Showing posts with label makanan sehat. Show all posts
Showing posts with label makanan sehat. Show all posts

Saturday, April 10, 2010

Durian, Si Manis yang Baik untuk Kulit

Sebagian orang menjauhinya, sebagian orang sangat gemar dengan buah yang satu ini. Aroma buahnya untuk sebagian orang, sama sekali tidak bisa ditolerir. Salah seorang rekan Kompas Female bahkan akan merasa mual-mual dan pusing hanya karena mencium sedikit aromanya. Kulitnya, yang berduri tajam pun kadang mengintimidasi dan membuat orang yang ingin mencicipinya agak kesulitan dan sudah mundur duluan. Tapi, buah yang unik dan hanya bisa didapat di daerah Asia ini menyimpan kandungan yang baik untuk kecantikan.

Buah yang juga dijuluki King of Fruit (Rajanya buah-buahan) ini bisa jadi akan menjadi salah satu bahan yang dicari untuk kecantikan kulit. Jangan melihat bagian kulit durian yang tajam menakuti Anda. Khasiat baik yang ada di durian berada pada daging lembutnya. Bagian daging durian yang berwarna kekuningan, lembut, creamy, dan manis ini mengandung minyak yang bisa membantu hidrasi, antioksidan yang baik untuk proteksi kulit, serta gula alami yang menguatkan membran sel untuk mencegah mengeringnya kelembaban, plus mengurangi radang pada kulit.

Memang masih diperlukan penelitian-penelitian lebih mendalam mengenai khasiat buah yang satu ini. Bahkan Howard Murad, MD, penemu lini kosmetik Murad, menggunakan durian sebagai salah satu bahan untuk kosmetiknya, Murad Intensive Wrinkle Reducer for Eyes. Sementara, masih dikatakan bahwa durian memiliki kandungan dan digunakan sebagai bagian dari bahan kosmetik topikal (dioleskan pada kulit). Belum ada penjelasan mendetail apakah khasiatnya sama jika dikonsumsi, dan seberapa banyak yang aman dikonsumsi. Murad mengatakan bahwa buah ini memiliki potensi yang baik untuk digunakan sebagai bahan pada produk kecantikan kulit.

KOMPAS.com

Durian, Si Manis yang Baik untuk Kulit

Sebagian orang menjauhinya, sebagian orang sangat gemar dengan buah yang satu ini. Aroma buahnya untuk sebagian orang, sama sekali tidak bisa ditolerir. Salah seorang rekan Kompas Female bahkan akan merasa mual-mual dan pusing hanya karena mencium sedikit aromanya. Kulitnya, yang berduri tajam pun kadang mengintimidasi dan membuat orang yang ingin mencicipinya agak kesulitan dan sudah mundur duluan. Tapi, buah yang unik dan hanya bisa didapat di daerah Asia ini menyimpan kandungan yang baik untuk kecantikan.

Buah yang juga dijuluki King of Fruit (Rajanya buah-buahan) ini bisa jadi akan menjadi salah satu bahan yang dicari untuk kecantikan kulit. Jangan melihat bagian kulit durian yang tajam menakuti Anda. Khasiat baik yang ada di durian berada pada daging lembutnya. Bagian daging durian yang berwarna kekuningan, lembut, creamy, dan manis ini mengandung minyak yang bisa membantu hidrasi, antioksidan yang baik untuk proteksi kulit, serta gula alami yang menguatkan membran sel untuk mencegah mengeringnya kelembaban, plus mengurangi radang pada kulit.

Memang masih diperlukan penelitian-penelitian lebih mendalam mengenai khasiat buah yang satu ini. Bahkan Howard Murad, MD, penemu lini kosmetik Murad, menggunakan durian sebagai salah satu bahan untuk kosmetiknya, Murad Intensive Wrinkle Reducer for Eyes. Sementara, masih dikatakan bahwa durian memiliki kandungan dan digunakan sebagai bagian dari bahan kosmetik topikal (dioleskan pada kulit). Belum ada penjelasan mendetail apakah khasiatnya sama jika dikonsumsi, dan seberapa banyak yang aman dikonsumsi. Murad mengatakan bahwa buah ini memiliki potensi yang baik untuk digunakan sebagai bahan pada produk kecantikan kulit.

KOMPAS.com

Saturday, April 3, 2010

Makanan Berlemak Bisa Jadi Candu

SI kecil hobi menyantap makanan cepat saji saat Anda mengajaknya ke mal. Hati-hati, salah satu jenis makanan berlemak itu bisa menimbulkan kecanduan sama seperti heroin dan kokain pada tubuhnya.

Minuman soda, cheese cake, ataupun ayam goreng dapat membuat si kecil gempal, dan selanjutnya, mengubahnya menjadi seorang pecandu. Sebuah studi baru menemukan bahwa makanan lezat dan berlemak bisa mendatangkan kecanduan, seperti halnya kokain dan heroin. Demikian seperti okezone nukil dari Nydailynews.

Para ilmuwan Florida mencari penyebab obesitas dengan membiarkan tikus laboratorium menggerogoti cake manis, daging babi, dan sosis. Hasilnya, mereka menemukan bahwa tikus-tikus tersebut mengalami ketagihan, seperti diteliti responnya pada otak tikus-tikus.

Untuk mempertahankan asupan tinggi lemak, tikus-tikus tersebut diberikan lebih banyak lagi makanan tinggi lemak, hingga mereka mengalami obesitas selama proses penelitian.

Salah seorang peneliti, Paul Kenny dari Scripps Research Institute mengatakan, ia menduga perubahan kimiawi yang terjadi pada tikus ketika mengonsumsi makanan tidak sehat, juga mungkin terjadi pada manusia.

"Ada sistem dalam otak yang sudah diaktifkan atau terlalu aktif, dan itu mengendalikan tubuh pada tingkat bawah sadar. Obesitas merupakan bentuk kompulsif dari kebiasaan makan," tulisnya dalam dalam jurnal Nature Neuroscience.

Dan seperti pecandu heroin, tikus pecandu makanan tidak terhalang oleh ancaman sakit. Seperti ketika para peneliti merangsang kaki tikus dengan sengatan listrik, mereka tidak merasa kesakitan, dan hanya berhenti dari aktivitas menggerogoti makanan. "Perhatian mereka hanya berfokus pada mengkonsumsi makanan," kata Kenny.

Temuan ilmuwan Scripps seperti apa yang coba digambarkan Dr Gene-Jack Wang dari Long Island's Brookhaven National Laboratory. "Kita membuat makanan kita sangat mirip dengan kokain sekarang," katanya pada health.com. "Kita ‘membersihkan’ makanan. Nenek moyang kita makan biji-bijian, tapi kita makan roti putih. Indian Amerika makan jagung, kita makan sirup jagung."

Dua pertiga orang dewasa Amerika dan sepertiga anak-anak diyakini menjadi gemuk atau kelebihan berat badan. Kondisi ini menyebabkan pemerintah Amerika Serikat harus menanggung biaya sekitar USD150 miliar setiap tahunnya.
 
okezone.com

Makanan Berlemak Bisa Jadi Candu

SI kecil hobi menyantap makanan cepat saji saat Anda mengajaknya ke mal. Hati-hati, salah satu jenis makanan berlemak itu bisa menimbulkan kecanduan sama seperti heroin dan kokain pada tubuhnya.

Minuman soda, cheese cake, ataupun ayam goreng dapat membuat si kecil gempal, dan selanjutnya, mengubahnya menjadi seorang pecandu. Sebuah studi baru menemukan bahwa makanan lezat dan berlemak bisa mendatangkan kecanduan, seperti halnya kokain dan heroin. Demikian seperti okezone nukil dari Nydailynews.

Para ilmuwan Florida mencari penyebab obesitas dengan membiarkan tikus laboratorium menggerogoti cake manis, daging babi, dan sosis. Hasilnya, mereka menemukan bahwa tikus-tikus tersebut mengalami ketagihan, seperti diteliti responnya pada otak tikus-tikus.

Untuk mempertahankan asupan tinggi lemak, tikus-tikus tersebut diberikan lebih banyak lagi makanan tinggi lemak, hingga mereka mengalami obesitas selama proses penelitian.

Salah seorang peneliti, Paul Kenny dari Scripps Research Institute mengatakan, ia menduga perubahan kimiawi yang terjadi pada tikus ketika mengonsumsi makanan tidak sehat, juga mungkin terjadi pada manusia.

"Ada sistem dalam otak yang sudah diaktifkan atau terlalu aktif, dan itu mengendalikan tubuh pada tingkat bawah sadar. Obesitas merupakan bentuk kompulsif dari kebiasaan makan," tulisnya dalam dalam jurnal Nature Neuroscience.

Dan seperti pecandu heroin, tikus pecandu makanan tidak terhalang oleh ancaman sakit. Seperti ketika para peneliti merangsang kaki tikus dengan sengatan listrik, mereka tidak merasa kesakitan, dan hanya berhenti dari aktivitas menggerogoti makanan. "Perhatian mereka hanya berfokus pada mengkonsumsi makanan," kata Kenny.

Temuan ilmuwan Scripps seperti apa yang coba digambarkan Dr Gene-Jack Wang dari Long Island's Brookhaven National Laboratory. "Kita membuat makanan kita sangat mirip dengan kokain sekarang," katanya pada health.com. "Kita ‘membersihkan’ makanan. Nenek moyang kita makan biji-bijian, tapi kita makan roti putih. Indian Amerika makan jagung, kita makan sirup jagung."

