakan diri nongkrong dengan teman-temannya. Cari kegiatan bersama teman-teman yang sempat Anda lupakan karena Anda begitu sibuk dengan si dia.

KOMPAS.com

Wednesday, March 31, 2010

6 Alasan Perempuan Bereksperimen dengan Perempuan

"I kissed a girl and I liked it/ The taste of her cherry chapstick/ I kissed a girl just to try it/ I hope my boyfriend don't mind it/ It felt so wrong/ It felt so right/ Don't mean I'm in love tonight/ I kissed a girl and I liked it/ I liked it..."
Masih ingat kan, dengan lagu milik Katy Perry ini? Lagu itu menceritakan seorang perempuan yang bereksperimen dengan perempuan lain. Ia merasa bersalah dan berharap pacarnya (pria, tentunya) tak keberatan dengan eksperimennya karena ia menyukainya.
Anda tentu juga masih ingat adegan ketika Madonna dan Britney Spears berciuman dalam acara MTV Video Music Awards 2003. Atau ketika Sandra Bullock mencium Meryl Streep saat menerima penghargaan Best Actress pada ajang Critics' Choice Awards Januari lalu. Ciuman ini terjadi karena Sandra begitu dipenuhi kebahagiaan saat itu dan mengekspresikannya dengan mencium Meryl (yang tidak menolaknya).
Pemandangan ini menggambarkan betapa ciuman antara dua perempuan tidaklah selalu berkaitan dengan ketertarikan seksual. Seorang perempuan heteroseksual bisa saja merasa begitu nyaman dengan dirinya dan diri teman perempuannya sehingga mampu mengungkapkan perasaan sayang secara intim.
Meskipun demikian, tak dapat dimungkiri bahwa banyak perempuan yang merasakan ketertarikan seksual pada rekan perempuannya. Hal inilah yang mendorong mereka melakukan eksperimen satu sama lain. Hasil dari eksperimen semacam itu adalah, ada perempuan yang lalu menyadari bahwa dirinya bukanlah lesbian, ada pula yang makin yakin bahwa dirinya penyuka sesama jenis.
"Kebanyakan perempuan umumnya mendapat pengalaman seksual dengan sesama jenis satu atau dua kali dalam hidup mereka. Tetapi mereka tidak menganggap diri mereka lesbian, hanya ingin tahu saja," ujar Suzi Godson, pakar seks dan hubungan di The Times dan penulis The Sex Book.
Ada beberapa hal yang mendasari mengapa perempuan ingin bereksperimen dengan perempuan lain:
1. Untuk merasakan sesuatu yang berbeda
Hal ini cenderung sulit dijelaskan karena sering kali bukan ketertarikan seksual yang dirasakan. Ketika melihat perempuan lain yang cantik, pintar, dan wangi, seperti apa ya rasanya berdekatan dengan dia? Mengapa pria begitu terobsesi dengan payudara perempuan? Apa yang dirasakannya saat bersentuhan dengan titik sensitif perempuan tersebut? Apabila perempuan bisa mengagumi keindahan tubuh perempuan lain, bukankah itu berarti lebih mudah pula memberikan dan merasakan sentuhannya?
2. "Nyambung" secara emosional dan verbal
Tentu Anda tahu bahwa pria sering kali sulit memahami wanita. Oleh karena itu, eksperimen dengan sesama perempuan sering kali berangkat dari kemampuan perempuan saling memahami bahasa verbal mereka. Perempuan bisa terbuka dan berbicara sejujur-jujurnya. Bukankah sebenarnya ini kunci dari hubungan seks yang baik?

