Friday, April 2, 2010

Bilasan Santan Bisa Menghilangkan Ketombe

Bingung karena belum menemukan bahan yang tepat untuk merawat rambut Anda? Mungkin Anda bisa mencoba santan kelapa. Tidak hanya lezat sebagai bumbu masak, kelapa juga baik untuk merawat kecantikan serta kesehatan rambut. Berikut tiga manfaat kelapa:

* Memperlambat pertumbuhan uban. Ada sebagian orang yang beruban di usia yang tidak seharusnya. Penyebabnya banyak, seperti stres atau shampo yang tidak cocok. Menghilangkan uban tentu bisa dilakukan dengan mengecat rambut. Namun pencegahan tentunya lebih efektif, bukan?

Dengan santan kelapa, kemunculan uban dapat ditunda. Bahkan jika sudah terlanjut pun, kelapa masih dapat mengurangi jumlah uban yang mungkin bertambah. Orang dulu biasanya memarut kelapa yang sudah tua, dan memerasnya sampai keluar santan. Santan itu akan ditambahkan garam dan diembunkan semalam. Esoknya tinggal dioleskan pada rambut.

* Menghilangkan ketombe. Tidak sekadar mengurangi keindahan rambut, ketombe juga membuat kulit kepala lecet karena gatal. Kita juga tidak akan terlihat cantik karena sering menggaruk kepala. Air kelapa yang mengandung tanin bisa menjadi antibakteri dan vitamin C yang mampu menghilangkan ketombe. Jika dipadu degnan nanas dan jeruk nipis, ramuan ini akan lebih sempurna. Untuk membuat ramuan sendiri, Anda membutuhkan setengah butir kelapa tua dan seperempat nanas mengkal. Parut keduanya dan ambil airnya. Tambahkan perasan satu buah jeruk nipis dan biarkan selama 15 menit. Jika Anda keramas dengan ramuan ini seminggu sekali, ketombe niscaya akan hilang.

* Melembabkan rambut. Memiliki rambut kering memang tidak menyenangkan karena mudah patah. Untuk mengatasinya, rambut harus dilembabkan. Air kelapa dapat digunakan untuk melembabkan rambut. Kandungan vitamin C pada air kelapa bisa mengurangi minyak sekaligus memberi kelembaban. Cara membuat ramuannya adalah dengan mencampur air kelapa dari kelapa yang tidak begitu tua dengan air biasa. Perbandingannya satu banding satu. Basuhkan ke rambut setiap habis keramas.

KOMPAS.com

Bilasan Santan Bisa Menghilangkan Ketombe

Bingung karena belum menemukan bahan yang tepat untuk merawat rambut Anda? Mungkin Anda bisa mencoba santan kelapa. Tidak hanya lezat sebagai bumbu masak, kelapa juga baik untuk merawat kecantikan serta kesehatan rambut. Berikut tiga manfaat kelapa:

* Memperlambat pertumbuhan uban. Ada sebagian orang yang beruban di usia yang tidak seharusnya. Penyebabnya banyak, seperti stres atau shampo yang tidak cocok. Menghilangkan uban tentu bisa dilakukan dengan mengecat rambut. Namun pencegahan tentunya lebih efektif, bukan?

Dengan santan kelapa, kemunculan uban dapat ditunda. Bahkan jika sudah terlanjut pun, kelapa masih dapat mengurangi jumlah uban yang mungkin bertambah. Orang dulu biasanya memarut kelapa yang sudah tua, dan memerasnya sampai keluar santan. Santan itu akan ditambahkan garam dan diembunkan semalam. Esoknya tinggal dioleskan pada rambut.

* Menghilangkan ketombe. Tidak sekadar mengurangi keindahan rambut, ketombe juga membuat kulit kepala lecet karena gatal. Kita juga tidak akan terlihat cantik karena sering menggaruk kepala. Air kelapa yang mengandung tanin bisa menjadi antibakteri dan vitamin C yang mampu menghilangkan ketombe. Jika dipadu degnan nanas dan jeruk nipis, ramuan ini akan lebih sempurna. Untuk membuat ramuan sendiri, Anda membutuhkan setengah butir kelapa tua dan seperempat nanas mengkal. Parut keduanya dan ambil airnya. Tambahkan perasan satu buah jeruk nipis dan biarkan selama 15 menit. Jika Anda keramas dengan ramuan ini seminggu sekali, ketombe niscaya akan hilang.

