INILAH.COM
Apakah Anda dan pasangan berpelukan dalam posisi sendok sepanjang malam? Ataukah Anda justru berada di tepi ranjang saat tidur?
Posisi tidur Anda memberikan makna terhadap hubungan dan menunjukkan bagaimana perasaan Anda dan menangani 'kekuatan' berdua.
Berikut ada beberapa posisi tidur dan maknanya.
1. Posisi Sendok (Pria di Belakang)
Pasangan Anda di belakang dengan menghadap ke punggung Anda.
Artinya: Dia ingin memberikan perlindungan terhadap Anda, walaupun posisi ini cukup tradisional. Dia bisa menjadi sensual dengan meraba-raba, memeluk dan membelai setiap bagian tubuh Anda. Hati-hati kalau Anda tidak pernah dalam posisi seperti ini karena mungkin akan terlalu kurang mesra.
2. Posisi Sendok (Wanita di Belakang)
Posisi yang lain adalah Anda menghadap punggungnya atau kedua pantatnya di depan Anda.
Artinya: Anda sangat menyayangi dan menjadi inisiatornya. Dia akan merasa tidak takut karena Anda menjadi mengendali suasana. Setiap saat keinginan Anda akan terlayani.
3. Tiang Terpisah
Kedua punggung saling berhadap-hadapan dengan jarak lumayan lebar.
Artinya: keintiman sedang renggang dan satu sama lain mungkin terlalu mandiri. Jika ingin setelah renggang kemudian berbaikan, maka ucapkanlah 'Selamat Malam' dengan hangat. Namun jangan sampai situasi ini menghalangi Anda dan pasangan Anda untuk masuk situasi berbaikan.
Posisi Menjauh
Salah satu terlentang dan yang lain menjauh dengan lebih memilih di tepi ranjang.
Artinya, kedua belah pihak mementingkan diri sendiri dan melupakan kepentingan bersama pasangan.
Posisi Butuh Kamu
Salah seorang berbaring di belakang pasangan, sedangkan yang lainnya terbuai di dalam rangkulan yang berusaha mendekatkan dirinya.
Artinya: Para pasangan yang berada di belakang memberikan kekuatan emosional dan kebahagiaan dengan menawarkan dukungan emosional kepada pasangan lain yang lebih membutuhkan.
Posisi Pesan Campuran
Anda berbaring di punggung pasangan Anda.
Artinya: Dia berkorban untuk Anda dan siap memberikan kebahagiaan kepada pasangan jika membutuhkan.
Posisi Patuh
Salah satu berbaring di perut pasangan.
Artinya: pasangan Anda pasrah atau percaya pada hubungan mereka.
Posisi Penuh Nafsu
Berpelukan erat dengan masing-masing kaki melilit.
Artinya: memendam nafsu seperti saat berbulan madu, yang selalu ingin berbaring terus bersama pasangan Anda. Anda terus memeluknya seakan tak ingin berpisah. Anda harus memberikan ciuman kalau akan menghentikannya dengan baik-baik
Showing posts with label Posisi. Show all posts
Showing posts with label Posisi. Show all posts
Wednesday, March 24, 2010
Memahami Pasangan Lelaki dari Posisi Tidur
INILAH.COM
Apakah Anda dan pasangan berpelukan dalam posisi sendok sepanjang malam? Ataukah Anda justru berada di tepi ranjang saat tidur?
Posisi tidur Anda memberikan makna terhadap hubungan dan menunjukkan bagaimana perasaan Anda dan menangani 'kekuatan' berdua.
Berikut ada beberapa posisi tidur dan maknanya.
1. Posisi Sendok (Pria di Belakang)
Pasangan Anda di belakang dengan menghadap ke punggung Anda.
Artinya: Dia ingin memberikan perlindungan terhadap Anda, walaupun posisi ini cukup tradisional. Dia bisa menjadi sensual dengan meraba-raba, memeluk dan membelai setiap bagian tubuh Anda. Hati-hati kalau Anda tidak pernah dalam posisi seperti ini karena mungkin akan terlalu kurang mesra.