3. Mengobati sakit hati
Ketika baru berpisah dengan pasangannya, perempuan tentu tetap merasakan saat-saat horny. Selain sedang tak punya pasangan (pria), perempuan mungkin juga sedang tak ingin terlibat dengan pria. Maka, ia pun akan mencoba melakukannya bersama sesama perempuan, entah itu teman lama atau teman yang baru dikenal. Bagaimanapun juga, dalam seks juga ada unsur kehangatan yang didapatkan sehingga perempuan merasa didampingi seseorang yang berpihak kepadanya.
4. Lebih lembut
Perempuan memiliki bibir yang lebih lembut dan mencium dengan lembut pula. Hal ini yang membedakan dengan pria. Ketika merasa bernafsu, pria cenderung mencium terlalu "bersemangat".  Mereka juga selalu melibatkan air liur terlalu banyak saat mencium.
5. Perempuan lebih pintar seks oral
Pria sering kali tidak tahu mana bagian yang menyenangkan untuk disentuh, terutama di area vagina. Perempuan, di pihak lain, tentu tahu hal ini dan tahu bagaimana menyenangkan perempuan lainnya saat bereksperimen dengan seks oral. Lagi pula, tidak ada kumis yang baru dicukur sehingga terasa kasar saat menyentuh area tersebut.
6. Tidak jorok
Perempuan senang melakukannya di tempat yang bersih, dengan seprai yang baru diganti. Ketika ingin buang angin, perempuan tentu akan keluar dari kamar atau setidaknya menyingkir. Pria justru sebaliknya, cenderung buang angin sembarangan dan menganggapnya lucu.

6 Alasan Perempuan Bereksperimen dengan Perempuan

"I kissed a girl and I liked it/ The taste of her cherry chapstick/ I kissed a girl just to try it/ I hope my boyfriend don't mind it/ It felt so wrong/ It felt so right/ Don't mean I'm in love tonight/ I kissed a girl and I liked it/ I liked it..."
Masih ingat kan, dengan lagu milik Katy Perry ini? Lagu itu menceritakan seorang perempuan yang bereksperimen dengan perempuan lain. Ia merasa bersalah dan berharap pacarnya (pria, tentunya) tak keberatan dengan eksperimennya karena ia menyukainya.
Anda tentu juga masih ingat adegan ketika Madonna dan Britney Spears berciuman dalam acara MTV Video Music Awards 2003. Atau ketika Sandra Bullock mencium Meryl Streep saat menerima penghargaan Best Actress pada ajang Critics' Choice Awards Januari lalu. Ciuman ini terjadi karena Sandra begitu dipenuhi kebahagiaan saat itu dan mengekspresikannya dengan mencium Meryl (yang tidak menolaknya).
Pemandangan ini menggambarkan betapa ciuman antara dua perempuan tidaklah selalu berkaitan dengan ketertarikan seksual. Seorang perempuan heteroseksual bisa saja merasa begitu nyaman dengan dirinya dan diri teman perempuannya sehingga mampu mengungkapkan perasaan sayang secara intim.
Meskipun demikian, tak dapat dimungkiri bahwa banyak perempuan yang merasakan ketertarikan seksual pada rekan perempuannya. Hal inilah yang mendorong mereka melakukan eksperimen satu sama lain. Hasil dari eksperimen semacam itu adalah, ada perempuan yang lalu menyadari bahwa dirinya bukanlah lesbian, ada pula yang makin yakin bahwa dirinya penyuka sesama jenis.
"Kebanyakan perempuan umumnya mendapat pengalaman seksual dengan sesama jenis satu atau dua kali dalam hidup mereka. Tetapi mereka tidak menganggap diri mereka lesbian, hanya ingin tahu saja," ujar Suzi Godson, pakar seks dan hubungan di The Times dan penulis The Sex Book.
Ada beberapa hal yang mendasari mengapa perempuan ingin bereksperimen dengan perempuan lain:
1. Untuk merasakan sesuatu yang berbeda
Hal ini cenderung sulit dijelaskan karena sering kali bukan ketertarikan seksual yang dirasakan. Ketika melihat perempuan lain yang cantik, pintar, dan wangi, seperti apa ya rasanya berdekatan dengan dia? Mengapa pria begitu terobsesi dengan payudara perempuan? Apa yang dirasakannya saat bersentuhan dengan titik sensitif perempuan tersebut? Apabila perempuan bisa mengagumi keindahan tubuh perempuan lain, bukankah itu berarti lebih mudah pula memberikan dan merasakan sentuhannya?
2. "Nyambung" secara emosional dan verbal
Tentu Anda tahu bahwa pria sering kali sulit memahami wanita. Oleh karena itu, eksperimen dengan sesama perempuan sering kali berangkat dari kemampuan perempuan saling memahami bahasa verbal mereka. Perempuan bisa terbuka dan berbicara sejujur-jujurnya. Bukankah sebenarnya ini kunci dari hubungan seks yang baik?