Dua pertiga orang dewasa Amerika dan sepertiga anak-anak diyakini menjadi gemuk atau kelebihan berat badan. Kondisi ini menyebabkan pemerintah Amerika Serikat harus menanggung biaya sekitar USD150 miliar setiap tahunnya.
 
okezone.com

Wednesday, March 31, 2010

Susu Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak

Anda masih mencari cara agar bisa tidur berkualitas 7 hingga 8 jam sehari? Cara termudah adalah hentikan makan berat 90 menit sebelum waktu tidur Anda. Jika merasa lapar, maka ambil makanan ringan yang menyehatkan. Atur juga takarannya, jangan lebih dari 200 kalori. Berikut daftar makanan yang bermanfaat meredakan ketegangan otot dan menenangkan pikiran.

1. Pisang
Buah ini menjadi pil tidur paling praktis. Pisang mengandung melatonin dan tryptophan (yang akan berubah menjadi serotonin) untuk membantu Anda tertidur. "Melatonin adalah hormon yang memberi sinyal pada otak bahwa inilah waktu bagi tubuh untuk beristirahat sepanjang malam," papar Esther B Horn, pakar diet dan nutrisi holistik di New York. Buah ini juga mengandung magnesium, yang berfungsi membuat otot rileks dan membantu menghilangkan stres dan ketegangan fisik lain.

2. Teh "chamomile"

Chamomile merupakan bahan dasar campuran teh untuk penyajian menjelang waktu tidur. Kesejukannya memberikan efek ketenangan yang natural untuk melepaskan beban pikiran dan tubuh.

3. Susu hangat
Menjelang tidur, anak-anak biasanya diberi susu oleh ibunya. Ternyata, ini bukan sekadar iming-iming ala anak kecil. Susu mengandung tryptophan, yang dapat memicu pelepasan melatonin secara alami ke dalam sistem tubuh. Melatonin mengatur jam biologis kita, dan membantu kita tertidur dan mencapai kondisi lelap.

4. Madu
Campurkan madu dalam susu hangat atau teh herbal, dan minum sebelum tidur. Kandungan gula yang tinggi memang mampu menstimulasi kerja otak. Namun, jumlah glukosa rendah bisa membuat otak lebih rileks dan meningkatkan kewaspadaan.

5. Kentang
Kentang dan ubi adalah tanaman umbi yang tidak akan membuat gula darah melonjak, dan bahkan membantu mengusir asam yang mengeblok tryptophan. Seperti Anda ketahui sebelumnya, tryptophan membantu tubuh untuk lebih rileks. Makanlah kentang panggang dalam porsi kecil untuk membantu Anda menguap lebar dan mulai mengantuk.

6. "Oatmeal"
Oat merupakan sumber makanan penyebab kantuk terbesar dibandingkan lainnya. Makanan ini tak hanya menghangatkan perut, tetapi juga kaya serat, yang membuat Anda merasa kenyang sebelum naik ke tempat tidur. Semangkuk oat yang dimasak juga menjadi sumber melatonin yang baik.

7. "Almond"

Segenggam almond yang baik untuk jantung bisa menyebabkan Anda terlelap karena kandungan tryptophan dan magnesium.

8. Roti gandum utuh
Sepotong roti gandum yang dimakan bersama teh dan madu bisa melepaskan insulin yang bisa membantu tryptophan cepat menuju otak. Saat zat ini bercampur dengan serotonin, bersiaplah untuk menguap dan beranjak ke tempat tidur.

KOMPAS.com

Susu Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak

Anda masih mencari cara agar bisa tidur berkualitas 7 hingga 8 jam sehari? Cara termudah adalah hentikan makan berat 90 menit sebelum waktu tidur Anda. Jika merasa lapar, maka ambil makanan ringan yang menyehatkan. Atur juga takarannya, jangan lebih dari 200 kalori. Berikut daftar makanan yang bermanfaat meredakan ketegangan otot dan menenangkan pikiran.

1. Pisang
Buah ini menjadi pil tidur paling praktis. Pisang mengandung melatonin dan tryptophan (yang akan berubah menjadi serotonin) untuk membantu Anda tertidur. "Melatonin adalah hormon yang memberi sinyal pada otak bahwa inilah waktu bagi tubuh untuk beristirahat sepanjang malam," papar Esther B Horn, pakar diet dan nutrisi holistik di New York. Buah ini juga mengandung magnesium, yang berfungsi membuat otot rileks dan membantu menghilangkan stres dan ketegangan fisik lain.

2. Teh "chamomile"

Chamomile merupakan bahan dasar campuran teh untuk penyajian menjelang waktu tidur. Kesejukannya memberikan efek ketenangan yang natural untuk melepaskan beban pikiran dan tubuh.

3. Susu hangat
Menjelang tidur, anak-anak biasanya diberi susu oleh ibunya. Ternyata, ini bukan sekadar iming-iming ala anak kecil. Susu mengandung tryptophan, yang dapat memicu pelepasan melatonin secara alami ke dalam sistem tubuh. Melatonin mengatur jam biologis kita, dan membantu kita tertidur dan mencapai kondisi lelap.

4. Madu
Campurkan madu dalam susu hangat atau teh herbal, dan minum sebelum tidur. Kandungan gula yang tinggi memang mampu menstimulasi kerja otak. Namun, jumlah glukosa rendah bisa membuat otak lebih rileks dan meningkatkan kewaspadaan.

5. Kentang
Kentang dan ubi adalah tanaman umbi yang tidak akan membuat gula darah melonjak, dan bahkan membantu mengusir asam yang mengeblok tryptophan. Seperti Anda ketahui sebelumnya, tryptophan membantu tubuh untuk lebih rileks. Makanlah kentang panggang dalam porsi kecil untuk membantu Anda menguap lebar dan mulai mengantuk.

6. "Oatmeal"
Oat merupakan sumber makanan penyebab kantuk terbesar dibandingkan lainnya. Makanan ini tak hanya menghangatkan perut, tetapi juga kaya serat, yang membuat Anda merasa kenyang sebelum naik ke tempat tidur. Semangkuk oat yang dimasak juga menjadi sumber melatonin yang baik.

7. "Almond"

Segenggam almond yang baik untuk jantung bisa menyebabkan Anda terlelap karena kandungan tryptophan dan magnesium.

8. Roti gandum utuh
Sepotong roti gandum yang dimakan bersama teh dan madu bisa melepaskan insulin yang bisa membantu tryptophan cepat menuju otak. Saat zat ini bercampur dengan serotonin, bersiaplah untuk menguap dan beranjak ke tempat tidur.

KOMPAS.com

Tuesday, March 30, 2010

Makanan Penghalau Stres

Saat stres melanda dan ingin memperoleh kenyamanan dengan makanan, menjauhlah dari es krim dan makanan berlemak. Lemak tinggi memang membuat perasaan membaik selama beberapa saat, tapi selanjutnya justru membuat semakin stres.

Patricia Bannan, MS, RD, penulis buku 'Eat Right When Time Is Tight' memberi tips bagaimana menghindari stres di berbagai keadaan dengan makanan sehat rendah kalori.

Teh HerbalRasakan tubuh kian ramping dengan cepat dengan minum secangkir teh herbal hangat atau dingin. Aroma peppermint, spearmint, dan chamomile dapat mengurangi gas dalam tubuh Anda sehingga peminumnya akan merasa tenang.

Kacang PistachioSyaraf yang tegang di tempat kerja bisa dihilangkan dengan segenggam kacang pistachio. Penelitian menemukan pistachio mengurangi respons tubuh terhadap stres dengan mengurangi tekanan darah. Uniknya, 30 butir pistachio hanya mengandung sekitar 100 kalori, 200 kalori lebih sedikit daripada makanan kecil kebanyakan.

Kentang atau Ubi Jalar
Sulap masa-masa menjengkelkan sebelum menstruasi menjadi lebih menyenangkan dengan makan kentang atau ubi jalar dengan segelas susu kedelai. Wanita yang berada mengalami sindrom pra-menstruasi cenderung memiliki tingkat darah rendah kalsium dan magnesium.

Bannan mengatakan, Ubi jalar merupakan sumber magnesium yang baik, dan mengurangi retensi air yang berlebihan serta meningkatkan mood. Sedangkan susu kedelai mengandung kalsium serta vitamin B12, yang meningkatkan kadar serotonin, yang menciptakan perasaan bahagia.

Sup Miju-miju
Minum sup miju-miju atau kacang lentil yang kaya asam folat untuk meningkatkan memori dan menurunkan kadar homosistein, yang berpotensi merusak asam amino. Mereka yang mengalami penurunan kadar homosistein biasanya cenderung gelisah dan lemas.

VIVAnews

Makanan Penghalau Stres

Saat stres melanda dan ingin memperoleh kenyamanan dengan makanan, menjauhlah dari es krim dan makanan berlemak. Lemak tinggi memang membuat perasaan membaik selama beberapa saat, tapi selanjutnya justru membuat semakin stres.

Patricia Bannan, MS, RD, penulis buku 'Eat Right When Time Is Tight' memberi tips bagaimana menghindari stres di berbagai keadaan dengan makanan sehat rendah kalori.