* Melembabkan rambut. Memiliki rambut kering memang tidak menyenangkan karena mudah patah. Untuk mengatasinya, rambut harus dilembabkan. Air kelapa dapat digunakan untuk melembabkan rambut. Kandungan vitamin C pada air kelapa bisa mengurangi minyak sekaligus memberi kelembaban. Cara membuat ramuannya adalah dengan mencampur air kelapa dari kelapa yang tidak begitu tua dengan air biasa. Perbandingannya satu banding satu. Basuhkan ke rambut setiap habis keramas.

KOMPAS.com

Menghilangkan Lipatan Bekas Bantal pada Wajah

Sel kulit mengandung cairan yang berperan sebagai bantalan untuk membuat kulit terlihat berisi. Ketika Anda membenamkan wajah ke bantal dalam waktu lama, cairan pada sel kulit diserap oleh tubuh. Jadi, begitu Anda terbangun, sel kulit secara gradual membengkak karena kebanyakan cairan. Hal inilah yang menyebabkan kerutan atau lipatan pada wajah, kata Lydia Evan, dermatologist di Chappaqua, New York.
Namun, jangan khawatir, ada cara paktis menghilangkan bekas ini sehingga wajah kembali segar. Caranya, percikkan air hangat di wajah, lanjutkan dengan memijat wajah dengan pelembab. Air hangat mempercepat proses ini dengan meningkatkan aliran darah ke area wajah. Pelembab fungsinya adalah untuk mengembalikan kelembaban kulit. Sementara memijatnya perlahan membantu menghilangkan kerutan pada kulit secara manual dan alami.
Memilih bantal yang tepat bisa mengurangi efek pada wajah seperti ini meski efek tersebut bisa hilang dengan sendirinya. Gunakan bantal yang lembut dengan sarung satin daripada yang berbahan katun. Bahan satin lebih aman untuk kulit karena tidak akan menimbulkan bekas pada wajah dari bantal yang Anda gunakan.

KOMPAS.com

Menghilangkan Lipatan Bekas Bantal pada Wajah

Sel kulit mengandung cairan yang berperan sebagai bantalan untuk membuat kulit terlihat berisi. Ketika Anda membenamkan wajah ke bantal dalam waktu lama, cairan pada sel kulit diserap oleh tubuh. Jadi, begitu Anda terbangun, sel kulit secara gradual membengkak karena kebanyakan cairan. Hal inilah yang menyebabkan kerutan atau lipatan pada wajah, kata Lydia Evan, dermatologist di Chappaqua, New York.
Namun, jangan khawatir, ada cara paktis menghilangkan bekas ini sehingga wajah kembali segar. Caranya, percikkan air hangat di wajah, lanjutkan dengan memijat wajah dengan pelembab. Air hangat mempercepat proses ini dengan meningkatkan aliran darah ke area wajah. Pelembab fungsinya adalah untuk mengembalikan kelembaban kulit. Sementara memijatnya perlahan membantu menghilangkan kerutan pada kulit secara manual dan alami.
Memilih bantal yang tepat bisa mengurangi efek pada wajah seperti ini meski efek tersebut bisa hilang dengan sendirinya. Gunakan bantal yang lembut dengan sarung satin daripada yang berbahan katun. Bahan satin lebih aman untuk kulit karena tidak akan menimbulkan bekas pada wajah dari bantal yang Anda gunakan.

KOMPAS.com

Perih Setelah Hubungan Seksual

”Istri saya saat ini sedang hamil empat bulan. Kehidupan seks kami sangat normal, bahkan kadang-kadang justru istri yang meminta. Cuma, istri saya pernah mengeluhkan tentang keputihan yang ia alami. Keputihannya tidak berbau, tetapi kental seperti ingus dan sedikit bergelembung. Apakah keputihan ini berbahaya?