2. Posisi Sendok (Wanita di Belakang)
Posisi yang lain adalah Anda menghadap punggungnya atau kedua pantatnya di depan Anda.
Artinya: Anda sangat menyayangi dan menjadi inisiatornya. Dia akan merasa tidak takut karena Anda menjadi mengendali suasana. Setiap saat keinginan Anda akan terlayani.
3. Tiang Terpisah
Kedua punggung saling berhadap-hadapan dengan jarak lumayan lebar.
Artinya: keintiman sedang renggang dan satu sama lain mungkin terlalu mandiri. Jika ingin setelah renggang kemudian berbaikan, maka ucapkanlah 'Selamat Malam' dengan hangat. Namun jangan sampai situasi ini menghalangi Anda dan pasangan Anda untuk masuk situasi berbaikan.
Posisi Menjauh
Salah satu terlentang dan yang lain menjauh dengan lebih memilih di tepi ranjang.
Artinya, kedua belah pihak mementingkan diri sendiri dan melupakan kepentingan bersama pasangan.
Posisi Butuh Kamu
Salah seorang berbaring di belakang pasangan, sedangkan yang lainnya terbuai di dalam rangkulan yang berusaha mendekatkan dirinya.
Artinya: Para pasangan yang berada di belakang memberikan kekuatan emosional dan kebahagiaan dengan menawarkan dukungan emosional kepada pasangan lain yang lebih membutuhkan.
Posisi Pesan Campuran
Anda berbaring di punggung pasangan Anda.
Artinya: Dia berkorban untuk Anda dan siap memberikan kebahagiaan kepada pasangan jika membutuhkan.
Posisi Patuh
Salah satu berbaring di perut pasangan.
Artinya: pasangan Anda pasrah atau percaya pada hubungan mereka.
Posisi Penuh Nafsu
Berpelukan erat dengan masing-masing kaki melilit.
Artinya: memendam nafsu seperti saat berbulan madu, yang selalu ingin berbaring terus bersama pasangan Anda. Anda terus memeluknya seakan tak ingin berpisah. Anda harus memberikan ciuman kalau akan menghentikannya dengan baik-baik
Apakah Anda dan pasangan berpelukan dalam posisi sendok sepanjang malam? Ataukah Anda justru berada di tepi ranjang saat tidur?
Posisi tidur Anda memberikan makna terhadap hubungan dan menunjukkan bagaimana perasaan Anda dan menangani 'kekuatan' berdua.
Berikut ada beberapa posisi tidur dan maknanya.
1. Posisi Sendok (Pria di Belakang)
Pasangan Anda di belakang dengan menghadap ke punggung Anda.
Artinya: Dia ingin memberikan perlindungan terhadap Anda, walaupun posisi ini cukup tradisional. Dia bisa menjadi sensual dengan meraba-raba, memeluk dan membelai setiap bagian tubuh Anda. Hati-hati kalau Anda tidak pernah dalam posisi seperti ini karena mungkin akan terlalu kurang mesra.
2. Posisi Sendok (Wanita di Belakang)
Posisi yang lain adalah Anda menghadap punggungnya atau kedua pantatnya di depan Anda.
Artinya: Anda sangat menyayangi dan menjadi inisiatornya. Dia akan merasa tidak takut karena Anda menjadi mengendali suasana. Setiap saat keinginan Anda akan terlayani.
3. Tiang Terpisah
Kedua punggung saling berhadap-hadapan dengan jarak lumayan lebar.
Artinya: keintiman sedang renggang dan satu sama lain mungkin terlalu mandiri. Jika ingin setelah renggang kemudian berbaikan, maka ucapkanlah 'Selamat Malam' dengan hangat. Namun jangan sampai situasi ini menghalangi Anda dan pasangan Anda untuk masuk situasi berbaikan.
Posisi Menjauh
Salah satu terlentang dan yang lain menjauh dengan lebih memilih di tepi ranjang.
Artinya, kedua belah pihak mementingkan diri sendiri dan melupakan kepentingan bersama pasangan.
Posisi Butuh Kamu
Salah seorang berbaring di belakang pasangan, sedangkan yang lainnya terbuai di dalam rangkulan yang berusaha mendekatkan dirinya.
