Showing posts with label Tak. Show all posts
Showing posts with label Tak. Show all posts

Wednesday, March 31, 2010

Pria Pecandu Seks Tak Puas Sesi Ngeseks Normal

AWALNYA, Anda senang karena pasangan bersedia melakukan apa saja, bahkan bertingkah agresif untuk menyenangkan Anda di ranjang. Tetapi pada suatu saat usia pernikahan, Anda menyadari bahwa ia bukan orang normal dengan hasrat seksual normal.

Sebaliknya, ia adalah seorang pecandu seks, yang punya etika seks liar dan selalu kelaparan dengan keintiman fisik hingga berdampak negatif pada kehidupan Anda berdua. Gagal mengatasi dorongan seks yang seolah tak pernah terpuaskan (dikenal dengan istilah “Satyriasis” atau “Don Juanism”), Anda tahu harus membantunya keluar dari masalah tersebut.

Psikolog Dr Sameer Parikh mendefinisikan kecanduan seks sebagai sebuah situasi, "Ketika berhubungan seks dipandang sebagai satu-satunya prioritas seseorang, yang mengarah kepada pengabaian aspek penting lainnya dalam hidup (misalnya bekerja, bersosialisasi, dan tidur), kecanduan, atau kompulsif terhadap seks.”

Lebih lanjut ia menjelaskan, kecanduan seks dan kompulsif adalah setiap perilaku seksual yang memiliki atau dilakukan dalam sebuah tindakan obsesif, tidak terkendali, dan cara tidak rasional yang merusak diri sendiri.

“Orang didiagnosis gangguan ini merasa, dan mungkin memiliki sedikit atau tidak ada kontrol atas seks, dan diharuskan untuk mengatasinya dengan terapi psikologis dan obat-obatan, dalam kondisi tertentu."

Berikut beberapa petunjuk apakah pasangan pria adalah pecandu seks atau nymphomaniac, seperti diungkap Times of India.

Tidak puas dengan sesi bercinta normal


Dia biasanya mengeluh tentang kurangnya variasi dalam kehidupan seks bersama Anda. Bercinta normal tidak pernah memuaskannya karena dia ingin sesuatu yang lebih “keras”, seperti adegan dalam film porno. Dia menemukan kebahagiaan dalam jumlah, baik jumlah posisi seks abnormal atau jumlah klimaks yang berhasil ia dapat dalam satu sesi bercinta.

Mencari pemuas lain


Apakah Anda ragu dia memiliki hubungan lain hanya untuk mencari kepuasan seksual? Meskipun berulang kali mengatakan “tidak”, dia tidak bisa mengendalikan dorongan seksualnya.

Terus-menerus menggali berbagai elemen seksual


Kesenangannya tidak cukup sebatas menonton film porno, melihat gambar erotis, atau membaca buku seks, tetapi juga X-rated stuff. Jika Anda melihat browser history-nya, maka keluar situs-situs porno, juga mail box yang penuh dengan undangan dari situs kencan dewasa.

Yang ada di pikirannya hanya seks


Dia mengabaikan hubungan sosial, tanggung jawab profesional dan spiritual, serta pengembangan diri. Bahkan ketakutan ekstrim akibat penyakit menular seksual tidak merintanginya untuk petualangan seksual.

Tidak peduli masalah hukum


Anda memergokinya bicara melalui telepon dengan cara yang tidak senonoh dengan seseorang. Ia tak segan berhubungan seks dengan pekerja seks komersil. Anda bahkan bisa menemukannya terlibat dalam kegiatan, seperti voyeurism atau exhibitionism. Jika ancaman hukuman tidak menghentikannya dari aktivitas seksual tersebut, Anda harus sadar bahwa Anda hidup dengan pecandu seks!

Menyimpan perasaan negatif


Seperti beberapa petunjuk yang disebutkan di atas, jika Anda menemukan pasangan hidup dengan perasaan negatif yang intens, seperti perasaan bersalah, malu, penuh penyesalan, ingin bunuh diri, itu karena ia tidak dapat menahan diri melakukan sesuatu yang dia tahu itu salah, bukan hanya untuknya tetapi juga untuk orang yang dicintainya.
okezone.com

Pria Pecandu Seks Tak Puas Sesi Ngeseks Normal

AWALNYA, Anda senang karena pasangan bersedia melakukan apa saja, bahkan bertingkah agresif untuk menyenangkan Anda di ranjang. Tetapi pada suatu saat usia pernikahan, Anda menyadari bahwa ia bukan orang normal dengan hasrat seksual normal.

Sebaliknya, ia adalah seorang pecandu seks, yang punya etika seks liar dan selalu kelaparan dengan keintiman fisik hingga berdampak negatif pada kehidupan Anda berdua. Gagal mengatasi dorongan seks yang seolah tak pernah terpuaskan (dikenal dengan istilah “Satyriasis” atau “Don Juanism”), Anda tahu harus membantunya keluar dari masalah tersebut.

Psikolog Dr Sameer Parikh mendefinisikan kecanduan seks sebagai sebuah situasi, "Ketika berhubungan seks dipandang sebagai satu-satunya prioritas seseorang, yang mengarah kepada pengabaian aspek penting lainnya dalam hidup (misalnya bekerja, bersosialisasi, dan tidur), kecanduan, atau kompulsif terhadap seks.”

Lebih lanjut ia menjelaskan, kecanduan seks dan kompulsif adalah setiap perilaku seksual yang memiliki atau dilakukan dalam sebuah tindakan obsesif, tidak terkendali, dan cara tidak rasional yang merusak diri sendiri.

“Orang didiagnosis gangguan ini merasa, dan mungkin memiliki sedikit atau tidak ada kontrol atas seks, dan diharuskan untuk mengatasinya dengan terapi psikologis dan obat-obatan, dalam kondisi tertentu."