Teh HerbalRasakan tubuh kian ramping dengan cepat dengan minum secangkir teh herbal hangat atau dingin. Aroma peppermint, spearmint, dan chamomile dapat mengurangi gas dalam tubuh Anda sehingga peminumnya akan merasa tenang.

Kacang PistachioSyaraf yang tegang di tempat kerja bisa dihilangkan dengan segenggam kacang pistachio. Penelitian menemukan pistachio mengurangi respons tubuh terhadap stres dengan mengurangi tekanan darah. Uniknya, 30 butir pistachio hanya mengandung sekitar 100 kalori, 200 kalori lebih sedikit daripada makanan kecil kebanyakan.

Kentang atau Ubi Jalar
Sulap masa-masa menjengkelkan sebelum menstruasi menjadi lebih menyenangkan dengan makan kentang atau ubi jalar dengan segelas susu kedelai. Wanita yang berada mengalami sindrom pra-menstruasi cenderung memiliki tingkat darah rendah kalsium dan magnesium.

Bannan mengatakan, Ubi jalar merupakan sumber magnesium yang baik, dan mengurangi retensi air yang berlebihan serta meningkatkan mood. Sedangkan susu kedelai mengandung kalsium serta vitamin B12, yang meningkatkan kadar serotonin, yang menciptakan perasaan bahagia.

Sup Miju-miju
Minum sup miju-miju atau kacang lentil yang kaya asam folat untuk meningkatkan memori dan menurunkan kadar homosistein, yang berpotensi merusak asam amino. Mereka yang mengalami penurunan kadar homosistein biasanya cenderung gelisah dan lemas.

VIVAnews

Aneka Khasiat Cabai Rawit

Cabai rawit memang pedas. Namun, pendamping tempe goreng ini memiliki banyak khasiat pengobatan. Bukan cuma rematik, radang beku atau frostbite yang sering terjadi di daerah ketinggian atau bersalju itu pun bisa diatasi.

Cabai rawit kadang ditanam orang di pekarangan sebagai tanaman sayur atau tumbuh liar di tegalan dan tanah kosong yang telantar. Tanaman budidaya ini berasal dari daerah Amerika tropis, lebih suka tumbuh di daerah kering, serta ditemukan pada ketinggian 0,5-1.250 m di atas permukaan laut.

Buahnya digunakan orang sebagai sayuran, bumbu masak, acar, dan asinan. Daun mudanya biasa dikukus untuk dijadikan lalap.

Tanaman bernama Latin Capsicum frutescens ini terdiri atas tiga varietas. Pertama, cengek leutik. Buahnya kecil, berwarna hijau, dan berdiri tegak pada tangkainya. Kedua, jenis cengek domba (cengek bodas). Buahnya lebih besar dari cengek leutik, berwarna putih, dan menjadi jingga pada saat masak. Ketiga, ceplik. Buahnya besar, berwarna hijau, dan menjadi merah pada saat tua.

Berdasarkan teori pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM), tanaman bernama Cina La jiao ini mempunyai rasa pedas, sifatnya panas, dan masuk dalam meridian jantung dan pankreas.

Menurut Dr Budi Sugiarto Widjaja, TCM, dari Klinik Beijing, Jakarta, cabai rawit merah berkhasiat sebagai tonik dan stimulan kuat untuk jantung dan aliran darah, juga obat rematik. Gilingan cabai rawit dapat menghancurkan bekuan darah (antikoagulan) dan mengatasi gangguan rematik dan radang beku. Cabai rawit bisa meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit, peluruh kentut (karminatif), serta peluruh keringat (diaforetik), air liur, dan air kencing (diuretik).

Mengandung Antioksidan
Menurut Dr Setiawan Dalimartha, anggota Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) DKI Jakarta, di dalam buah cabai rawit terkandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid atsiri, resin, minyak menguap, serta vitamin A dan C. Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat melancarkan aliran darah serta sebagai pemati rasa kulit.

Biji tanaman bernama daerah lombok jempling (Madura), cabe rawit (Jawa), leudeu jarum (Gayo), rica halus (Manado), metrek wakfoh (Papua) ini, kata Dr Setiawan, mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine, dan steroid saponin (kapsisidin). Kandungan terakhir ini berkhasiat sebagai antibiotik.
Saat disantap, rasa pedas di lidah dapat menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiate endogen). Hasilnya, rasa sakit hilang dan timbul perasaan lebih sehat. Pada sistem reproduksi, sifatnya yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk.

Salah satu hasil penelitian, kata Dr Setiawan, cabai rawit diketahui memiliki khasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis) dan menurunkan kadar kolestrol. Satu hal lagi, banyaknya kandungan zat antioksidan (seperti vitamin C dan betakaroten), dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

Masalahnya, tidak setiap orang boleh mengonsumsi cabai rawit secara berlebihan. Pengidap sakit tenggorokan, sakit mata, dan penderita gangguan saluran pencernaan, kata Dr Setiawan, tidak dianjurkan mengonsumsi cabai rawit.

Penelitian yang dilakukan Tyas Ekowati Prasetyoningsih dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Jawa Timur, pada 1987, menyebutkan, ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit. Daya hambat ekstrak cabai rawit 1 mg/ml setara dengan 6,20 mcg/ml nistatin dalam formamid.

Dr Setiawan menambahkan, cabai rawit indikasinya digunakan untuk menambah nafsu makan, menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis, mengurangi batuk berdahak, dan meredakan migrain.

Empat Resep Ramuan La Jiao
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan khasiat cabai rawit. Bisa dengan cara merebusnya atau dibuat bubuk dan pil. Untuk pemakaian luar, cukup dengan merebusnya, lalu uapnya dipakai memanaskan bagian tubuh yang sakit.

Cara lain, kata Dr Setiawan, dengan menggiling cabai rawit hingga halus, kemudian membalurkannya di bagian yang sakit. Cara terakhir ini bisa digunakan untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan). Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul.

Berikut empat resep yang ditawarkan Dr Setiawan:
1. Rematik
Bahan: 15 cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih, 1 jeruk nipis
Pemakaian: Cabai rawit digiling hingga halus, jeruk nipis dibelah dua, ambil airnya. Campur gilingan cabai, kapur sirih, dan perasan jeruk nipis, aduk hingga rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit. Lakukan hingga penyakit sembuh.

2. Sakit perut
Bahan: 15 gr daun muda cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih
Pemakaian: Cuci bersih daun cabai, giling hingga halus. Tambahkan kapur sirih, aduk hingga rata. Balurkan ramuan pada bagian perut yang sakit. Lakukan pengobatan 1-2 kali saja.

3. Kaki dan tangan lemas (lumpuh)
Bahan: 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang cakar ayam, 60 gr kacang tanah, 6 butir hungcao
Pemakaian: Bersihkan semua bahan, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyaknya hingga bahan-bahan terendam kira-kira 1 cm di atasnya. Ramuan tersebut dimasak dengan cara ditim. Setelah dingin, saring airnya, minum sehari dua kali, masing-masing setengah dari ramuan tersebut.

4. Frostbite
Bahan: 5 cabai rawit segar
Pemakaian: Buang biji cabai rawit, giling hingga halus. Balurkan ke bagian yang sakit.

KOMPAS.com

Aneka Khasiat Cabai Rawit

Cabai rawit memang pedas. Namun, pendamping tempe goreng ini memiliki banyak khasiat pengobatan. Bukan cuma rematik, radang beku atau frostbite yang sering terjadi di daerah ketinggian atau bersalju itu pun bisa diatasi.

Cabai rawit kadang ditanam orang di pekarangan sebagai tanaman sayur atau tumbuh liar di tegalan dan tanah kosong yang telantar. Tanaman budidaya ini berasal dari daerah Amerika tropis, lebih suka tumbuh di daerah kering, serta ditemukan pada ketinggian 0,5-1.250 m di atas permukaan laut.

Buahnya digunakan orang sebagai sayuran, bumbu masak, acar, dan asinan. Daun mudanya biasa dikukus untuk dijadikan lalap.

Tanaman bernama Latin Capsicum frutescens ini terdiri atas tiga varietas. Pertama, cengek leutik. Buahnya kecil, berwarna hijau, dan berdiri tegak pada tangkainya. Kedua, jenis cengek domba (cengek bodas). Buahnya lebih besar dari cengek leutik, berwarna putih, dan menjadi jingga pada saat masak. Ketiga, ceplik. Buahnya besar, berwarna hijau, dan menjadi merah pada saat tua.

Berdasarkan teori pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM), tanaman bernama Cina La jiao ini mempunyai rasa pedas, sifatnya panas, dan masuk dalam meridian jantung dan pankreas.

Menurut Dr Budi Sugiarto Widjaja, TCM, dari Klinik Beijing, Jakarta, cabai rawit merah berkhasiat sebagai tonik dan stimulan kuat untuk jantung dan aliran darah, juga obat rematik. Gilingan cabai rawit dapat menghancurkan bekuan darah (antikoagulan) dan mengatasi gangguan rematik dan radang beku. Cabai rawit bisa meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit, peluruh kentut (karminatif), serta peluruh keringat (diaforetik), air liur, dan air kencing (diuretik).

Mengandung Antioksidan
Menurut Dr Setiawan Dalimartha, anggota Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) DKI Jakarta, di dalam buah cabai rawit terkandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid atsiri, resin, minyak menguap, serta vitamin A dan C. Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat melancarkan aliran darah serta sebagai pemati rasa kulit.