3. Mengobati sakit hati
Ketika baru berpisah dengan pasangannya, perempuan tentu tetap merasakan saat-saat horny. Selain sedang tak punya pasangan (pria), perempuan mungkin juga sedang tak ingin terlibat dengan pria. Maka, ia pun akan mencoba melakukannya bersama sesama perempuan, entah itu teman lama atau teman yang baru dikenal. Bagaimanapun juga, dalam seks juga ada unsur kehangatan yang didapatkan sehingga perempuan merasa didampingi seseorang yang berpihak kepadanya.
4. Lebih lembut
Perempuan memiliki bibir yang lebih lembut dan mencium dengan lembut pula. Hal ini yang membedakan dengan pria. Ketika merasa bernafsu, pria cenderung mencium terlalu "bersemangat".  Mereka juga selalu melibatkan air liur terlalu banyak saat mencium.
5. Perempuan lebih pintar seks oral
Pria sering kali tidak tahu mana bagian yang menyenangkan untuk disentuh, terutama di area vagina. Perempuan, di pihak lain, tentu tahu hal ini dan tahu bagaimana menyenangkan perempuan lainnya saat bereksperimen dengan seks oral. Lagi pula, tidak ada kumis yang baru dicukur sehingga terasa kasar saat menyentuh area tersebut.
6. Tidak jorok
Perempuan senang melakukannya di tempat yang bersih, dengan seprai yang baru diganti. Ketika ingin buang angin, perempuan tentu akan keluar dari kamar atau setidaknya menyingkir. Pria justru sebaliknya, cenderung buang angin sembarangan dan menganggapnya lucu.

Monday, March 29, 2010

Perempuan Ramping Cukup Olah Raga 1 Jam/Hari

Satu jam per hari untuk olah raga ringan membantu perempuan ramping mempertahankan berat badan. Namun perempuan gemuk harus mengurangi makanan mereka, serta berolah raga untuk mengurangi bobot.
Hasil studi menunjukkan, dari sebanyak 34.000 perempuan berusia setengah baya, perempuan yang tak kelebihan berat dan berolah raga sekitar satu jam per hari adalah orang yang memelihara berat selama studi 13 tahun yang dilakukan para peneliti dari Harvard Medical School and Brigham dan Women`s Hospital di Boston.
"Tingkat rata-rata kegiatan mereka selama studi itu ialah 21,5 MET per jam per pekan --rata-rata 60 menit per hari kegiatan dengan intensitas sedang," tulis peneliti tersebut di dalam Journal of the American Medical Association, tempat studi itu disiarkan pada Selasa (23/3).
Satu MET, atau metabolic equivalent, adalah pengeluaran energi dan keperluan kalori saat istirahat. Olah raga ringan seperti jalan kaki dengan langkah tenang meningkatkan pengeluaran energi jadi sebanyak 2,5 MET per jam sementara kegiatan aktif seperti berlari dapat menghasilkan enam sampai lebih dari 12 MET per jam.
Dua-puluh satu jam MET per pekan sama dengan sebanyak satu jam per hari kegaitan sedang.
Perempuan yang kurang berolah raga memperoleh cukup banyak berat dibandingkan dengan perempuan yang berolah raga satu jam per hari, demikian hasil studi itu.
Pada awal studi itu dan jeda rutin sepanjang studi, perempuan itu melaporkan kegiatan fisik mereka dan berat tubuh mereka kepada peneliti.
Mereka diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok berbeda: kurang dari 7,5 jam MET per pekan, atau sekitar panduan olah raga dari dinas kesehatan federal AS, yaitu sekitar 20 menit per hari; antara 75 dan 21,5 MET per pekan, atau lebih dari 21,5 per pekan.
"Meskipun perempuan dengan berat tubuh normal dapat mempertahankan berat hanya dengan olah raga - bahkan jika itu berarti hanya beberapa jam per pekan dengan menggunakan mesin melangkah atau jalur joging - perempuan dengan tubuh lebih berat bahkan bertambah berat jika hanya melakukan olah raga saja," kata para peneliti itu.
Sehubungan dengan temuan itu, para peneliti memperingatkan panduan federal saat ini untuk berolah-raga 20 menit per hari "takkan cukup tanpa pembatasan kalori" dalam mencegah bertambahnya berat badan pada perempuan yang kelebihan berat dan kegemukan. Sekalipun itu akan membantu menurunkan risiko berkembangnya penyakit kronis.
Studi itu memperhatikan berat tubuh, mengingat peristiwa dramatis kelebihan berat dan kegemukan di Amerika Serikat, tempat 1-3 orang dewasa bertubuh gemuk.
"Kendati orang AS sudah lama berjuang mengurangi berat tubuh mereka, kebanyakan penelitian hingga sekarang telah dipusatkan pada cara mengangani kelebihan berat badan dan kegemukan. Bukan pada cara mencegah bertambahnya berat tubuh," kata para penulis studi tersebut.