Istri juga sering merasakan perih di kelamin ketika membasuhnya setelah melakukan hubungan seksual. Padahal, dia bisa merasakan nikmat. Mengapa terjadi seperti ini? Meskipun perih ini tidak terlalu sakit, sebagai suami, saya merasa tidak tega.”

T., Jakarta


Luka Lecet
Sebenarnya keputihan ada dua macam, yaitu keputihan yang normal (fisiologis) dan keputihan yang tidak normal (patologis). Keputihan yang normal biasanya tidak berbau, agak kental sampai cair seperti putih telur, dan tidak disertai gejala lain. Sebaliknya, keputihan yang disebabkan oleh penyakit biasanya berbau, berwarna tertentu, dan disertai gejala lain seperti gatal.

Untuk menentukan apakah keputihan yang dialami oleh istri Anda normal atau merupakan gejala penyakit, tentu diperlukan pemeriksaan yang benar. Pada kehamilan, sering terjadi keputihan yang normal seperti itu.

Mengenai rasa perih yang dialami istri tampaknya disebabkan luka lecet kecil yang terjadi akibat hubungan seksual. Sebenarnya kejadian ini bukan sesuatu yang aneh, walaupun mestinya tidak harus terjadi.

Mungkin kejadian ini disebabkan oleh perlendiran vagina yang tidak cukup terjadi, sehingga tekanan penis terjadi lebih langsung ke dinding vagina. Mungkin juga karena hubungan seksual berlangsung lama, sehingga gesekan penis ke vagina juga lebih lama terjadi.

Kemungkinan lain, akibat bentuk bagian perut yang berubah karena kehamilan, penis lebih menekan bagian luar kelamin, sehingga menimbulkan kelecetan. Bisa juga karena tekanan yang terlalu kuat selama hubungan seksual berlangsung.     

Untuk mengatasinya, cobalah hindari kemungkinan penyebab di atas. Umumnya kelecetan itu cepat sembuh, dan tidak menimbulkan infeksi lebih lanjut. @

Konsultasi Dijawab Prof DR.dr Wimpie Pangkahila Sp.And

KOMPAS.com

Perih Setelah Hubungan Seksual

”Istri saya saat ini sedang hamil empat bulan. Kehidupan seks kami sangat normal, bahkan kadang-kadang justru istri yang meminta. Cuma, istri saya pernah mengeluhkan tentang keputihan yang ia alami. Keputihannya tidak berbau, tetapi kental seperti ingus dan sedikit bergelembung. Apakah keputihan ini berbahaya?

Istri juga sering merasakan perih di kelamin ketika membasuhnya setelah melakukan hubungan seksual. Padahal, dia bisa merasakan nikmat. Mengapa terjadi seperti ini? Meskipun perih ini tidak terlalu sakit, sebagai suami, saya merasa tidak tega.”

T., Jakarta


Luka Lecet
Sebenarnya keputihan ada dua macam, yaitu keputihan yang normal (fisiologis) dan keputihan yang tidak normal (patologis). Keputihan yang normal biasanya tidak berbau, agak kental sampai cair seperti putih telur, dan tidak disertai gejala lain. Sebaliknya, keputihan yang disebabkan oleh penyakit biasanya berbau, berwarna tertentu, dan disertai gejala lain seperti gatal.

Untuk menentukan apakah keputihan yang dialami oleh istri Anda normal atau merupakan gejala penyakit, tentu diperlukan pemeriksaan yang benar. Pada kehamilan, sering terjadi keputihan yang normal seperti itu.

Mengenai rasa perih yang dialami istri tampaknya disebabkan luka lecet kecil yang terjadi akibat hubungan seksual. Sebenarnya kejadian ini bukan sesuatu yang aneh, walaupun mestinya tidak harus terjadi.

Mungkin kejadian ini disebabkan oleh perlendiran vagina yang tidak cukup terjadi, sehingga tekanan penis terjadi lebih langsung ke dinding vagina. Mungkin juga karena hubungan seksual berlangsung lama, sehingga gesekan penis ke vagina juga lebih lama terjadi.