Biji tanaman bernama daerah lombok jempling (Madura), cabe rawit (Jawa), leudeu jarum (Gayo), rica halus (Manado), metrek wakfoh (Papua) ini, kata Dr Setiawan, mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine, dan steroid saponin (kapsisidin). Kandungan terakhir ini berkhasiat sebagai antibiotik.
Saat disantap, rasa pedas di lidah dapat menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiate endogen). Hasilnya, rasa sakit hilang dan timbul perasaan lebih sehat. Pada sistem reproduksi, sifatnya yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk.

Salah satu hasil penelitian, kata Dr Setiawan, cabai rawit diketahui memiliki khasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis) dan menurunkan kadar kolestrol. Satu hal lagi, banyaknya kandungan zat antioksidan (seperti vitamin C dan betakaroten), dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

Masalahnya, tidak setiap orang boleh mengonsumsi cabai rawit secara berlebihan. Pengidap sakit tenggorokan, sakit mata, dan penderita gangguan saluran pencernaan, kata Dr Setiawan, tidak dianjurkan mengonsumsi cabai rawit.

Penelitian yang dilakukan Tyas Ekowati Prasetyoningsih dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Jawa Timur, pada 1987, menyebutkan, ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit. Daya hambat ekstrak cabai rawit 1 mg/ml setara dengan 6,20 mcg/ml nistatin dalam formamid.

Dr Setiawan menambahkan, cabai rawit indikasinya digunakan untuk menambah nafsu makan, menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis, mengurangi batuk berdahak, dan meredakan migrain.

Empat Resep Ramuan La Jiao
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan khasiat cabai rawit. Bisa dengan cara merebusnya atau dibuat bubuk dan pil. Untuk pemakaian luar, cukup dengan merebusnya, lalu uapnya dipakai memanaskan bagian tubuh yang sakit.

Cara lain, kata Dr Setiawan, dengan menggiling cabai rawit hingga halus, kemudian membalurkannya di bagian yang sakit. Cara terakhir ini bisa digunakan untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan). Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul.

Berikut empat resep yang ditawarkan Dr Setiawan:
1. Rematik
Bahan: 15 cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih, 1 jeruk nipis
Pemakaian: Cabai rawit digiling hingga halus, jeruk nipis dibelah dua, ambil airnya. Campur gilingan cabai, kapur sirih, dan perasan jeruk nipis, aduk hingga rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit. Lakukan hingga penyakit sembuh.

2. Sakit perut
Bahan: 15 gr daun muda cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih
Pemakaian: Cuci bersih daun cabai, giling hingga halus. Tambahkan kapur sirih, aduk hingga rata. Balurkan ramuan pada bagian perut yang sakit. Lakukan pengobatan 1-2 kali saja.

3. Kaki dan tangan lemas (lumpuh)
Bahan: 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang cakar ayam, 60 gr kacang tanah, 6 butir hungcao
Pemakaian: Bersihkan semua bahan, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyaknya hingga bahan-bahan terendam kira-kira 1 cm di atasnya. Ramuan tersebut dimasak dengan cara ditim. Setelah dingin, saring airnya, minum sehari dua kali, masing-masing setengah dari ramuan tersebut.

4. Frostbite
Bahan: 5 cabai rawit segar
Pemakaian: Buang biji cabai rawit, giling hingga halus. Balurkan ke bagian yang sakit.

KOMPAS.com

Monday, March 29, 2010

Aspartam, Si Manis yang Menuai Kontroversi

Pernahkah Anda mendengar kata aspartam? Mungkin masih agak asing di telinga, tetapi tahukah bahwa asparatam adalah salah satu dari pemanis buatan yang telah dipakai secara luas, selain jenis pemanis kimia lain seperti sakarin dan siklamat.

Aspartam memiliki rasa yang lebih manis 180-200 kali dari gula yang biasa.Tak heran apabila pemanis ini banyak sekali dipakai dalam berbagai macam produk, baik makanan maupun minuman.

Aspartam juga kerap disebut sebagai pemanis buatan yang lebih keras daripada biang gula. Padahal, persepsi tentang biang gula itu sendiri masih banyak yang keliru karena kata biang gula belum mendapat kesepakatan, apakah kandungan di dalamnya dan apa yang dimaksud dengan biang gula itu sendiri.

Tak jarang orang banyak yang mengasumsikan pengertian biang gula berbeda-beda. Ada yang menyebut biang gula bukan pemanis buatan dan terdiri dari gula yang belum diproses. Padahal, aspartam yang merupakan pemanis buatan pun sering kali disebut di berbagai artikel sebagai biang gula. Dan, ini berlaku untuk pemanis buatan lainnya, seperti siklamat dan sakarin.

Bahkan, ada juga yang berpikir bahwa gula batulah yang disebut sebagai biang gula. Jadi, apakah akhirnya biang gula itu adalah gula itu sendiri ataukah gula batu ataukah merujuk pada si pemanis buatan? Sampai saat ini belum ada suatu kesepakatan mengenai apa yang disebut dengan biang gula, padahal kata ini umum digunakan di masyarakat.

Serba-serbi aspartam
Aspartam merupakan produk bubuk kristal yang tidak berbau dan berwarna putih serta kestabilannya sangatlah bergantung pada waktu, temperatur, pH, dan aktivitas air. Aspartam sangat stabil apabila dalam keadaan kering, tetapi pada temperatur 30 hingga 80 derajat celsius (dipanaskan, disterilisasi,dan lain-lain) maka aspartam akan kehilangan rasa manisnya. Oleh karena itu, pada makanan yang hanya sedikit atau cukup mengandung airlah maka rasa manis aspartam akan tetap bertahan, aspartam sendiri sangat baik untuk produk yang disimpan dalam pendingin atau dalam keadaan beku.

Berdasarkan penelitian, aspartam sebenarnya mengandung dua komponen natural yang sering terdapat di makanan pada umumnya, yaitu asam aspartik dan fenilalanin. Dua komponen ini sering terdapat pada produk alami yang beredar di masyarakat. Dalam makanan yang mengandung protein, contohnya daging, gandum, dan produk yang berasal dari susu. Selain itu, komponen ini juga sering terdapat pada beberapa jenis buah dan sayuran.

Aspartam ditemukan pada 1965 oleh seorang ahli kimia dan disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada 1974. Akan tetapi, izin pemasaran aspartam dicabut beberapa bulan kemudian karena adanya sebuah pengaduan bahwa bahan ini berbahaya dan merupakan bahan karsinogenik penyebab kanker sehingga perlu dievaluasi lebih lanjut. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian lebih lanjut mengenai aspartam sehingga tercapailah sebuah hasil yang memuaskan pihak FDA.

Pada 1981, FDA menyatakan aspartam tidak berbahaya apabila dikonsumsi secukupnya serta diberikan dengan batas pengonsumsian sehari-hari untuk penggunaan pada bahan makanan padat. Lalu, perizinan penggunaan aspartam sebagai tambahan dalam minuman soft drink menyusul pada 1983 dan akhirnya pada 1996 dinyatakan sebagai bahan pengganti pemanis buatan yang dapat digunakan secara umum.

Keamanan penggunaan aspartam telah diteliti dan diakui oleh banyak organisasi nasional dan internasional, termasuk FAO/WHO Commitee of Experts on Food Additives (JEFCA) dan disetujui oleh badan parlemen Eropa untuk digunakan sebagai pemanis buatan di bahan makanan pada 30 Juni 1994.

Bahkan, di Perancis telah disetujui sejak 1988. Nilai ambang batas/acceptable daily intake (ADI) yang telah disetujui oleh JEFCA adalah 40 mg/kgBB/hari yang apabila dikonversikan sebanyak 18-19 kaleng diet cola pada individu yang mempunyai berat badan 68 kg karena produk diet cola mengandung aspartam yang sangat sedikit.

Berdasarkan percobaan oleh Karim dkk dan Stegink dkk pada 1996, metabolisme aspartam terjadi pada saluran pencernaan menjadi komponen metanol sebanyak lebih kurang 10 persen, 40 persen asam aspartik dan 50 persen fenilalanin. Sedangkan pada penelitian Creppy dkk pada 1998 menyatakan, hanya sebagian kecil saja aspartam yang mungkin diserap tanpa dimetabolisasi. Akan tetapi, hal ini masih perlu dikonfirmasikan.

Kontroversi aspartam
Meski penggunaannya telah mendunia dan telah disetujui oleh WHO, bukan berarti aspartam langsung bisa diterima oleh masyarakat. Banyak kontroversi muncul dikarenakan adanya penelitian mengenai produk aspartam dengan beragam hasil yang berbeda.

Pada 1996, sebuah artikel yang dikemukakan oleh JW Olney menyatakan adanya kemungkinan bahwa aspartam menyebabkan peningkatan insiden dari tumor otak sehingga menimbulkan perdebatan di berbagai media.

Pada tahun yang sama, badan-badan kesehatan di berbagai belahan dunia telah memberikan reaksi dengan menyatakan pada publik bahwa berbagai macam penelitian telah dilakukan. Sejumlah penelitian lain masih berlangsung untuk mendapatkan bukti sains yang mendukung.

Sementara itu, bukti dari penelitian yang dilakukan oleh FDA FR (1981-1984), Koestner dan Cornell dkk pada 1984 serta yang dilakukan Flamm (1997) membantah pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada potensi karsinogenik yang menyebabkan kanker pada pemakaian aspartam di tikus percobaan.