Artinya: Para pasangan yang berada di belakang memberikan kekuatan emosional dan kebahagiaan dengan menawarkan dukungan emosional kepada pasangan lain yang lebih membutuhkan.
Posisi Pesan Campuran
Anda berbaring di punggung pasangan Anda.
Artinya: Dia berkorban untuk Anda dan siap memberikan kebahagiaan kepada pasangan jika membutuhkan.
Posisi Patuh
Salah satu berbaring di perut pasangan.
Artinya: pasangan Anda pasrah atau percaya pada hubungan mereka.
Posisi Penuh Nafsu
Berpelukan erat dengan masing-masing kaki melilit.
Artinya: memendam nafsu seperti saat berbulan madu, yang selalu ingin berbaring terus bersama pasangan Anda. Anda terus memeluknya seakan tak ingin berpisah. Anda harus memberikan ciuman kalau akan menghentikannya dengan baik-baik
Labels:
dari,
Lelaki,
Memahami,
Memahami Pasangan,
Mr cinta,
Pasangan,
Posisi,
Posisi Tidur,
Tidur
Tuesday, March 23, 2010
Posisi Seks Menentukan Kelamin Bayi
KOMPAS.com - Entah dengan alasan apa, ia menginginkan anak pertama laki-laki. Bagaimana caranya? Adakah teknik khusus, termasuk dalam hubungan intim, agar diperoleh anak laki-laki?
“Saya seorang pemuda berumur 26 tahun, TB/BB: 165 cm/69kg, berencana 2 tahun lagi menikah. Pertanyaan saya:
* Bagaimana caranya agar saya mendapatkan kemungkinan lebih besar anak laki-laki?
* Apa pengaturan waktu berhubungan dengan calon istri (maksudnya di pagi hari atau sore hari) itu menentukan jenis kelamin nantinya?
* Apakah siklus menstruasi calon istri saya menentukan untuk mendapatkan anak yang lebih dominan laki atau perempuan?
* Bagaimana cara menghitung untuk mendapatkan anak laki?”
R., Jakarta
Akibat Budaya
Bagi banyak orang di negara kita, keinginan mempunyai anak laki-laki masih sangat kuat. Tentu saja ini berkaitan erat dengan kondisi sosial budaya dan tradisi masyarakat yang masih bias gender, dengan menempatkan pria lebih daripada wanita dalam segala hal.
Di beberapa negara sedang berkembang lain dan juga negara terbelakang, keinginan seperti ini juga sangat kuat. Sebaliknya, di negara maju, keinginan mempunyai anak dengan jenis kelamin tertentu, khususnya laki-laki, tidak ada lagi. Bagi mereka, laki-laki dan wanita benar sama saja, bukan hanya slogan.
Mungkin karena keinginan mempunyai anak dengan jenis kelamin tertentu bukan hal penting bagi mereka di negara maju, tidak tampak perkembangan untuk mendapatkan cara baru dalam hal ini.
Pemisahan Spermatozoa
Sampai saat ini cara yang ada masih adalah cara yang sudah cukup lama didapat, yaitu memisahkan spermatozoa melalui suatu media khusus. Dengan pemisahan ini, didapatkan spermatozoa yang mengandung kromosom X atau Y, tergantung media apa yang digunakan.
Hasil pemisahan kemudian diinseminasikan ke dalam rahim untuk menghasilkan kehamilan dengan jenis kelamin tertentu. Walaupun hasilnya tidak dijamin seratus persen, cara ini memberikan harapan bagi mereka yang ingin merencanakan kehamilan dengan jenis kelamin tertentu.
Kalau Anda menginginkan anak dengan jenis kelamin laki-laki, cara yang cukup canggih di atas dapat dilakukan. Namun, kalau enggan menggunakan cara yang canggih itu, boleh gunakan cara yang sederhana. Tentu saja dengan tingkat kegagalan yang lebih tinggi dibandingkan cara yang lebih canggih.
Saat Subur
Cara sederhana tersebut berdasarkan perbedaan biologis antara sel spermatozoa yang mengandung kromosom X dengan yang mengandung kromosom Y. Perbedaan antara kedua sel spermatozoa sebagai berikut.