Berikut beberapa petunjuk apakah pasangan pria adalah pecandu seks atau nymphomaniac, seperti diungkap Times of India.

Tidak puas dengan sesi bercinta normal


Dia biasanya mengeluh tentang kurangnya variasi dalam kehidupan seks bersama Anda. Bercinta normal tidak pernah memuaskannya karena dia ingin sesuatu yang lebih “keras”, seperti adegan dalam film porno. Dia menemukan kebahagiaan dalam jumlah, baik jumlah posisi seks abnormal atau jumlah klimaks yang berhasil ia dapat dalam satu sesi bercinta.

Mencari pemuas lain


Apakah Anda ragu dia memiliki hubungan lain hanya untuk mencari kepuasan seksual? Meskipun berulang kali mengatakan “tidak”, dia tidak bisa mengendalikan dorongan seksualnya.

Terus-menerus menggali berbagai elemen seksual


Kesenangannya tidak cukup sebatas menonton film porno, melihat gambar erotis, atau membaca buku seks, tetapi juga X-rated stuff. Jika Anda melihat browser history-nya, maka keluar situs-situs porno, juga mail box yang penuh dengan undangan dari situs kencan dewasa.

Yang ada di pikirannya hanya seks


Dia mengabaikan hubungan sosial, tanggung jawab profesional dan spiritual, serta pengembangan diri. Bahkan ketakutan ekstrim akibat penyakit menular seksual tidak merintanginya untuk petualangan seksual.

Tidak peduli masalah hukum


Anda memergokinya bicara melalui telepon dengan cara yang tidak senonoh dengan seseorang. Ia tak segan berhubungan seks dengan pekerja seks komersil. Anda bahkan bisa menemukannya terlibat dalam kegiatan, seperti voyeurism atau exhibitionism. Jika ancaman hukuman tidak menghentikannya dari aktivitas seksual tersebut, Anda harus sadar bahwa Anda hidup dengan pecandu seks!

Menyimpan perasaan negatif


Seperti beberapa petunjuk yang disebutkan di atas, jika Anda menemukan pasangan hidup dengan perasaan negatif yang intens, seperti perasaan bersalah, malu, penuh penyesalan, ingin bunuh diri, itu karena ia tidak dapat menahan diri melakukan sesuatu yang dia tahu itu salah, bukan hanya untuknya tetapi juga untuk orang yang dicintainya.
okezone.com

Monday, March 29, 2010

Pria Tak Suka Nonton Porno, Mustahil

Mencari pria yang tidak pernah mengenal dan menonton pornografi pada zaman yang serba modern ini tampaknya semakin sulit. Hal itu setidaknya telah dibuktikan oleh para ilmuwan di Montreal, Kanada.

Para ahli di Universitas Montreal, belum lama ini, mencari pria yang belum pernah mengenal dan menikmati film atau gambar-gambar porno. Namun, upaya pencarian mereka tak kunjung membuahkan hasil. Rencananya, para ilmuwan ini akan menggelar riset membandingkan pandangan pria pada usia 20-an yang belum pernah mengenal pornografi dengan pria yang biasa menikmati pornografi.

Proyek penelitian ini pun akhirnya gagal pada tahap awal karena para peneliti tidak kunjung menemukan satu pria pun yang tidak pernah menggunakan pornografi.

"Kami mengawali riset dengan mencari pria berusia 20-an yang tidak pernah menikmati pornografi. Tetapi, kami tidak bisa menemukan satu pun," ujar Profesor Simon Louis Lajeunesse.

Walaupun gagal mencapai tujuan awal penelitian, tim yang dipimpin Prof Lajeunesse tetap melakukan riset. Mereka pun meneliti kebiasaan para pria muda dalam menggunakan pornografi. Prof Lajeunesse melakukan wawancara dengan 20 mahasiswa pria heteroseksual yang biasa menikmati pornografi.

Riset menunjukkan, mereka rata-rata mulai menonton pornografi pada usia 10 tahun.  Sekitar 90 persen menikmatinya melalui internet, sedangkan 10 persen lainnya berasal dari toko penjual film.

Pria yang masih bujangan menyaksikan film atau gambar porno rata-rata 40 menit, tiga kali dalam seminggu. Sedangkan yang sudah berpacaran menikmatinya 1,7 kali dalam sepekan selama sekitar 20 menit.

Riset juga menemukan, pria hanya menonton materi pornografi yang cocok dengan selera dan citra seksualnya. Mereka juga menghindari materi yang dianggap menjijikkan atau bersifat ofensif.

Prof Lajeunesse menyatakan, dari penelitian kecil ini dapat dilihat bahwa pornografi tidak memberikan efek negarif pada seksualitas.  "Tidak ada subyek yang memiliki patologis seksual.  Faktanya, pratik seksual mereka cukup konvensional. Pornografi tidak mengubah persepsi tentang wanita atau suatu hubungan di mana mereka menginginkan semuanya sedapat mungkin lebih harmonis dan memuaskan," ungkapnya.

KOMPAS.com 

Pria Tak Suka Nonton Porno, Mustahil

Mencari pria yang tidak pernah mengenal dan menonton pornografi pada zaman yang serba modern ini tampaknya semakin sulit. Hal itu setidaknya telah dibuktikan oleh para ilmuwan di Montreal, Kanada.

Para ahli di Universitas Montreal, belum lama ini, mencari pria yang belum pernah mengenal dan menikmati film atau gambar-gambar porno. Namun, upaya pencarian mereka tak kunjung membuahkan hasil. Rencananya, para ilmuwan ini akan menggelar riset membandingkan pandangan pria pada usia 20-an yang belum pernah mengenal pornografi dengan pria yang biasa menikmati pornografi.

Proyek penelitian ini pun akhirnya gagal pada tahap awal karena para peneliti tidak kunjung menemukan satu pria pun yang tidak pernah menggunakan pornografi.