Perdebatan mengenai hasil penelitian Olney juga dikemukakan oleh para peneliti lain, termasuk Levy dkk pada tahun 1996 yang menyatakan bahwa jika pengumpulan data mengenai insiden tumor otak dan pemakaian aspartam dikumpulkan dari 1973 hingga 1992, hasil penelitian Olney tidak relevan, karena Levy mendapatkan hasil bahwa insiden tumor otak meningkat bukan karena mengkonsumsi aspartam.

Pendapat serupa dinyatakan oleh penelitian Lim dkk yang mengikuti perjalanan 285.079 pria dan 1888.905 wanita pengonsumsi aspartam, baik di dalam minuman mereka saat dingin maupun panas sejak 1995 hingga 2000, hasil penelitian ini mendapati bahwa tidak ada kaitannya dengan risiko kanker otak dan kelainan pembentukan darah. Studi ini dipublikasikan di jurnal Cancer epidemiology Biomarkers and Prevention pada 2006.

Salah satu penelitian terbaru pada 2008 yang membantah bahwa aspartam menyebabkan kanker adalah penelitian dari Magnuson dan Williams yang disponsori oleh Burdock Group. Ini adalah sebuah badan peneliti independen yang di-support secara finansial oleh perusahaan Ajinomoto, salah satu produsen Aspartam. Bahkan pada 2009, salah satu penelitian yang disokong oleh Italian Association for Cancer Research dan The Italian League Against Cancer menyatakan bahwa tidak terbukti bahwa aspartam menyebabkan kanker lambung, pankreas, dan lapisan rahim (endometrium).

Memang, penggunaan aspartam yang masih menjadi kontroversi  tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi terjadi juga di Amerika dan sejumlah negara lainnya. Akan tetapi, sejauh ini FDA dan beberapa organisasi kesehatan lainnya masih menyatakan aman untuk dikonsumsi berdasarkan banyaknya penelitian yang dilakukan di berbagai belahan dunia dari masa ke masa.

Untuk itu, pertanyaan apakah aspartam memang aman untuk dikonsumsi? Kita kembalikan lagi kepada individu masing-masing untuk menjawabnya. Karena meski badan kesehatan dunia sudah menyatakan aman, apabila seorang individu merasa tidak nyaman untuk mengonsumsi, maka keputusan terakhir berada di tangan sang pengonsumsi.

dr Intan Airlina Febiliawanti


KOMPAS.com

Aspartam, Si Manis yang Menuai Kontroversi

Pernahkah Anda mendengar kata aspartam? Mungkin masih agak asing di telinga, tetapi tahukah bahwa asparatam adalah salah satu dari pemanis buatan yang telah dipakai secara luas, selain jenis pemanis kimia lain seperti sakarin dan siklamat.

Aspartam memiliki rasa yang lebih manis 180-200 kali dari gula yang biasa.Tak heran apabila pemanis ini banyak sekali dipakai dalam berbagai macam produk, baik makanan maupun minuman.

Aspartam juga kerap disebut sebagai pemanis buatan yang lebih keras daripada biang gula. Padahal, persepsi tentang biang gula itu sendiri masih banyak yang keliru karena kata biang gula belum mendapat kesepakatan, apakah kandungan di dalamnya dan apa yang dimaksud dengan biang gula itu sendiri.

Tak jarang orang banyak yang mengasumsikan pengertian biang gula berbeda-beda. Ada yang menyebut biang gula bukan pemanis buatan dan terdiri dari gula yang belum diproses. Padahal, aspartam yang merupakan pemanis buatan pun sering kali disebut di berbagai artikel sebagai biang gula. Dan, ini berlaku untuk pemanis buatan lainnya, seperti siklamat dan sakarin.

Bahkan, ada juga yang berpikir bahwa gula batulah yang disebut sebagai biang gula. Jadi, apakah akhirnya biang gula itu adalah gula itu sendiri ataukah gula batu ataukah merujuk pada si pemanis buatan? Sampai saat ini belum ada suatu kesepakatan mengenai apa yang disebut dengan biang gula, padahal kata ini umum digunakan di masyarakat.

Serba-serbi aspartam
Aspartam merupakan produk bubuk kristal yang tidak berbau dan berwarna putih serta kestabilannya sangatlah bergantung pada waktu, temperatur, pH, dan aktivitas air. Aspartam sangat stabil apabila dalam keadaan kering, tetapi pada temperatur 30 hingga 80 derajat celsius (dipanaskan, disterilisasi,dan lain-lain) maka aspartam akan kehilangan rasa manisnya. Oleh karena itu, pada makanan yang hanya sedikit atau cukup mengandung airlah maka rasa manis aspartam akan tetap bertahan, aspartam sendiri sangat baik untuk produk yang disimpan dalam pendingin atau dalam keadaan beku.

Berdasarkan penelitian, aspartam sebenarnya mengandung dua komponen natural yang sering terdapat di makanan pada umumnya, yaitu asam aspartik dan fenilalanin. Dua komponen ini sering terdapat pada produk alami yang beredar di masyarakat. Dalam makanan yang mengandung protein, contohnya daging, gandum, dan produk yang berasal dari susu. Selain itu, komponen ini juga sering terdapat pada beberapa jenis buah dan sayuran.

Aspartam ditemukan pada 1965 oleh seorang ahli kimia dan disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada 1974. Akan tetapi, izin pemasaran aspartam dicabut beberapa bulan kemudian karena adanya sebuah pengaduan bahwa bahan ini berbahaya dan merupakan bahan karsinogenik penyebab kanker sehingga perlu dievaluasi lebih lanjut. Oleh karena itu, dilakukanlah penelitian lebih lanjut mengenai aspartam sehingga tercapailah sebuah hasil yang memuaskan pihak FDA.

Pada 1981, FDA menyatakan aspartam tidak berbahaya apabila dikonsumsi secukupnya serta diberikan dengan batas pengonsumsian sehari-hari untuk penggunaan pada bahan makanan padat. Lalu, perizinan penggunaan aspartam sebagai tambahan dalam minuman soft drink menyusul pada 1983 dan akhirnya pada 1996 dinyatakan sebagai bahan pengganti pemanis buatan yang dapat digunakan secara umum.

Keamanan penggunaan aspartam telah diteliti dan diakui oleh banyak organisasi nasional dan internasional, termasuk FAO/WHO Commitee of Experts on Food Additives (JEFCA) dan disetujui oleh badan parlemen Eropa untuk digunakan sebagai pemanis buatan di bahan makanan pada 30 Juni 1994.

Bahkan, di Perancis telah disetujui sejak 1988. Nilai ambang batas/acceptable daily intake (ADI) yang telah disetujui oleh JEFCA adalah 40 mg/kgBB/hari yang apabila dikonversikan sebanyak 18-19 kaleng diet cola pada individu yang mempunyai berat badan 68 kg karena produk diet cola mengandung aspartam yang sangat sedikit.

Berdasarkan percobaan oleh Karim dkk dan Stegink dkk pada 1996, metabolisme aspartam terjadi pada saluran pencernaan menjadi komponen metanol sebanyak lebih kurang 10 persen, 40 persen asam aspartik dan 50 persen fenilalanin. Sedangkan pada penelitian Creppy dkk pada 1998 menyatakan, hanya sebagian kecil saja aspartam yang mungkin diserap tanpa dimetabolisasi. Akan tetapi, hal ini masih perlu dikonfirmasikan.

Kontroversi aspartam
Meski penggunaannya telah mendunia dan telah disetujui oleh WHO, bukan berarti aspartam langsung bisa diterima oleh masyarakat. Banyak kontroversi muncul dikarenakan adanya penelitian mengenai produk aspartam dengan beragam hasil yang berbeda.

Pada 1996, sebuah artikel yang dikemukakan oleh JW Olney menyatakan adanya kemungkinan bahwa aspartam menyebabkan peningkatan insiden dari tumor otak sehingga menimbulkan perdebatan di berbagai media.

Pada tahun yang sama, badan-badan kesehatan di berbagai belahan dunia telah memberikan reaksi dengan menyatakan pada publik bahwa berbagai macam penelitian telah dilakukan. Sejumlah penelitian lain masih berlangsung untuk mendapatkan bukti sains yang mendukung.

Sementara itu, bukti dari penelitian yang dilakukan oleh FDA FR (1981-1984), Koestner dan Cornell dkk pada 1984 serta yang dilakukan Flamm (1997) membantah pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada potensi karsinogenik yang menyebabkan kanker pada pemakaian aspartam di tikus percobaan.

Perdebatan mengenai hasil penelitian Olney juga dikemukakan oleh para peneliti lain, termasuk Levy dkk pada tahun 1996 yang menyatakan bahwa jika pengumpulan data mengenai insiden tumor otak dan pemakaian aspartam dikumpulkan dari 1973 hingga 1992, hasil penelitian Olney tidak relevan, karena Levy mendapatkan hasil bahwa insiden tumor otak meningkat bukan karena mengkonsumsi aspartam.

Pendapat serupa dinyatakan oleh penelitian Lim dkk yang mengikuti perjalanan 285.079 pria dan 1888.905 wanita pengonsumsi aspartam, baik di dalam minuman mereka saat dingin maupun panas sejak 1995 hingga 2000, hasil penelitian ini mendapati bahwa tidak ada kaitannya dengan risiko kanker otak dan kelainan pembentukan darah. Studi ini dipublikasikan di jurnal Cancer epidemiology Biomarkers and Prevention pada 2006.