Pertama, ukuran sel spermatozoa X lebih besar, sehingga geraknya lebih lambat, sedang spermatozoa Y bergerak lebih cepat karena ukurannya lebih kecil. Kedua, sel spermatozoa X lebih tahan terhadap zat yang bersifat asam, sedang spermatozoa Y lebih tahan terhadap zat yang bersifat basa.
Berdasarkan perbedaan biologis inilah kemudian dilakukan upaya sederhana untuk memisahkan kedua jenis spermatozoa dalam perencanaan jenis kelamin bayi.
Pertama, dengan mengatur waktu melakukan hubungan seksual. Hubungan seksual yang dilakukan tepat pada saat subur memungkinkan spermatozoa Y mencapai sel telur lebih dulu, sehingga diharapkan menghasilkan bayi laki-laki. Kalau dilakukan sekitar dua hari sebelum atau sesudah saat subur, diharapkan menghasilkan bayi perempuan.
Kedua, dengan memanfaatkan zat yang bersifat asam atau basa. Bila menginginkan bayi laki-laki, lakukan bilasan pada vagina dengan bahan yang bersifat basa sebelum melakukan hubungan seksual. Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, lakukan bilasan dengan zat yang bersifat asam sebelum melakukan hubungan seksual.
Ketiga, dengan mengatur teknik melakukan hubungan seksual sehingga orgasme dapat diatur. Kalau menginginkan bayi laki-laki, pihak istri harus mencapai orgasme lebih dulu agar suasana di dalam vagina menjadi basa. Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, istri hendaknya mencapai orgasme kemudian agar suasana di dalam vagina tetap asam.
Tentu saja cara sederhana ini tidak dijamin memberikan hasil yang pasti. Bahkan, kegagalannya cukup tinggi karena bagi banyak orang tidak selalu mudah menentukan kapan saat subur yang tepat, dan bagaimana mengatur agar mencapai orgasme lebih dulu atau kemudian. @
Konsultasi dijawab Prof. DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And
“Saya seorang pemuda berumur 26 tahun, TB/BB: 165 cm/69kg, berencana 2 tahun lagi menikah. Pertanyaan saya:
* Bagaimana caranya agar saya mendapatkan kemungkinan lebih besar anak laki-laki?
* Apa pengaturan waktu berhubungan dengan calon istri (maksudnya di pagi hari atau sore hari) itu menentukan jenis kelamin nantinya?
* Apakah siklus menstruasi calon istri saya menentukan untuk mendapatkan anak yang lebih dominan laki atau perempuan?
* Bagaimana cara menghitung untuk mendapatkan anak laki?”
R., Jakarta
Akibat Budaya
Bagi banyak orang di negara kita, keinginan mempunyai anak laki-laki masih sangat kuat. Tentu saja ini berkaitan erat dengan kondisi sosial budaya dan tradisi masyarakat yang masih bias gender, dengan menempatkan pria lebih daripada wanita dalam segala hal.
Di beberapa negara sedang berkembang lain dan juga negara terbelakang, keinginan seperti ini juga sangat kuat. Sebaliknya, di negara maju, keinginan mempunyai anak dengan jenis kelamin tertentu, khususnya laki-laki, tidak ada lagi. Bagi mereka, laki-laki dan wanita benar sama saja, bukan hanya slogan.
Mungkin karena keinginan mempunyai anak dengan jenis kelamin tertentu bukan hal penting bagi mereka di negara maju, tidak tampak perkembangan untuk mendapatkan cara baru dalam hal ini.
Pemisahan Spermatozoa
Sampai saat ini cara yang ada masih adalah cara yang sudah cukup lama didapat, yaitu memisahkan spermatozoa melalui suatu media khusus. Dengan pemisahan ini, didapatkan spermatozoa yang mengandung kromosom X atau Y, tergantung media apa yang digunakan.
Hasil pemisahan kemudian diinseminasikan ke dalam rahim untuk menghasilkan kehamilan dengan jenis kelamin tertentu. Walaupun hasilnya tidak dijamin seratus persen, cara ini memberikan harapan bagi mereka yang ingin merencanakan kehamilan dengan jenis kelamin tertentu.