INILAH.COM 

Perempuan Ramping Cukup Olah Raga 1 Jam/Hari

Satu jam per hari untuk olah raga ringan membantu perempuan ramping mempertahankan berat badan. Namun perempuan gemuk harus mengurangi makanan mereka, serta berolah raga untuk mengurangi bobot.
Hasil studi menunjukkan, dari sebanyak 34.000 perempuan berusia setengah baya, perempuan yang tak kelebihan berat dan berolah raga sekitar satu jam per hari adalah orang yang memelihara berat selama studi 13 tahun yang dilakukan para peneliti dari Harvard Medical School and Brigham dan Women`s Hospital di Boston.
"Tingkat rata-rata kegiatan mereka selama studi itu ialah 21,5 MET per jam per pekan --rata-rata 60 menit per hari kegiatan dengan intensitas sedang," tulis peneliti tersebut di dalam Journal of the American Medical Association, tempat studi itu disiarkan pada Selasa (23/3).
Satu MET, atau metabolic equivalent, adalah pengeluaran energi dan keperluan kalori saat istirahat. Olah raga ringan seperti jalan kaki dengan langkah tenang meningkatkan pengeluaran energi jadi sebanyak 2,5 MET per jam sementara kegiatan aktif seperti berlari dapat menghasilkan enam sampai lebih dari 12 MET per jam.
Dua-puluh satu jam MET per pekan sama dengan sebanyak satu jam per hari kegaitan sedang.
Perempuan yang kurang berolah raga memperoleh cukup banyak berat dibandingkan dengan perempuan yang berolah raga satu jam per hari, demikian hasil studi itu.
Pada awal studi itu dan jeda rutin sepanjang studi, perempuan itu melaporkan kegiatan fisik mereka dan berat tubuh mereka kepada peneliti.
Mereka diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok berbeda: kurang dari 7,5 jam MET per pekan, atau sekitar panduan olah raga dari dinas kesehatan federal AS, yaitu sekitar 20 menit per hari; antara 75 dan 21,5 MET per pekan, atau lebih dari 21,5 per pekan.
"Meskipun perempuan dengan berat tubuh normal dapat mempertahankan berat hanya dengan olah raga - bahkan jika itu berarti hanya beberapa jam per pekan dengan menggunakan mesin melangkah atau jalur joging - perempuan dengan tubuh lebih berat bahkan bertambah berat jika hanya melakukan olah raga saja," kata para peneliti itu.
Sehubungan dengan temuan itu, para peneliti memperingatkan panduan federal saat ini untuk berolah-raga 20 menit per hari "takkan cukup tanpa pembatasan kalori" dalam mencegah bertambahnya berat badan pada perempuan yang kelebihan berat dan kegemukan. Sekalipun itu akan membantu menurunkan risiko berkembangnya penyakit kronis.
Studi itu memperhatikan berat tubuh, mengingat peristiwa dramatis kelebihan berat dan kegemukan di Amerika Serikat, tempat 1-3 orang dewasa bertubuh gemuk.
"Kendati orang AS sudah lama berjuang mengurangi berat tubuh mereka, kebanyakan penelitian hingga sekarang telah dipusatkan pada cara mengangani kelebihan berat badan dan kegemukan. Bukan pada cara mencegah bertambahnya berat tubuh," kata para penulis studi tersebut.