Salah satu penelitian terbaru pada 2008 yang membantah bahwa aspartam menyebabkan kanker adalah penelitian dari Magnuson dan Williams yang disponsori oleh Burdock Group. Ini adalah sebuah badan peneliti independen yang di-support secara finansial oleh perusahaan Ajinomoto, salah satu produsen Aspartam. Bahkan pada 2009, salah satu penelitian yang disokong oleh Italian Association for Cancer Research dan The Italian League Against Cancer menyatakan bahwa tidak terbukti bahwa aspartam menyebabkan kanker lambung, pankreas, dan lapisan rahim (endometrium).

Memang, penggunaan aspartam yang masih menjadi kontroversi  tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi terjadi juga di Amerika dan sejumlah negara lainnya. Akan tetapi, sejauh ini FDA dan beberapa organisasi kesehatan lainnya masih menyatakan aman untuk dikonsumsi berdasarkan banyaknya penelitian yang dilakukan di berbagai belahan dunia dari masa ke masa.

Untuk itu, pertanyaan apakah aspartam memang aman untuk dikonsumsi? Kita kembalikan lagi kepada individu masing-masing untuk menjawabnya. Karena meski badan kesehatan dunia sudah menyatakan aman, apabila seorang individu merasa tidak nyaman untuk mengonsumsi, maka keputusan terakhir berada di tangan sang pengonsumsi.

dr Intan Airlina Febiliawanti


KOMPAS.com

"Junk Food" Juga Bikin Kecanduan

Keseringan mengonsumsi makanan yang tergolong junk food ternyata punya efek kecanduan seperti halnya pada kokain atau nikotin, dan menyebabkan timbulnya dorongan makan secara berlebihan yang berakhir pada kegemukan.

Meski penelitian pada hewan percobaan tidak bisa secara langsung diaplikasikan pada manusia, sebuah studi pada mencit menunjukkan konsumsi berlebihan pada makanan yang tinggi kalori bisa memicu respons ketagihan di otak. Konsumsi makanan yang tinggi kalori juga membuat mencit di laboratorium makan secara kompulsif.

Para peneliti juga menemukan menurunnya kadar reseptor dopamine, hormon di otak yang memberikan sensasi rasa enak dan senang, pada mencit yang kegemukan, serupa dengan respons di otak pada manusia yang kecanduan narkoba. Ini berarti, respons otak orang yang kecanduan narkoba sama dengan orang yang hobi menyantap junk food.

"Kegemukan merupakan bentuk dari respons dorongan makan berlebihan. Oleh sebab itu, terapi pada bentuk kecanduan lain, misalnya kecanduan narkoba, mungkin bisa memberi efek yang positif pada pencandu junk food," kata Paul Kenny, peneliti dari Amerika Serikat.

Makanan yang tergolong junk food umumnya mengandung kalori, lemak, dan garam yang tinggi, melebihi dari yang dibutuhkan. Sementara itu, minuman yang menyertai makanan tersebut mengandung gula dengan kadar yang tinggi.

KOMPAS.com

"Junk Food" Juga Bikin Kecanduan

Keseringan mengonsumsi makanan yang tergolong junk food ternyata punya efek kecanduan seperti halnya pada kokain atau nikotin, dan menyebabkan timbulnya dorongan makan secara berlebihan yang berakhir pada kegemukan.

Meski penelitian pada hewan percobaan tidak bisa secara langsung diaplikasikan pada manusia, sebuah studi pada mencit menunjukkan konsumsi berlebihan pada makanan yang tinggi kalori bisa memicu respons ketagihan di otak. Konsumsi makanan yang tinggi kalori juga membuat mencit di laboratorium makan secara kompulsif.

Para peneliti juga menemukan menurunnya kadar reseptor dopamine, hormon di otak yang memberikan sensasi rasa enak dan senang, pada mencit yang kegemukan, serupa dengan respons di otak pada manusia yang kecanduan narkoba. Ini berarti, respons otak orang yang kecanduan narkoba sama dengan orang yang hobi menyantap junk food.

"Kegemukan merupakan bentuk dari respons dorongan makan berlebihan. Oleh sebab itu, terapi pada bentuk kecanduan lain, misalnya kecanduan narkoba, mungkin bisa memberi efek yang positif pada pencandu junk food," kata Paul Kenny, peneliti dari Amerika Serikat.

Makanan yang tergolong junk food umumnya mengandung kalori, lemak, dan garam yang tinggi, melebihi dari yang dibutuhkan. Sementara itu, minuman yang menyertai makanan tersebut mengandung gula dengan kadar yang tinggi.

KOMPAS.com

Kurang Iodium, IQ Anak Jongkok

Walau diperlukan dalam jumlah sedikit, manfaat iodium cukup penting bagi perkembangan inteligensia anak. Tak hanya itu, iodium juga berguna untuk mengurangi kemungkinan kematian pada bayi.

Beberapa tahun lalu, iklan tentang garam beriodium pernah gencar diputar di televisi. Iklan tersebut tidak menitikberatkan pada garamnya, tetapi lebih ke kandungan iodiumnya. Garam menjadi bahan yang mudah diperkaya dengan iodium karena murah dan digunakan dalam masakan sehari-hari. Dengan begitu, iodium menjadi lebih mudah diasup.

Sekitar tahun 1990-an, beberapa literatur menyebutkan, kurang dari 20 persen rumah tangga di negara berkembang yang mengonsumsi garam beriodium. Hal ini membuat 40 juta anak mengalami risiko gangguan belajar.

Saat ini jumlah rumah tangga yang mengonsumsi garam beriodium sudah meningkat sebesar 70 persen. Ini berarti, hampir 91 juta anak terlindung dari keterbelakangan mental.

Kerusakan Otak
Menurut Medical Journal of Australia 1999, iodium merupakan zat gizi esensial bagi tubuh supaya kelenjar tiroid berfungsi dengan baik. Kelenjar tiroid berfungsi membantu pertumbuhan dan metabolisme tubuh.

Iodium juga berkaitan dengan proses pertumbuhan neuron pada sel otak. Itu sebabnya, menurut Prof. DR. Made Astawan, MS, ahli teknologi pangan dan gizi IPB, kurangnya iodium pada masa kehamilan dan awal masa kehidupan anak, akan menurunkan jumlah sel neuron. Ini berarti akan menyebabkan kerusakan otak anak yang sebenarnya bisa dicegah.

Menurut WHO, 2002, setiap tahun diperkirakan sekitar 100 ribu anak lahir dengan kerusakan otak yang tidak bisa pulih. Penyebabnya, menurut International Council for Control of Iodine Deficiency Disorders, sang ibu kekurangan iodium selama hamil.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang kekurangan iodium bisa menderita kretin (cebol), tuli, kerdil, dan kecacatan bicara. Selain itu, juga meningkatkan kemungkinan kematian janin, keguguran, serta kematian saat bayi dilahirkan. Kurang iodium juga menjadi penyebab utama keterbelakangan (retardasi) mental pada anak-anak di seluruh penjuru dunia. Anak pun bisa apatis.

Sejauh ini, masyarakat awam lebih mengetahui seseorang mengalami kekurangan iodium dengan timbulnya gondok, yang ditandai oleh pembesaran kelenjar gondok. Pembesaran ini merupakan salah satu cara untuk mengambil iodium yang ada dalam darah.

Menurunkan IQ
Banyak orang kurang memahami bahwa kekurangan iodium, terlebih bagi anak, berpotensi menurunkan tingkat intelektual hingga 10-15 poin! Sebagai gambaran, orang yang tinggal pada komunitas dengan kekurangan iodium secara endemik menunjukkan nilai IQ lebih rendah 13,5 poin daripada orang dari komunitas sama dengan ketersediaan iodium yang adekuat.

Sebuah penelitian pernah dilakukan di Subang, Jawa Barat, untuk menilai efek dari suplementasi iodium terhadap kemungkinan kematian bayi. Penelitian dilakukan oleh Cobra C., Muhilal, Rusmil K., Rustama D., Djatnika, Suwandi S.S., terhadap sekitar 617 bayi.

Bayi-bayi tersebut diberi plasebo atau suplemen minyak beriodium (100 mg) pada usia 6 minggu dan terus diikuti hingga berusia 6 bulan. Hasilnya, kelangsungan hidup bayi dalam penelitian itu tampak membaik.

Sekitar 72 persen terjadi pengurangan risiko kematian selama 2 bulan pertama. Juga terjadi perlambatan kematian di antara bayi yang meninggal pada kelompok bayi yang diberi suplementasi minyak beriodium dibandingkan dengan kelompok plasebo.

Hasil penelitian tersebut muncul dalam Journal Nutrition, April 1997. Para peneliti menyatakan bahwa suplementasi minyak beriodium pada bayi bisa mengurangi kemungkinan kematian pada populasi bayi yang berisiko kekurangan iodium.

Makanan Laut
Selain suplementasi, iodium sebenarnya mudah dijumpai pada makanan laut. Iodium dijumpai pada air laut, sehingga setiap jenis makanan laut kaya akan elemen mineral ini.