Kalau Anda menginginkan anak dengan jenis kelamin laki-laki, cara yang cukup canggih di atas dapat dilakukan. Namun, kalau enggan menggunakan cara yang canggih itu, boleh gunakan cara yang sederhana. Tentu saja dengan tingkat kegagalan yang lebih tinggi dibandingkan cara yang lebih canggih.
Saat Subur
Cara sederhana tersebut berdasarkan perbedaan biologis antara sel spermatozoa yang mengandung kromosom X dengan yang mengandung kromosom Y. Perbedaan antara kedua sel spermatozoa sebagai berikut.
Pertama, ukuran sel spermatozoa X lebih besar, sehingga geraknya lebih lambat, sedang spermatozoa Y bergerak lebih cepat karena ukurannya lebih kecil. Kedua, sel spermatozoa X lebih tahan terhadap zat yang bersifat asam, sedang spermatozoa Y lebih tahan terhadap zat yang bersifat basa.
Berdasarkan perbedaan biologis inilah kemudian dilakukan upaya sederhana untuk memisahkan kedua jenis spermatozoa dalam perencanaan jenis kelamin bayi.
Pertama, dengan mengatur waktu melakukan hubungan seksual. Hubungan seksual yang dilakukan tepat pada saat subur memungkinkan spermatozoa Y mencapai sel telur lebih dulu, sehingga diharapkan menghasilkan bayi laki-laki. Kalau dilakukan sekitar dua hari sebelum atau sesudah saat subur, diharapkan menghasilkan bayi perempuan.
Kedua, dengan memanfaatkan zat yang bersifat asam atau basa. Bila menginginkan bayi laki-laki, lakukan bilasan pada vagina dengan bahan yang bersifat basa sebelum melakukan hubungan seksual. Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, lakukan bilasan dengan zat yang bersifat asam sebelum melakukan hubungan seksual.
Ketiga, dengan mengatur teknik melakukan hubungan seksual sehingga orgasme dapat diatur. Kalau menginginkan bayi laki-laki, pihak istri harus mencapai orgasme lebih dulu agar suasana di dalam vagina menjadi basa. Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, istri hendaknya mencapai orgasme kemudian agar suasana di dalam vagina tetap asam.
Tentu saja cara sederhana ini tidak dijamin memberikan hasil yang pasti. Bahkan, kegagalannya cukup tinggi karena bagi banyak orang tidak selalu mudah menentukan kapan saat subur yang tepat, dan bagaimana mengatur agar mencapai orgasme lebih dulu atau kemudian. @
Konsultasi dijawab Prof. DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And
Posisi Seks Menentukan Kelamin Bayi
KOMPAS.com - Entah dengan alasan apa, ia menginginkan anak pertama laki-laki. Bagaimana caranya? Adakah teknik khusus, termasuk dalam hubungan intim, agar diperoleh anak laki-laki?
“Saya seorang pemuda berumur 26 tahun, TB/BB: 165 cm/69kg, berencana 2 tahun lagi menikah. Pertanyaan saya:
* Bagaimana caranya agar saya mendapatkan kemungkinan lebih besar anak laki-laki?
* Apa pengaturan waktu berhubungan dengan calon istri (maksudnya di pagi hari atau sore hari) itu menentukan jenis kelamin nantinya?
* Apakah siklus menstruasi calon istri saya menentukan untuk mendapatkan anak yang lebih dominan laki atau perempuan?
* Bagaimana cara menghitung untuk mendapatkan anak laki?”
R., Jakarta
Akibat Budaya
Bagi banyak orang di negara kita, keinginan mempunyai anak laki-laki masih sangat kuat. Tentu saja ini berkaitan erat dengan kondisi sosial budaya dan tradisi masyarakat yang masih bias gender, dengan menempatkan pria lebih daripada wanita dalam segala hal.
Di beberapa negara sedang berkembang lain dan juga negara terbelakang, keinginan seperti ini juga sangat kuat. Sebaliknya, di negara maju, keinginan mempunyai anak dengan jenis kelamin tertentu, khususnya laki-laki, tidak ada lagi. Bagi mereka, laki-laki dan wanita benar sama saja, bukan hanya slogan.