Kemungkinan lain, akibat bentuk bagian perut yang berubah karena kehamilan, penis lebih menekan bagian luar kelamin, sehingga menimbulkan kelecetan. Bisa juga karena tekanan yang terlalu kuat selama hubungan seksual berlangsung.     

Untuk mengatasinya, cobalah hindari kemungkinan penyebab di atas. Umumnya kelecetan itu cepat sembuh, dan tidak menimbulkan infeksi lebih lanjut. @

Konsultasi Dijawab Prof DR.dr Wimpie Pangkahila Sp.And

KOMPAS.com

Wednesday, March 31, 2010

10 Teknik Merayu untuk Pria & Wanita

INGIN melewatkan kencan dengan cerita sukses dan bahagia? Tempat kencan romantis dan busana memikat saja tidak cukup. Masih banyak pendukung lain agar Anda berhasil merayu dan semakin dekat dengan si dia.

Sebuah buku berjudul “How to Make Anyone Fall in Love With You” yang dikutip Times of India menawarkan beberapa tip yang akan membantu Anda merayu pasangan. Dan tentunya, membuat siapapun jatuh cinta pada Anda.

Tatap mata

Rumusan perayu andal tidak memerlukan apa-apa selain menatap matanya dan tetap terpaku lebih lama dari yang diperlukan. Ini adalah teknik yang baik untuk pria, sebab wanita selalu ingin merasa bahwa seorang pria benar-benar terpesona dengannya.

Senyuman maut

Senyuman sederhana adalah cara paling efektif untuk memenangkan kencan Anda. Sebuah senyum lembut akan menjadi pendekatan paling tepat untuk merayunya.

Kencan mahal

Untuk pria, ajak kekasih Anda makan di sebuah restoran mahal dengan dekorasi elegan dan suasana romantis. Cara ini akan sangat efektif karena wanita cenderung menilai seorang pria pada tempat kencan pertama Anda membawanya.

Busana berkualitas

Cara berpakaian juga sangat penting. Anda harus berpakaian pantas dan menunjukkan bahwa Anda pria berkelas karena wanita menyukai pria yang mengenakan pakaian berkualitas. Di sisi lain, wanita perlu berbusana memikat, tetapi tidak dengan cara vulgar.

Mata bermain

Saat ngobrol dengan si dia, biarkan mata Anda melakukan “perjalanan”, tetapi di awal pastikan hanya di bagian yang aman, seperti wajah dan matanya.

Cari tahu kencan favoritnya

Sebelum pergi kencan, pertama mencari tahu bentuk kencan apa yang menarik minat si dia. Jika perlu lakukan kencan penuh petualang.

Berbagi kenyamanan

Untuk mengesankan teman kencan, Anda perlu berbagi keyakinan dan menunjukkan bahwa Anda merasa dekat dengannya. Perhatikan reaksinya lalu tunjukkan emosi yang sama, seperti kaget, tertawa, penuh kasih sayang, dan lain-lain.

Tanyakan perasaannya

Tip paling berharga bagi pria, apa pun bentuk kencan Anda, tanyakan pertanyaan sederhana, "Bagaimana perasaan Anda tentang kencan ini?". Wanita senang berbicara tentang perasaan mereka dan bisa dipastikan ia akan selalu menanggapinya dengan antusias.

Selera humor baik

Teknik penting lainnya untuk wanita, pastikan Anda tertawa dengan lelucon yang ia lontarkan, dan ketika berada dalam suatu kelompok, jadilah orang yang pertama untuk tertawa. Ini membawa Anda lebih dekat dengannya.

Tertarik dengan ceritanya

Untuk pria, waktu ideal untuk mengajak seorang wanita kencan adalah ketika dia telah mengatakan sesuatu yang relevan dengan kepribadiannya. Misalnya, jika dia mengatakan sesuatu yang spiritual, katakan bahwa Anda ingin mendengar lebih banyak tentang hal itu, mungkin saat makan malam
 
okezone.com