"Kami mengawali riset dengan mencari pria berusia 20-an yang tidak pernah menikmati pornografi. Tetapi, kami tidak bisa menemukan satu pun," ujar Profesor Simon Louis Lajeunesse.

Walaupun gagal mencapai tujuan awal penelitian, tim yang dipimpin Prof Lajeunesse tetap melakukan riset. Mereka pun meneliti kebiasaan para pria muda dalam menggunakan pornografi. Prof Lajeunesse melakukan wawancara dengan 20 mahasiswa pria heteroseksual yang biasa menikmati pornografi.

Riset menunjukkan, mereka rata-rata mulai menonton pornografi pada usia 10 tahun.  Sekitar 90 persen menikmatinya melalui internet, sedangkan 10 persen lainnya berasal dari toko penjual film.

Pria yang masih bujangan menyaksikan film atau gambar porno rata-rata 40 menit, tiga kali dalam seminggu. Sedangkan yang sudah berpacaran menikmatinya 1,7 kali dalam sepekan selama sekitar 20 menit.

Riset juga menemukan, pria hanya menonton materi pornografi yang cocok dengan selera dan citra seksualnya. Mereka juga menghindari materi yang dianggap menjijikkan atau bersifat ofensif.

Prof Lajeunesse menyatakan, dari penelitian kecil ini dapat dilihat bahwa pornografi tidak memberikan efek negarif pada seksualitas.  "Tidak ada subyek yang memiliki patologis seksual.  Faktanya, pratik seksual mereka cukup konvensional. Pornografi tidak mengubah persepsi tentang wanita atau suatu hubungan di mana mereka menginginkan semuanya sedapat mungkin lebih harmonis dan memuaskan," ungkapnya.

KOMPAS.com 

Thursday, March 25, 2010

Tak Semua Patah Tulang Bisa Dilihat Foto Sinar X

KOMPAS.com — Foto dengan menggunakan sinar X umum dipakai untuk menegakkan diagnosis adanya fraktur (patah) tulang yang tidak bisa terlihat. Akan tetapi, fraktur yang terjadi di bagian panggul dan pinggul sering kali tidak bisa terdeteksi oleh sinar X.

Sejumlah peneliti dari Duke University, Inggris, mengingatkan para dokter yang hanya bergantung pada standar foto rontgen terhadap kemungkinan terjadinya kesalahan diagnosis.

Dalam pengamatan yang dilakukan terhadap hasil foto rontgen 92 pasien menggunakan pemindaian tulang yang lebih detail, seperti MRI (magnetic resonance imaging), mereka menemukan 35 patahan tulang yang tak terlihat oleh foto rontgen.

"Saat ini, diagnosis patah tulang akibat kasus trauma umumnya diawali dan diakhiri dengan foto rontgen, termasuk pada patah tulang panggul, pelvis, atau keduanya. Pada beberapa kasus, melihat fraktur akibat trauma lebih sulit," kata Dr Charles Spritzer, ketua peneliti.

Spritzer dan timnya menyarankan, penggunaan MRI, seperti halnya foto rontgen, seharusnya dilakukan, khususnya pada pasien patah tulang panggul yang sebagian besar adalah orang tua yang risiko komplikasi dan kematiannya lebih besar.

"Diagnosis yang akurat pada kasus patah tulang panggul dan pelvis bisa mempercepat pertolongan pada pasien apabila diharuskan untuk operasi. Hal ini juga bisa mengurangi periode pasien di rumah sakit," kata Spritzer.

Fraktur pada tulang memiliki tanda pembengkakan atau memar di sekitar tulang, deformasi (perubahan bentuk) anggota tubuh, nyeri setempat yang makin terasa ketika bagian yang terkena digerakkan atau ditekan, serta tidak berfungsinya bagian yang cedera.

Patah tulang panggul dan pelvis 90 persen terjadi pada pasien yang berusia di atas 65 tahun. Dalam proses penuaan, tulang akan kehilangan mineral dan kepadatannya menurun. Menurunnya kepadatan secara bertahap akan melemahkan tulang sehingga mudah patah.

Tak Semua Patah Tulang Bisa Dilihat Foto Sinar X

KOMPAS.com — Foto dengan menggunakan sinar X umum dipakai untuk menegakkan diagnosis adanya fraktur (patah) tulang yang tidak bisa terlihat. Akan tetapi, fraktur yang terjadi di bagian panggul dan pinggul sering kali tidak bisa terdeteksi oleh sinar X.

Sejumlah peneliti dari Duke University, Inggris, mengingatkan para dokter yang hanya bergantung pada standar foto rontgen terhadap kemungkinan terjadinya kesalahan diagnosis.

Dalam pengamatan yang dilakukan terhadap hasil foto rontgen 92 pasien menggunakan pemindaian tulang yang lebih detail, seperti MRI (magnetic resonance imaging), mereka menemukan 35 patahan tulang yang tak terlihat oleh foto rontgen.

"Saat ini, diagnosis patah tulang akibat kasus trauma umumnya diawali dan diakhiri dengan foto rontgen, termasuk pada patah tulang panggul, pelvis, atau keduanya. Pada beberapa kasus, melihat fraktur akibat trauma lebih sulit," kata Dr Charles Spritzer, ketua peneliti.

Spritzer dan timnya menyarankan, penggunaan MRI, seperti halnya foto rontgen, seharusnya dilakukan, khususnya pada pasien patah tulang panggul yang sebagian besar adalah orang tua yang risiko komplikasi dan kematiannya lebih besar.

"Diagnosis yang akurat pada kasus patah tulang panggul dan pelvis bisa mempercepat pertolongan pada pasien apabila diharuskan untuk operasi. Hal ini juga bisa mengurangi periode pasien di rumah sakit," kata Spritzer.