Mungkin karena keinginan mempunyai anak dengan jenis kelamin tertentu bukan hal penting bagi mereka di negara maju, tidak tampak perkembangan untuk mendapatkan cara baru dalam hal ini.
Pemisahan Spermatozoa
Sampai saat ini cara yang ada masih adalah cara yang sudah cukup lama didapat, yaitu memisahkan spermatozoa melalui suatu media khusus. Dengan pemisahan ini, didapatkan spermatozoa yang mengandung kromosom X atau Y, tergantung media apa yang digunakan.
Hasil pemisahan kemudian diinseminasikan ke dalam rahim untuk menghasilkan kehamilan dengan jenis kelamin tertentu. Walaupun hasilnya tidak dijamin seratus persen, cara ini memberikan harapan bagi mereka yang ingin merencanakan kehamilan dengan jenis kelamin tertentu.
Kalau Anda menginginkan anak dengan jenis kelamin laki-laki, cara yang cukup canggih di atas dapat dilakukan. Namun, kalau enggan menggunakan cara yang canggih itu, boleh gunakan cara yang sederhana. Tentu saja dengan tingkat kegagalan yang lebih tinggi dibandingkan cara yang lebih canggih.
Saat Subur
Cara sederhana tersebut berdasarkan perbedaan biologis antara sel spermatozoa yang mengandung kromosom X dengan yang mengandung kromosom Y. Perbedaan antara kedua sel spermatozoa sebagai berikut.
Pertama, ukuran sel spermatozoa X lebih besar, sehingga geraknya lebih lambat, sedang spermatozoa Y bergerak lebih cepat karena ukurannya lebih kecil. Kedua, sel spermatozoa X lebih tahan terhadap zat yang bersifat asam, sedang spermatozoa Y lebih tahan terhadap zat yang bersifat basa.
Berdasarkan perbedaan biologis inilah kemudian dilakukan upaya sederhana untuk memisahkan kedua jenis spermatozoa dalam perencanaan jenis kelamin bayi.
Pertama, dengan mengatur waktu melakukan hubungan seksual. Hubungan seksual yang dilakukan tepat pada saat subur memungkinkan spermatozoa Y mencapai sel telur lebih dulu, sehingga diharapkan menghasilkan bayi laki-laki. Kalau dilakukan sekitar dua hari sebelum atau sesudah saat subur, diharapkan menghasilkan bayi perempuan.
Kedua, dengan memanfaatkan zat yang bersifat asam atau basa. Bila menginginkan bayi laki-laki, lakukan bilasan pada vagina dengan bahan yang bersifat basa sebelum melakukan hubungan seksual. Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, lakukan bilasan dengan zat yang bersifat asam sebelum melakukan hubungan seksual.
Ketiga, dengan mengatur teknik melakukan hubungan seksual sehingga orgasme dapat diatur. Kalau menginginkan bayi laki-laki, pihak istri harus mencapai orgasme lebih dulu agar suasana di dalam vagina menjadi basa. Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, istri hendaknya mencapai orgasme kemudian agar suasana di dalam vagina tetap asam.
Tentu saja cara sederhana ini tidak dijamin memberikan hasil yang pasti. Bahkan, kegagalannya cukup tinggi karena bagi banyak orang tidak selalu mudah menentukan kapan saat subur yang tepat, dan bagaimana mengatur agar mencapai orgasme lebih dulu atau kemudian. @
Konsultasi dijawab Prof. DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And
“Saya seorang pemuda berumur 26 tahun, TB/BB: 165 cm/69kg, berencana 2 tahun lagi menikah. Pertanyaan saya:
* Bagaimana caranya agar saya mendapatkan kemungkinan lebih besar anak laki-laki?
* Apa pengaturan waktu berhubungan dengan calon istri (maksudnya di pagi hari atau sore hari) itu menentukan jenis kelamin nantinya?
* Apakah siklus menstruasi calon istri saya menentukan untuk mendapatkan anak yang lebih dominan laki atau perempuan?
* Bagaimana cara menghitung untuk mendapatkan anak laki?”