Namun, garam laut bukan merupakan sumber iodium yang baik. Garam beriodiumlah yang menyediakan iodium dalam jumlah cukup. Dalam satu sendok teh garam beriodium terkandung sekitar 150 mkg iodium.

Beberapa jenis sayuran juga memiliki kandungan iodium yang baik. Terutama sayuran yang ditanam pada tanah yang kaya akan iodium atau tumbuh di tepi pantai. Rumput laut menghimpun iodium dari air laut, sehingga menjadi sumber makanan yang kaya akan mineral ini.

Secara umum, rumput laut dan makanan laut merupakan sumber iodium yang baik. Makanan laut yang menjadi sumber iodium di antaranya berbagai jenis ikan, cumi, udang, dan kerang. Rata-rata kandungan iodium pada tumbuhan laut berkisar 0,7-4,5 g/kg.

“Kandungan iodium pada rumput laut bisa mencapai 2.400-155 ribu kali lebih banyak dibandingkan dengan sayuran yang tumbuh di daratan,” ujar Prof. Made. Warga Jepang banyak mengonsumsi rumput laut, sehingga jarang yang mengidap penyakit gondok.

Telur, daging, susu, dan sereal juga mengandung iodium, walau dalam jumlah kecil. Sekitar 100 gram sayuran, daging merah, atau telur mengandung 25 mkg iodium dan pada 100 gram produk susu, roti, maupun sereal terkandung 10 mkg iodium.

Untuk anak yang melakukan diet rendah garam sebaiknya mempertimbangkan konsumsi makanan laut setiap minggunya. Hal ini semata-mata untuk memastikan kadar iodium yang cukup bagi tubuhnya, pun pada wanita hamil.

Saat anak tidak cukup mendapatkan beragam diet berupa buah, sayur, atau makanan sumber hewani yang mengandung mikronutrien dalam jumlah besar, kekurangan zat gizi tidak bisa dielakkan lagi.

Berapa Kebutuhannya?
Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan iodium harian:
-   50 mkg untuk bayi usia 0-12 bulan
-   90 mkg untuk anak usia 2-6 tahun
-   120 mkg untuk anak usia sekolah (7-12 tahun)
-   150 mkg untuk orang dewasa (usia di atas 12 tahun)
-   200 mkg untuk wanita hamil dan menyusui

KOMPAS.com

Kurang Iodium, IQ Anak Jongkok

Walau diperlukan dalam jumlah sedikit, manfaat iodium cukup penting bagi perkembangan inteligensia anak. Tak hanya itu, iodium juga berguna untuk mengurangi kemungkinan kematian pada bayi.

Beberapa tahun lalu, iklan tentang garam beriodium pernah gencar diputar di televisi. Iklan tersebut tidak menitikberatkan pada garamnya, tetapi lebih ke kandungan iodiumnya. Garam menjadi bahan yang mudah diperkaya dengan iodium karena murah dan digunakan dalam masakan sehari-hari. Dengan begitu, iodium menjadi lebih mudah diasup.

Sekitar tahun 1990-an, beberapa literatur menyebutkan, kurang dari 20 persen rumah tangga di negara berkembang yang mengonsumsi garam beriodium. Hal ini membuat 40 juta anak mengalami risiko gangguan belajar.

Saat ini jumlah rumah tangga yang mengonsumsi garam beriodium sudah meningkat sebesar 70 persen. Ini berarti, hampir 91 juta anak terlindung dari keterbelakangan mental.

Kerusakan Otak
Menurut Medical Journal of Australia 1999, iodium merupakan zat gizi esensial bagi tubuh supaya kelenjar tiroid berfungsi dengan baik. Kelenjar tiroid berfungsi membantu pertumbuhan dan metabolisme tubuh.

Iodium juga berkaitan dengan proses pertumbuhan neuron pada sel otak. Itu sebabnya, menurut Prof. DR. Made Astawan, MS, ahli teknologi pangan dan gizi IPB, kurangnya iodium pada masa kehamilan dan awal masa kehidupan anak, akan menurunkan jumlah sel neuron. Ini berarti akan menyebabkan kerusakan otak anak yang sebenarnya bisa dicegah.

Menurut WHO, 2002, setiap tahun diperkirakan sekitar 100 ribu anak lahir dengan kerusakan otak yang tidak bisa pulih. Penyebabnya, menurut International Council for Control of Iodine Deficiency Disorders, sang ibu kekurangan iodium selama hamil.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang kekurangan iodium bisa menderita kretin (cebol), tuli, kerdil, dan kecacatan bicara. Selain itu, juga meningkatkan kemungkinan kematian janin, keguguran, serta kematian saat bayi dilahirkan. Kurang iodium juga menjadi penyebab utama keterbelakangan (retardasi) mental pada anak-anak di seluruh penjuru dunia. Anak pun bisa apatis.

Sejauh ini, masyarakat awam lebih mengetahui seseorang mengalami kekurangan iodium dengan timbulnya gondok, yang ditandai oleh pembesaran kelenjar gondok. Pembesaran ini merupakan salah satu cara untuk mengambil iodium yang ada dalam darah.

Menurunkan IQ
Banyak orang kurang memahami bahwa kekurangan iodium, terlebih bagi anak, berpotensi menurunkan tingkat intelektual hingga 10-15 poin! Sebagai gambaran, orang yang tinggal pada komunitas dengan kekurangan iodium secara endemik menunjukkan nilai IQ lebih rendah 13,5 poin daripada orang dari komunitas sama dengan ketersediaan iodium yang adekuat.

Sebuah penelitian pernah dilakukan di Subang, Jawa Barat, untuk menilai efek dari suplementasi iodium terhadap kemungkinan kematian bayi. Penelitian dilakukan oleh Cobra C., Muhilal, Rusmil K., Rustama D., Djatnika, Suwandi S.S., terhadap sekitar 617 bayi.

Bayi-bayi tersebut diberi plasebo atau suplemen minyak beriodium (100 mg) pada usia 6 minggu dan terus diikuti hingga berusia 6 bulan. Hasilnya, kelangsungan hidup bayi dalam penelitian itu tampak membaik.

Sekitar 72 persen terjadi pengurangan risiko kematian selama 2 bulan pertama. Juga terjadi perlambatan kematian di antara bayi yang meninggal pada kelompok bayi yang diberi suplementasi minyak beriodium dibandingkan dengan kelompok plasebo.

Hasil penelitian tersebut muncul dalam Journal Nutrition, April 1997. Para peneliti menyatakan bahwa suplementasi minyak beriodium pada bayi bisa mengurangi kemungkinan kematian pada populasi bayi yang berisiko kekurangan iodium.

Makanan Laut
Selain suplementasi, iodium sebenarnya mudah dijumpai pada makanan laut. Iodium dijumpai pada air laut, sehingga setiap jenis makanan laut kaya akan elemen mineral ini.

Namun, garam laut bukan merupakan sumber iodium yang baik. Garam beriodiumlah yang menyediakan iodium dalam jumlah cukup. Dalam satu sendok teh garam beriodium terkandung sekitar 150 mkg iodium.

Beberapa jenis sayuran juga memiliki kandungan iodium yang baik. Terutama sayuran yang ditanam pada tanah yang kaya akan iodium atau tumbuh di tepi pantai. Rumput laut menghimpun iodium dari air laut, sehingga menjadi sumber makanan yang kaya akan mineral ini.

Secara umum, rumput laut dan makanan laut merupakan sumber iodium yang baik. Makanan laut yang menjadi sumber iodium di antaranya berbagai jenis ikan, cumi, udang, dan kerang. Rata-rata kandungan iodium pada tumbuhan laut berkisar 0,7-4,5 g/kg.

“Kandungan iodium pada rumput laut bisa mencapai 2.400-155 ribu kali lebih banyak dibandingkan dengan sayuran yang tumbuh di daratan,” ujar Prof. Made. Warga Jepang banyak mengonsumsi rumput laut, sehingga jarang yang mengidap penyakit gondok.

Telur, daging, susu, dan sereal juga mengandung iodium, walau dalam jumlah kecil. Sekitar 100 gram sayuran, daging merah, atau telur mengandung 25 mkg iodium dan pada 100 gram produk susu, roti, maupun sereal terkandung 10 mkg iodium.

Untuk anak yang melakukan diet rendah garam sebaiknya mempertimbangkan konsumsi makanan laut setiap minggunya. Hal ini semata-mata untuk memastikan kadar iodium yang cukup bagi tubuhnya, pun pada wanita hamil.

Saat anak tidak cukup mendapatkan beragam diet berupa buah, sayur, atau makanan sumber hewani yang mengandung mikronutrien dalam jumlah besar, kekurangan zat gizi tidak bisa dielakkan lagi.

Berapa Kebutuhannya?
Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan iodium harian:
-   50 mkg untuk bayi usia 0-12 bulan
-   90 mkg untuk anak usia 2-6 tahun
-   120 mkg untuk anak usia sekolah (7-12 tahun)
-   150 mkg untuk orang dewasa (usia di atas 12 tahun)
-   200 mkg untuk wanita hamil dan menyusui

KOMPAS.com

Thursday, March 25, 2010

6 Makanan Penghalau Bau Mulut

KOMPAS.com - Uh, sebentar lagi mau rapat. Tapi menu makan siang Anda meninggalkan jejak tak mengenakkan dalam hembusan napas Anda. Tak sempat sikat gigi pula. Wah, tak ingin terjebak dalam situasi seperti ini? Coba perbanyak asupan makanan untuk menjaga nafas Anda tetap segar senantiasa.