Fraktur pada tulang memiliki tanda pembengkakan atau memar di sekitar tulang, deformasi (perubahan bentuk) anggota tubuh, nyeri setempat yang makin terasa ketika bagian yang terkena digerakkan atau ditekan, serta tidak berfungsinya bagian yang cedera.

Patah tulang panggul dan pelvis 90 persen terjadi pada pasien yang berusia di atas 65 tahun. Dalam proses penuaan, tulang akan kehilangan mineral dan kepadatannya menurun. Menurunnya kepadatan secara bertahap akan melemahkan tulang sehingga mudah patah.

Wednesday, March 24, 2010

Laki-laki Tak Suka Perempuan Kurus dan Gemuk

VIVAnews - Sebuah pertanyaan, kira-kira laki-laki akan memilih perempuan dengan berat badan normal, kurus, atau gendut?

Sejumlah peneliti dari University of St Andrews, Skotlandia, menguji pertanyaan ini melalui penelitian. Saat sekelompok mahasiswa diundang, 84 mahasiswa perempuan ditanya tentang kesehatan mereka. Setelah mereka mengukur tekanan darah, lalu mereka difoto.

Kemudian, sejumlah laki-laki diperlihatkan foto-foto itu dan diminta untuk menilainya. Hasilnya, mayoritas laki-laki muda itu lebih suka murid perempuan dengan berat badan normal. Dalam studi ini, siswa perempuan dengan berat badan normal sehat dinilai tertinggi untuk daya tarik laki-laki.

Dari hasil studi ini bisa menjadikan acuan bagi para perempuan, tubuh ramping bisa meningkatkan kepercayaan diri. Apalagi bagi Anda yang sedang memburu pria untuk dijadikan pasangan.

Hal ini harus menjadi pertimbangan perempuan muda. Para perempuan harus percaya mereka bisa mendapatkan tubuh dengan berat badan ideal. “Mereka harus mendapatkan tubuh lebih ramping agar menjadi menarik,” katanya.

Para peneliti ini berharap para perempuan percaya dengan hasil penelitian yang dilakukan terhadap para pria berusia antara 18 dan 26 tahun ini. Dari hasil penelitiannya, sebagian besar tertarik pada perempuan dengan berat badan normal, daripada model-model peran kurus seperti Paris Hilton atau Nicole Richie.

hadi.suprapto@vivanews.com

Laki-laki Tak Suka Perempuan Kurus dan Gemuk

VIVAnews - Sebuah pertanyaan, kira-kira laki-laki akan memilih perempuan dengan berat badan normal, kurus, atau gendut?

Sejumlah peneliti dari University of St Andrews, Skotlandia, menguji pertanyaan ini melalui penelitian. Saat sekelompok mahasiswa diundang, 84 mahasiswa perempuan ditanya tentang kesehatan mereka. Setelah mereka mengukur tekanan darah, lalu mereka difoto.

Kemudian, sejumlah laki-laki diperlihatkan foto-foto itu dan diminta untuk menilainya. Hasilnya, mayoritas laki-laki muda itu lebih suka murid perempuan dengan berat badan normal. Dalam studi ini, siswa perempuan dengan berat badan normal sehat dinilai tertinggi untuk daya tarik laki-laki.

Dari hasil studi ini bisa menjadikan acuan bagi para perempuan, tubuh ramping bisa meningkatkan kepercayaan diri. Apalagi bagi Anda yang sedang memburu pria untuk dijadikan pasangan.

Hal ini harus menjadi pertimbangan perempuan muda. Para perempuan harus percaya mereka bisa mendapatkan tubuh dengan berat badan ideal. “Mereka harus mendapatkan tubuh lebih ramping agar menjadi menarik,” katanya.

Para peneliti ini berharap para perempuan percaya dengan hasil penelitian yang dilakukan terhadap para pria berusia antara 18 dan 26 tahun ini. Dari hasil penelitiannya, sebagian besar tertarik pada perempuan dengan berat badan normal, daripada model-model peran kurus seperti Paris Hilton atau Nicole Richie.

hadi.suprapto@vivanews.com

Kenapa Pria Kadang Tak Bisa Menahan Nafsu

Pria memiliki tingkat hormon seksual yang tinggi, yang merupakan bagian penting sebagai insting untuk bereproduksi dan bertahan hidup. Masing-masing pria memiliki keinginan yang berbeda terhadap berbagai macam wanita dan tidak selalu hanya memerhatikan kecantikan fisik. Tentu saja ada pria yang bernafsu melihat wanita yang tidak terlalu cantik karena hal semacam ini merupakan insting utama yang sangat subyektif dan berbeda bagi tiap manusia.

Kenapa Pria Kadang Tak Bisa Menahan Nafsu

Pria memiliki tingkat hormon seksual yang tinggi, yang merupakan bagian penting sebagai insting untuk bereproduksi dan bertahan hidup. Masing-masing pria memiliki keinginan yang berbeda terhadap berbagai macam wanita dan tidak selalu hanya memerhatikan kecantikan fisik. Tentu saja ada pria yang bernafsu melihat wanita yang tidak terlalu cantik karena hal semacam ini merupakan insting utama yang sangat subyektif dan berbeda bagi tiap manusia.

Agar Konsumsi Probiotik Tak Sia-sia

KOMPAS.com - Probiotik atau bakteri baik sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Beragam riset telah membuktikan kaitan antara pencernaan yang sehat dengan daya tahan tubuh.

Kebiasaan mengonsumsi bakteri baik tentu akan menguntungkan karena mereka adalah antibiotika alami yang dapat menjaga keutuhan dinding usus, proses metabolisme, serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Agar probiotik dapat bekerja dengan baik dalam tubuh, ia harus memenuhi sejumlah syarat. Dr Risa Anwar, Head of Medical Department PT Merck menjelaskan sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh probiotik.