R., Jakarta
Akibat Budaya
Bagi banyak orang di negara kita, keinginan mempunyai anak laki-laki masih sangat kuat. Tentu saja ini berkaitan erat dengan kondisi sosial budaya dan tradisi masyarakat yang masih bias gender, dengan menempatkan pria lebih daripada wanita dalam segala hal.
Di beberapa negara sedang berkembang lain dan juga negara terbelakang, keinginan seperti ini juga sangat kuat. Sebaliknya, di negara maju, keinginan mempunyai anak dengan jenis kelamin tertentu, khususnya laki-laki, tidak ada lagi. Bagi mereka, laki-laki dan wanita benar sama saja, bukan hanya slogan.
Mungkin karena keinginan mempunyai anak dengan jenis kelamin tertentu bukan hal penting bagi mereka di negara maju, tidak tampak perkembangan untuk mendapatkan cara baru dalam hal ini.
Pemisahan Spermatozoa
Sampai saat ini cara yang ada masih adalah cara yang sudah cukup lama didapat, yaitu memisahkan spermatozoa melalui suatu media khusus. Dengan pemisahan ini, didapatkan spermatozoa yang mengandung kromosom X atau Y, tergantung media apa yang digunakan.
Hasil pemisahan kemudian diinseminasikan ke dalam rahim untuk menghasilkan kehamilan dengan jenis kelamin tertentu. Walaupun hasilnya tidak dijamin seratus persen, cara ini memberikan harapan bagi mereka yang ingin merencanakan kehamilan dengan jenis kelamin tertentu.
Kalau Anda menginginkan anak dengan jenis kelamin laki-laki, cara yang cukup canggih di atas dapat dilakukan. Namun, kalau enggan menggunakan cara yang canggih itu, boleh gunakan cara yang sederhana. Tentu saja dengan tingkat kegagalan yang lebih tinggi dibandingkan cara yang lebih canggih.
Saat Subur
Cara sederhana tersebut berdasarkan perbedaan biologis antara sel spermatozoa yang mengandung kromosom X dengan yang mengandung kromosom Y. Perbedaan antara kedua sel spermatozoa sebagai berikut.
Pertama, ukuran sel spermatozoa X lebih besar, sehingga geraknya lebih lambat, sedang spermatozoa Y bergerak lebih cepat karena ukurannya lebih kecil. Kedua, sel spermatozoa X lebih tahan terhadap zat yang bersifat asam, sedang spermatozoa Y lebih tahan terhadap zat yang bersifat basa.
Berdasarkan perbedaan biologis inilah kemudian dilakukan upaya sederhana untuk memisahkan kedua jenis spermatozoa dalam perencanaan jenis kelamin bayi.
Pertama, dengan mengatur waktu melakukan hubungan seksual. Hubungan seksual yang dilakukan tepat pada saat subur memungkinkan spermatozoa Y mencapai sel telur lebih dulu, sehingga diharapkan menghasilkan bayi laki-laki. Kalau dilakukan sekitar dua hari sebelum atau sesudah saat subur, diharapkan menghasilkan bayi perempuan.
Kedua, dengan memanfaatkan zat yang bersifat asam atau basa. Bila menginginkan bayi laki-laki, lakukan bilasan pada vagina dengan bahan yang bersifat basa sebelum melakukan hubungan seksual. Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, lakukan bilasan dengan zat yang bersifat asam sebelum melakukan hubungan seksual.
Ketiga, dengan mengatur teknik melakukan hubungan seksual sehingga orgasme dapat diatur. Kalau menginginkan bayi laki-laki, pihak istri harus mencapai orgasme lebih dulu agar suasana di dalam vagina menjadi basa. Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, istri hendaknya mencapai orgasme kemudian agar suasana di dalam vagina tetap asam.
Tentu saja cara sederhana ini tidak dijamin memberikan hasil yang pasti. Bahkan, kegagalannya cukup tinggi karena bagi banyak orang tidak selalu mudah menentukan kapan saat subur yang tepat, dan bagaimana mengatur agar mencapai orgasme lebih dulu atau kemudian. @
Konsultasi dijawab Prof. DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And
Subscribe to:
Posts (Atom)