Lemon. Coba hisap irisan lemon, atau menggigit-gigit kecil pinggiran lemon tersebut. Jika Anda di restoran, bisa pesan air putih dengan potongan lemon di dalamnya, atau lemon tea. Untuk waktu-waktu terdesak, permen dengan rasa lemon juga bisa membantu, plus lebih mudah dibawa-bawa.

Daun peterseli dan garnish hijau lainnya. Ketika pesanan Anda tiba dengan garnish hijau di bagian pinggirnya, biasanya berupa daun parsley, basil, atau rosemary, coba kunyah daun-daun tersebut. Batang dan daun tumbuhan kecil ini memiliki kandungan minyak yang memiliki aroma yang bisa menutupi bau mulut.

Apel, pir, dan wortel. Makanan-makanan ini kaya akan serat, plus mengunyah makanan semacam ini akan membantu mulut memproduksi air liur. Kedua hal ini akan mencipta semacam pembersih mulut.

Bumbu yang renyah. Untuk solusi eksotis lainnya, coba cari kapulaga, ketumbar, atau biji adas, yang biasa di jual di tempat-tempat penjualan bumbu. Mengunyah bumbu-bumbuan tadi akan mengeluarkan minyaknya untuk menetralkan bau mulut tidak sedap.

Daun mint atau batang kayu manis. Bahan-bahan ini bisa membantu memadamkan bau tidak menyenangkan dari bawang bombay dan bawang putih. Plus, minyak dari kayu manis bisa membunuh bakteri pada mulut agar tidak berkembang lebih banyak. Kayu manis atau permen karet rasa mint sama efektifnya. Jika Anda pencinta permen karet, pilih permen karet dengan rasa mint yang mengandung xylitol untuk mengurangi risiko gigi berlubang sekaligus menyegarkan napas.

Buah berry dan yogurt. Jika Anda tak bisa melewati hari tanpa makan makanan yang bisa memicu bau napas tidak sedap, makanlah untuk pencegahan, yang lebih baik daripada berusaha menghilangkan baunya yang sudah menyengat. Mengkonsumsi setengah cangkir yogurt tawar, bebas gula, dan rendah lemak bisa menurunkan level sulfida hydrogen penyebab bau napas tidak sedap. Buah berry, seperti pula melon, jeruk, dan buah-buahan lain yang mengandung vitamin C tinggi, juga bisa mengurangi bakteri mulut yang berbau. Mulailah setiap hari dengan yogurt yang diberikan buah sebagai pelengkap.

6 Makanan Penghalau Bau Mulut

KOMPAS.com - Uh, sebentar lagi mau rapat. Tapi menu makan siang Anda meninggalkan jejak tak mengenakkan dalam hembusan napas Anda. Tak sempat sikat gigi pula. Wah, tak ingin terjebak dalam situasi seperti ini? Coba perbanyak asupan makanan untuk menjaga nafas Anda tetap segar senantiasa.

Lemon. Coba hisap irisan lemon, atau menggigit-gigit kecil pinggiran lemon tersebut. Jika Anda di restoran, bisa pesan air putih dengan potongan lemon di dalamnya, atau lemon tea. Untuk waktu-waktu terdesak, permen dengan rasa lemon juga bisa membantu, plus lebih mudah dibawa-bawa.

Daun peterseli dan garnish hijau lainnya. Ketika pesanan Anda tiba dengan garnish hijau di bagian pinggirnya, biasanya berupa daun parsley, basil, atau rosemary, coba kunyah daun-daun tersebut. Batang dan daun tumbuhan kecil ini memiliki kandungan minyak yang memiliki aroma yang bisa menutupi bau mulut.

Apel, pir, dan wortel. Makanan-makanan ini kaya akan serat, plus mengunyah makanan semacam ini akan membantu mulut memproduksi air liur. Kedua hal ini akan mencipta semacam pembersih mulut.

Bumbu yang renyah. Untuk solusi eksotis lainnya, coba cari kapulaga, ketumbar, atau biji adas, yang biasa di jual di tempat-tempat penjualan bumbu. Mengunyah bumbu-bumbuan tadi akan mengeluarkan minyaknya untuk menetralkan bau mulut tidak sedap.

Daun mint atau batang kayu manis. Bahan-bahan ini bisa membantu memadamkan bau tidak menyenangkan dari bawang bombay dan bawang putih. Plus, minyak dari kayu manis bisa membunuh bakteri pada mulut agar tidak berkembang lebih banyak. Kayu manis atau permen karet rasa mint sama efektifnya. Jika Anda pencinta permen karet, pilih permen karet dengan rasa mint yang mengandung xylitol untuk mengurangi risiko gigi berlubang sekaligus menyegarkan napas.

Buah berry dan yogurt. Jika Anda tak bisa melewati hari tanpa makan makanan yang bisa memicu bau napas tidak sedap, makanlah untuk pencegahan, yang lebih baik daripada berusaha menghilangkan baunya yang sudah menyengat. Mengkonsumsi setengah cangkir yogurt tawar, bebas gula, dan rendah lemak bisa menurunkan level sulfida hydrogen penyebab bau napas tidak sedap. Buah berry, seperti pula melon, jeruk, dan buah-buahan lain yang mengandung vitamin C tinggi, juga bisa mengurangi bakteri mulut yang berbau. Mulailah setiap hari dengan yogurt yang diberikan buah sebagai pelengkap.

Makanan untuk Kekencangan Otot

KOMPAS.com — Makanan yang mengandung zat besi amat penting untuk menopang kerja otot dan tulang Anda. Jika asupan makanan yang mengandung zat besi kurang, otot-otot tubuh akan menjadi lemas dan terlihat lembek, belum lagi adanya ancaman keropos atau patah tulang.
Perlu diketahui, asupan zat besi yang dibutuhkan perempuan dewasa adalah 18 mg per hari. Agar memastikan otot tubuh Anda mendapatkan asupan yang dibutuhkan, penuhilah kebutuhannya lewat pilihan makanan yang tepat. Inilah makananan itu.
1. Kerang
Kerang adalah sumber zat besi paling tinggi. Kerang sebanyak 3 ons mengandung 23,8 mg zat besi. Wow, jadi masukkan menu kerang rebus dalam daftar makanan Anda hari ini.
2. Gandum sereal
Sereal yang siap makan (disajikan dingin) memiliki kandungan zat besi yang bervariasi, mulai dari 1,8 hingga 21,1 mg. Disajikan matang (dimasak) justru akan mengurangi jumlahnya, yakni hanya 4,9-8,1 mg saja.
3. Tiram
Tiram sebanyak 3 ons mengandung 10,2 mg zat besi dan 116 kalori. Tiram juga mengandung vitamin B12.
4. Hati
Dalam setiap 3 ons hati sapi terkandung 5,2 hingga 9,9 mg zat besi.
5. Kacang kedelai
Setengah cangkir kacang kedelai mengandung 4,4 mg zat besi. Jadi, jangan lupa masukkan tahu dan tempe dalam daftar makanan Anda hari ini.
6. Biji labu
Biji labu yang sudah dipanggang mengandung 4,2 mg zat besi.
7. Kacang tanah
Mengandung 3,9 mg zat besi dalam ukuran setengah cangkir.
8. Bayam
Bayam yang dimasak mengandung zat besi sebesar 3,2 mg dalam satu mangkuk kecil.

Makanan untuk Kekencangan Otot

KOMPAS.com — Makanan yang mengandung zat besi amat penting untuk menopang kerja otot dan tulang Anda. Jika asupan makanan yang mengandung zat besi kurang, otot-otot tubuh akan menjadi lemas dan terlihat lembek, belum lagi adanya ancaman keropos atau patah tulang.
Perlu diketahui, asupan zat besi yang dibutuhkan perempuan dewasa adalah 18 mg per hari. Agar memastikan otot tubuh Anda mendapatkan asupan yang dibutuhkan, penuhilah kebutuhannya lewat pilihan makanan yang tepat. Inilah makananan itu.
1. Kerang
Kerang adalah sumber zat besi paling tinggi. Kerang sebanyak 3 ons mengandung 23,8 mg zat besi. Wow, jadi masukkan menu kerang rebus dalam daftar makanan Anda hari ini.
2. Gandum sereal
Sereal yang siap makan (disajikan dingin) memiliki kandungan zat besi yang bervariasi, mulai dari 1,8 hingga 21,1 mg. Disajikan matang (dimasak) justru akan mengurangi jumlahnya, yakni hanya 4,9-8,1 mg saja.
3. Tiram
Tiram sebanyak 3 ons mengandung 10,2 mg zat besi dan 116 kalori. Tiram juga mengandung vitamin B12.
4. Hati
Dalam setiap 3 ons hati sapi terkandung 5,2 hingga 9,9 mg zat besi.
5. Kacang kedelai
Setengah cangkir kacang kedelai mengandung 4,4 mg zat besi. Jadi, jangan lupa masukkan tahu dan tempe dalam daftar makanan Anda hari ini.
6. Biji labu
Biji labu yang sudah dipanggang mengandung 4,2 mg zat besi.
7. Kacang tanah
Mengandung 3,9 mg zat besi dalam ukuran setengah cangkir.
8. Bayam
Bayam yang dimasak mengandung zat besi sebesar 3,2 mg dalam satu mangkuk kecil.