Salah satu syaratnya adalah probiotik mesti dikonsumsi dalam keadaan hidup dan tetap hidup sampai di usus halus dan usus besar. Ini artinya, diperlukan ketahanan probiotik dalam menghadapi berbagai rintangan mulai dari mulut, asam lambung, empedu, sebelum akhirnya masuk ke dalam usus.

Kriteria probiotik yang baik tidak berhenti sampai di situ. Sesampai di usus, lanjut dr Risa, probiotik harus mampu melekat di dinding usus, membentuk koloni dan tetap hidup. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mensyaratkan bakteri baik yang boleh dikonsumsi manusia adalah yang jenisnya aman dan umum pada manusia.

"Di dunia ini ada ribuan jenis bakteri baik, namun tak bisa semuanya dikonsumsi manusia," kata dr Risa di Jakarta, Rabu (24/3/2010).

Karena probiotik tidak bisa ditambahkan dari bahan makanan, ia harus disuplementasi dari luar. Saat ini di pasaran tersedia berbagai jenis probiotik, mulai dari yang diminum, makanan, powder, kapsul, juga tablet.

Untuk memilih sumber probiotik yang tepat, kata Risa, syarat-syarat bakteri baik tadi, yakni dikonsumsi dalam keadaan hidup dan sanggup melewati hambatan di organ pencernaan, harus menjadi pertimbangan utama.

Probiotik dalam bentuk makanan dan minuman yang berada di pasaran dinilai memiliki sifat yang tidak stabil karena harus disimpan dalam kondisi dingin. Untuk kepraktisan, kini telah tersedia suplemen probiotik dalam bentuk tablet yang dilengkapi salut agar tahan terhadap rintangan di lambung.

Sementara itu pakar kesehatan pencernaan dr.Ari Fahrial Syam, Sp.PD menegaskan, yang terpenting dalam memilih probiotik adalah kemampuannya dalam menempel pada mukosa usus sehingga bisa berkolonisasi dalam saluran cerna. "Karena itu penuhi juga prebiotik, atau makanan probiotik, yang berasal dari serat," ujarnya.

Agar Konsumsi Probiotik Tak Sia-sia

KOMPAS.com - Probiotik atau bakteri baik sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Beragam riset telah membuktikan kaitan antara pencernaan yang sehat dengan daya tahan tubuh.

Kebiasaan mengonsumsi bakteri baik tentu akan menguntungkan karena mereka adalah antibiotika alami yang dapat menjaga keutuhan dinding usus, proses metabolisme, serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Agar probiotik dapat bekerja dengan baik dalam tubuh, ia harus memenuhi sejumlah syarat. Dr Risa Anwar, Head of Medical Department PT Merck menjelaskan sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh probiotik.

Salah satu syaratnya adalah probiotik mesti dikonsumsi dalam keadaan hidup dan tetap hidup sampai di usus halus dan usus besar. Ini artinya, diperlukan ketahanan probiotik dalam menghadapi berbagai rintangan mulai dari mulut, asam lambung, empedu, sebelum akhirnya masuk ke dalam usus.

Kriteria probiotik yang baik tidak berhenti sampai di situ. Sesampai di usus, lanjut dr Risa, probiotik harus mampu melekat di dinding usus, membentuk koloni dan tetap hidup. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mensyaratkan bakteri baik yang boleh dikonsumsi manusia adalah yang jenisnya aman dan umum pada manusia.

"Di dunia ini ada ribuan jenis bakteri baik, namun tak bisa semuanya dikonsumsi manusia," kata dr Risa di Jakarta, Rabu (24/3/2010).

Karena probiotik tidak bisa ditambahkan dari bahan makanan, ia harus disuplementasi dari luar. Saat ini di pasaran tersedia berbagai jenis probiotik, mulai dari yang diminum, makanan, powder, kapsul, juga tablet.

Untuk memilih sumber probiotik yang tepat, kata Risa, syarat-syarat bakteri baik tadi, yakni dikonsumsi dalam keadaan hidup dan sanggup melewati hambatan di organ pencernaan, harus menjadi pertimbangan utama.

Probiotik dalam bentuk makanan dan minuman yang berada di pasaran dinilai memiliki sifat yang tidak stabil karena harus disimpan dalam kondisi dingin. Untuk kepraktisan, kini telah tersedia suplemen probiotik dalam bentuk tablet yang dilengkapi salut agar tahan terhadap rintangan di lambung.

Sementara itu pakar kesehatan pencernaan dr.Ari Fahrial Syam, Sp.PD menegaskan, yang terpenting dalam memilih probiotik adalah kemampuannya dalam menempel pada mukosa usus sehingga bisa berkolonisasi dalam saluran cerna. "Karena itu penuhi juga prebiotik, atau makanan probiotik, yang berasal dari serat," ujarnya.

Makan Telur, Agar Tak Cepat Pikun

KOMPAS.com - Para peneliti mengatakan, sejumlah permainan seperti teka teki silang, scrabble, atau latihan seperti yoga, jalan kaki, bahkan membiasakan aktif dengan tangan kiri, bisa mempertajam otak.

Namun ada cara lain yang menyenangkan yakni dengan makanan. Siapkan daftar belanja untuk memenuhi keranjang dengan sejumlah makanan yang bisa membantu mempertajam otak.

Dr. Mehmet Oz, pakar kesehatan dari RealAge, merekomendasikan lima jenis makanan yang perlu dikonsumsi setiap hari agar fungsi otak semakin cemerlang:

Blueberry
Senyawa di buah berry menjadi pelindung tubuh dari penyakit Alzheimer dan penuaan dini.