INILAH.COM 

Wednesday, March 24, 2010

Laki-laki Tak Suka Perempuan Kurus dan Gemuk

VIVAnews - Sebuah pertanyaan, kira-kira laki-laki akan memilih perempuan dengan berat badan normal, kurus, atau gendut?

Sejumlah peneliti dari University of St Andrews, Skotlandia, menguji pertanyaan ini melalui penelitian. Saat sekelompok mahasiswa diundang, 84 mahasiswa perempuan ditanya tentang kesehatan mereka. Setelah mereka mengukur tekanan darah, lalu mereka difoto.

Kemudian, sejumlah laki-laki diperlihatkan foto-foto itu dan diminta untuk menilainya. Hasilnya, mayoritas laki-laki muda itu lebih suka murid perempuan dengan berat badan normal. Dalam studi ini, siswa perempuan dengan berat badan normal sehat dinilai tertinggi untuk daya tarik laki-laki.

Dari hasil studi ini bisa menjadikan acuan bagi para perempuan, tubuh ramping bisa meningkatkan kepercayaan diri. Apalagi bagi Anda yang sedang memburu pria untuk dijadikan pasangan.

Hal ini harus menjadi pertimbangan perempuan muda. Para perempuan harus percaya mereka bisa mendapatkan tubuh dengan berat badan ideal. “Mereka harus mendapatkan tubuh lebih ramping agar menjadi menarik,” katanya.

Para peneliti ini berharap para perempuan percaya dengan hasil penelitian yang dilakukan terhadap para pria berusia antara 18 dan 26 tahun ini. Dari hasil penelitiannya, sebagian besar tertarik pada perempuan dengan berat badan normal, daripada model-model peran kurus seperti Paris Hilton atau Nicole Richie.

hadi.suprapto@vivanews.com

Laki-laki Tak Suka Perempuan Kurus dan Gemuk

VIVAnews - Sebuah pertanyaan, kira-kira laki-laki akan memilih perempuan dengan berat badan normal, kurus, atau gendut?

Sejumlah peneliti dari University of St Andrews, Skotlandia, menguji pertanyaan ini melalui penelitian. Saat sekelompok mahasiswa diundang, 84 mahasiswa perempuan ditanya tentang kesehatan mereka. Setelah mereka mengukur tekanan darah, lalu mereka difoto.

Kemudian, sejumlah laki-laki diperlihatkan foto-foto itu dan diminta untuk menilainya. Hasilnya, mayoritas laki-laki muda itu lebih suka murid perempuan dengan berat badan normal. Dalam studi ini, siswa perempuan dengan berat badan normal sehat dinilai tertinggi untuk daya tarik laki-laki.

Dari hasil studi ini bisa menjadikan acuan bagi para perempuan, tubuh ramping bisa meningkatkan kepercayaan diri. Apalagi bagi Anda yang sedang memburu pria untuk dijadikan pasangan.

Hal ini harus menjadi pertimbangan perempuan muda. Para perempuan harus percaya mereka bisa mendapatkan tubuh dengan berat badan ideal. “Mereka harus mendapatkan tubuh lebih ramping agar menjadi menarik,” katanya.

Para peneliti ini berharap para perempuan percaya dengan hasil penelitian yang dilakukan terhadap para pria berusia antara 18 dan 26 tahun ini. Dari hasil penelitiannya, sebagian besar tertarik pada perempuan dengan berat badan normal, daripada model-model peran kurus seperti Paris Hilton atau Nicole Richie.

hadi.suprapto@vivanews.com