Telur
Makanan favorit saat sarapan ini mengandung selenium, mineral yang membantu fungsi otak tetap terjaga dan awet muda. "Telur juga tinggi protein dan rendah kalori. Telur yang besar mengandung 75 kalori dan 5 gr lemak, serta penuh vitamin A, B, dan D," ujar Claire Williamson, peneliti nutrisi di British Nutrition Foundation.

Mustar
Konsumsi mustar 17 miligram sehari atau satu sendok makan, bisa membantu tubuh mengaktivasi gen yang mengontrol pembersihan sel limbah dalam otak.

SalmonIkan Salmon memiliki kandungan asam lemak Omega-3 yang dibutuhkan untuk mencegah penuaan dini.

Sayuran hijauKonsumsi sayuran hijau yang memiliki kandungan karotin, seperti kol, tiga kali sehari. Makanan ini bisa membantu tubuh untuk mengurangi kemunduran mental karena faktor usia.

Makan Telur, Agar Tak Cepat Pikun

KOMPAS.com - Para peneliti mengatakan, sejumlah permainan seperti teka teki silang, scrabble, atau latihan seperti yoga, jalan kaki, bahkan membiasakan aktif dengan tangan kiri, bisa mempertajam otak.

Namun ada cara lain yang menyenangkan yakni dengan makanan. Siapkan daftar belanja untuk memenuhi keranjang dengan sejumlah makanan yang bisa membantu mempertajam otak.

Dr. Mehmet Oz, pakar kesehatan dari RealAge, merekomendasikan lima jenis makanan yang perlu dikonsumsi setiap hari agar fungsi otak semakin cemerlang:

Blueberry
Senyawa di buah berry menjadi pelindung tubuh dari penyakit Alzheimer dan penuaan dini.

Telur
Makanan favorit saat sarapan ini mengandung selenium, mineral yang membantu fungsi otak tetap terjaga dan awet muda. "Telur juga tinggi protein dan rendah kalori. Telur yang besar mengandung 75 kalori dan 5 gr lemak, serta penuh vitamin A, B, dan D," ujar Claire Williamson, peneliti nutrisi di British Nutrition Foundation.

Mustar
Konsumsi mustar 17 miligram sehari atau satu sendok makan, bisa membantu tubuh mengaktivasi gen yang mengontrol pembersihan sel limbah dalam otak.

SalmonIkan Salmon memiliki kandungan asam lemak Omega-3 yang dibutuhkan untuk mencegah penuaan dini.

Sayuran hijauKonsumsi sayuran hijau yang memiliki kandungan karotin, seperti kol, tiga kali sehari. Makanan ini bisa membantu tubuh untuk mengurangi kemunduran mental karena faktor usia.

Kenapa Penis Tak Sekeras Dulu


Ada beberapa alasan. Hidrasi, rangsangan kurang yang diberikan oleh pasangan, konsumsi alkohol, dan perubahan sensitivitas pada organ. Hal-hal tersebut dapat memengaruhi kualitas ereksi pria. Ketahuilah bahwa pasanganmu juga memegang peran dalam kualitas ereksi bahwa dia bisa berusaha memenuhi fantasi seksualmu sehingga gairahmu terstimulasi dan ereksi menjadi lebih baik.
Diambil dari Kompas.Com kolom Dr Love

Kenapa Penis Tak Sekeras Dulu


Ada beberapa alasan. Hidrasi, rangsangan kurang yang diberikan oleh pasangan, konsumsi alkohol, dan perubahan sensitivitas pada organ. Hal-hal tersebut dapat memengaruhi kualitas ereksi pria. Ketahuilah bahwa pasanganmu juga memegang peran dalam kualitas ereksi bahwa dia bisa berusaha memenuhi fantasi seksualmu sehingga gairahmu terstimulasi dan ereksi menjadi lebih baik.
Diambil dari Kompas.Com kolom Dr Love

Orgasme Saat Tidur Tak Mimpi

KOMPAS.com — “Saya seorang istri berumur 29 tahun, menikah dua tahun lalu, mempunyai satu anak. Hubungan seksual kami berlangsung baik, saya cukup puas. Masalahnya, kadang-kadang saya merasakan orgasme sewaktu tidur, terutama kalau suami sedang bertugas ke luar kota.

Pengalaman seperti itu saya rasakan setelah berusia 20 tahun. Kadang-kadang saya merasakan orgasme sewaktu tidur, sampai terjaga. Padahal, saya tak bermimpi dan tidak melakukan masturbasi ataupun memikirkan tentang seks.  

Pertanyaan saya, apakah hal itu normal dan biasa terjadi pada wanita? karena sepengetahuan saya, orgasme bisa terjadi kalau ada hubungan seksual atau dengan sengaja melakukan masturbasi.

Pengalaman ini tidak mengganggu. Saya hanya ingin mendapatkan penjelasan sehingga saya mengerti tentang pengalaman tersebut.”

Y.T., Makassar


"Nocturnal orgasm"
Peristiwa seksual yang Anda alami bukanlah sesuatu yang aneh atau tidak biasa. Kejadian itu juga dialami oleh orang lain, baik pria maupun wanita. Peristiwa itu disebut nocturnal orgasm, yang berarti orgasme yang terjadi malam hari, sewaktu tidur. Pada pria biasanya disertai dengan ejakulasi, yaitu keluarnya sperma, yang disebut nocturnal ejaculation.

Orgasme yang terjadi pada saat tidur juga merupakan puncak reaksi seksual, sama seperti orgasme yang terjadi karena hubungan seksual atau aktivitas seksual lainnya.
Reaksi seksual muncul karena ada rangsangan seksual, baik fisik maupun psikis. Rangsangan seksual yang diterima selama tidur juga dapat berbentuk rangsangan fisik maupun psikis.

Rangsangan fisik yang diterima saat tidur dapat berupa rangsangan yang tidak disengaja pada bagian tubuh peka rangsangan, misalnya rangsangan dari pakaian, selimut, atau guling. Kalau rangsangan psikis, misalnya mimpi erotis yang muncul dari akumulasi rangsangan seksual yang pernah diterima sebelumnya, baik fisik ataupun psikis.

Sekitar 50 persen wanita
Orgasme selama tidur malam pernah dialami oleh hampir semua pria, dan oleh lebih 50 persen wanita. Ternyata, wanita yang sudah pernah mengalami orgasme lebih besar kemungkinannya mengalami orgasme malam hari dibandingkan dengan wanita yang belum pernah mengalami orgasme.

Perbedaan persentase antara pria dan wanita disebabkan antara lain oleh perbedaan anatomi kelamin pria dan wanita, yang memungkinkan pria lebih mudah dan lebih sering menerima rangsangan secara fisik langsung pada kelamin.

Orgasme selama tidur malam bukan hanya terjadi pada mereka yang belum menikah, tetapi juga dialami oleh mereka yang sudah menikah. Ini terjadi bila, karena sesuatu hal, pasangan itu tidak dapat melakukan aktivitas seksual, padahal sudah terjadi reaksi seksual akibat rangsangan seksual yang diterima sebelumnya, apakah berupa rangsangan psikis ataupun rangsangan fisik.

Kalau Anda mengalami peristiwa itu, khususnya bila suami sedang pergi ke luar kota, itu merupakan sesuatu yang wajar. Akumulasi rangsangan seksual yang tidak diekspresikan dalam bentuk hubungan seksual menyebabkan terjadi pelepasan seksual dalam bentuk orgasme ketika tidur.

Jadi, memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari peristiwa itu, apalagi Anda sendiri menyadari bahwa peristiwa seksual itu tidak mengganggu. @

Konsultasi dijawab Prof, Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp And.

Orgasme Saat Tidur Tak Mimpi

KOMPAS.com — “Saya seorang istri berumur 29 tahun, menikah dua tahun lalu, mempunyai satu anak. Hubungan seksual kami berlangsung baik, saya cukup puas. Masalahnya, kadang-kadang saya merasakan orgasme sewaktu tidur, terutama kalau suami sedang bertugas ke luar kota.

Pengalaman seperti itu saya rasakan setelah berusia 20 tahun. Kadang-kadang saya merasakan orgasme sewaktu tidur, sampai terjaga. Padahal, saya tak bermimpi dan tidak melakukan masturbasi ataupun memikirkan tentang seks.  

Pertanyaan saya, apakah hal itu normal dan biasa terjadi pada wanita? karena sepengetahuan saya, orgasme bisa terjadi kalau ada hubungan seksual atau dengan sengaja melakukan masturbasi.

Pengalaman ini tidak mengganggu. Saya hanya ingin mendapatkan penjelasan sehingga saya mengerti tentang pengalaman tersebut.”

Y.T., Makassar


"Nocturnal orgasm"
Peristiwa seksual yang Anda alami bukanlah sesuatu yang aneh atau tidak biasa. Kejadian itu juga dialami oleh orang lain, baik pria maupun wanita. Peristiwa itu disebut nocturnal orgasm, yang berarti orgasme yang terjadi malam hari, sewaktu tidur. Pada pria biasanya disertai dengan ejakulasi, yaitu keluarnya sperma, yang disebut nocturnal ejaculation.

Orgasme yang terjadi pada saat tidur juga merupakan puncak reaksi seksual, sama seperti orgasme yang terjadi karena hubungan seksual atau aktivitas seksual lainnya.
Reaksi seksual muncul karena ada rangsangan seksual, baik fisik maupun psikis. Rangsangan seksual yang diterima selama tidur juga dapat berbentuk rangsangan fisik maupun psikis.

Rangsangan fisik yang diterima saat tidur dapat berupa rangsangan yang tidak disengaja pada bagian tubuh peka rangsangan, misalnya rangsangan dari pakaian, selimut, atau guling. Kalau rangsangan psikis, misalnya mimpi erotis yang muncul dari akumulasi rangsangan seksual yang pernah diterima sebelumnya, baik fisik ataupun psikis.

Sekitar 50 persen wanita
Orgasme selama tidur malam pernah dialami oleh hampir semua pria, dan oleh lebih 50 persen wanita. Ternyata, wanita yang sudah pernah mengalami orgasme lebih besar kemungkinannya mengalami orgasme malam hari dibandingkan dengan wanita yang belum pernah mengalami orgasme.

Perbedaan persentase antara pria dan wanita disebabkan antara lain oleh perbedaan anatomi kelamin pria dan wanita, yang memungkinkan pria lebih mudah dan lebih sering menerima rangsangan secara fisik langsung pada kelamin.

Orgasme selama tidur malam bukan hanya terjadi pada mereka yang belum menikah, tetapi juga dialami oleh mereka yang sudah menikah. Ini terjadi bila, karena sesuatu hal, pasangan itu tidak dapat melakukan aktivitas seksual, padahal sudah terjadi reaksi seksual akibat rangsangan seksual yang diterima sebelumnya, apakah berupa rangsangan psikis ataupun rangsangan fisik.

Kalau Anda mengalami peristiwa itu, khususnya bila suami sedang pergi ke luar kota, itu merupakan sesuatu yang wajar. Akumulasi rangsangan seksual yang tidak diekspresikan dalam bentuk hubungan seksual menyebabkan terjadi pelepasan seksual dalam bentuk orgasme ketika tidur.

Jadi, memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari peristiwa itu, apalagi Anda sendiri menyadari bahwa peristiwa seksual itu tidak mengganggu. @

Konsultasi dijawab Prof, Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp And.

Tuesday, March 23, 2010

Rahim Diangkat, Tak Berpengaruh terhadap Seks



KOMPAS.com — "Empat bulan lalu istri dioperasi pengangkatan rahim karena ada miom yang sudah besar dan membuatnya kesakitan. Sejak selesai operasi sampai sekarang, saya dan istri tidak pernah berhubungan seks. Setiap saya mau berhubungan, istri menolak dengan alasan tidak ingin atau takut sakit atau takut saya tidak puas.

Apa alasan sebenarnya? Mengapa istri sepertinya malas berhubungan seks? Apa benar pengangkatan rahim membuat istri jadi tak ingin berhubungan seks? Apa benar sakit setelah rahim diangkat? Apa benar alasannya takut saya tidak puas?"
T.K, Bekasi


Tidak ada hubungan
Pertanyaan Anda tentang apa alasan sebenarnya yang membuat istri sepertinya malas berhubungan seks hanya dapat dijawab oleh istri Anda sendiri. Tentu, diperlukan komunikasi yang baik dan terbuka.

Ini yang tidak selalu mudah dilakukan oleh suami-istri yang sedang mengalami masalah seksual. Oleh karena itulah, dalam hal ini acap kali diperlukan orang ketiga, khususnya tenaga ahli, untuk mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi.

Operasi yang dialami istri Anda harus jelas diketahui, apakah hanya pengangkatan rahim atau juga dengan kedua indung telurnya. Pengangkatan rahim saja seharusnya tidak menimbulkan akibat buruk apa pun dalam kaitannya dengan fungsi seksual. Namun, hal itu berbeda bila indung telur juga diangkat, apalagi kalau keduanya.

Pengangkatan rahim tidak mengganggu fungsi seksual karena hubungan seksual tak ada kaitannya dengan rahim. Hubungan seksual berlangsung di dalam vagina, yang tidak banyak dipengaruhi oleh pengangkatan rahim.

Lain halnya kalau kedua indung telur istri diangkat, istri Anda akan mengalami penurunan kadar hormon seks secara tajam, yaitu estrogen, progesteron, dan testosteron. Kalau ini terjadi, fungsi seksual akan terganggu.

Hal ini akan memunculkan gangguan berupa hilangnya gairah seksual dan terhambatnya perlendiran vagina, yang akhirnya menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seks. Rasa sakit tidak hanya akan dialami oleh istri, tetapi juga oleh Anda.

Apakah ini yang dialami istri, inilah yang harus dipastikan. Mungkin saja istri mengalami penurunan gairah seksual sehingga malas berhubungan seks. Bukan tidak mungkin istri hanya mengalami pengangkatan rahim. Namun, karena kurangnya informasi yang benar, istri beranggapan salah seolah-olah dia akan mengalami masalah kalau berhubungan. Akibatnya, dia malas melakukannya, takut sakit, dan takut Anda tidak puas.

Saya sarankan agar istri dan Anda berkonsultasi lebih lanjut dan mendapat pemeriksaan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Konsultasi dijawab oleh Prof.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And

Rahim Diangkat, Tak Berpengaruh terhadap Seks



KOMPAS.com — "Empat bulan lalu istri dioperasi pengangkatan rahim karena ada miom yang sudah besar dan membuatnya kesakitan. Sejak selesai operasi sampai sekarang, saya dan istri tidak pernah berhubungan seks. Setiap saya mau berhubungan, istri menolak dengan alasan tidak ingin atau takut sakit atau takut saya tidak puas.

Apa alasan sebenarnya? Mengapa istri sepertinya malas berhubungan seks? Apa benar pengangkatan rahim membuat istri jadi tak ingin berhubungan seks? Apa benar sakit setelah rahim diangkat? Apa benar alasannya takut saya tidak puas?"
T.K, Bekasi


Tidak ada hubungan
Pertanyaan Anda tentang apa alasan sebenarnya yang membuat istri sepertinya malas berhubungan seks hanya dapat dijawab oleh istri Anda sendiri. Tentu, diperlukan komunikasi yang baik dan terbuka.

Ini yang tidak selalu mudah dilakukan oleh suami-istri yang sedang mengalami masalah seksual. Oleh karena itulah, dalam hal ini acap kali diperlukan orang ketiga, khususnya tenaga ahli, untuk mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi.

Operasi yang dialami istri Anda harus jelas diketahui, apakah hanya pengangkatan rahim atau juga dengan kedua indung telurnya. Pengangkatan rahim saja seharusnya tidak menimbulkan akibat buruk apa pun dalam kaitannya dengan fungsi seksual. Namun, hal itu berbeda bila indung telur juga diangkat, apalagi kalau keduanya.

Pengangkatan rahim tidak mengganggu fungsi seksual karena hubungan seksual tak ada kaitannya dengan rahim. Hubungan seksual berlangsung di dalam vagina, yang tidak banyak dipengaruhi oleh pengangkatan rahim.

Lain halnya kalau kedua indung telur istri diangkat, istri Anda akan mengalami penurunan kadar hormon seks secara tajam, yaitu estrogen, progesteron, dan testosteron. Kalau ini terjadi, fungsi seksual akan terganggu.

Hal ini akan memunculkan gangguan berupa hilangnya gairah seksual dan terhambatnya perlendiran vagina, yang akhirnya menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seks. Rasa sakit tidak hanya akan dialami oleh istri, tetapi juga oleh Anda.

Apakah ini yang dialami istri, inilah yang harus dipastikan. Mungkin saja istri mengalami penurunan gairah seksual sehingga malas berhubungan seks. Bukan tidak mungkin istri hanya mengalami pengangkatan rahim. Namun, karena kurangnya informasi yang benar, istri beranggapan salah seolah-olah dia akan mengalami masalah kalau berhubungan. Akibatnya, dia malas melakukannya, takut sakit, dan takut Anda tidak puas.

Saya sarankan agar istri dan Anda berkonsultasi lebih lanjut dan mendapat pemeriksaan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Konsultasi dijawab oleh Prof.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And