Liburan akhir pekan bukan berarti hanya dihabiskan dengan bermalas-malasan. Jika ingin mengurangi berat badan, sekarang adalah waktu yang tepat. Ada banyak aktivitas rutin yang bisa dimanfaatkan sebagai bentuk kegiatan olahraga.
Kegiatan itu pun dapat sekaligus membakar kalori 200-300 kalori sehari. Otomatis, berat badan juga bisa menyusut. membakar kalori 200-300 kalori sehari. Aktivitas apa saja?
Jalan-jalan di mal
35 kalori per 10 menit
Ternyata, ajang cuci mata di mal bisa juga membakar kalori. Berjalan-jalan di mal yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam, siapa sangka cukup efektif. Dengan kecepatan sedang, ajang menjelajahi mal dapat melatih otot paha dan betis, tangan, serta perut bagian atas.
Mengangkat barang belanjaan
31 kalori per 10 menit
Menggantungkan plastik berisi belanjaan di bagian lengan dapat melatih otot punggung, tangan, dan pinggang. Sedangkan menjinjing tas belanjaan dapat melatih otot bahu, lengan, dan betis. Jadi, saat berbelanja di pasar swalayan, lupakan kereta dorong, tapi gunakan keranjang tangan. Nah, setelah selesai belanja, bila barang belanjaan hanya sekitar 2-3 kantong, keluarkan dari troly, dan jinjinglah dengan tangan menuju parkiran.
Memakai vacum cleaner
23 kalori per 10 menit
Aktivitas ini lebih banyak melatih otot tangan, terutama lengan bagian atas. Dengan sesekali membungkuk, otot bagian pinggang juga ikut terlatih. Gerakan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan kedua tangan. Bersihkan satu area dengan gerakan maju mundur sebanyak 3-5 kali. Usahakan agar tubuh tidak terlalu membungkuk.
Menyetrika pakaian
17 kalori per 10 menit
Menyetrika secara intensif dapat mengencangkan lengan serta melatih keseimbangan tangan kiri dan kanan. Alat setrika dapat menjadi beban latihan ketika menyetrika dalam posisi berdiri. Menyetrika pakaian dapat melatih otot lengan dan punggung. Untuk mencegah rasa nyeri pada punggung, gunakanlah salah satu kaki sebagai tumpuan secara bergantian.
Memasak
23 kalori per 10 menit
Jumlah kalori yang dibakar ini dihitung mulai dari kegiatan menyiapkan bahan-bahan makanan, seperti mencuci, mengiris-iris, menghaluskan bumbu dengan ulekan, hingga memasak. Memasak dalam posisi berdiri akan melatih otot lengan dan kaki, sedangkan dalam posisi duduk, hanya melatih otot pergelangan tangan. Makin banyak porsi makanan yang disiapkan, makin besar kalori yang dibakar (karena persiapan akan lebih lama sehingga Anda lebih banyak bergerak).
Mencuci piring
15 kalori per 10 menit
Cobalah mencuci sendiri piring makan Anda, piring bekas menyimpan lauk, dan peralatan makan lainnya. Mencuci sambil berdiri dapat melatih otot lengan atas dan bahu. Sebaiknya lakukan gerakan dengan intensitas tinggi (cukup bertenaga). Tentu saja ini tidak sulit, sebab terkadang Anda membutuhkan tenaga ekstra untuk menghilangkan noda minyak atau kotoran yang mengeras di wajan.
Berkebun
63 kalori per 10 menit
Daripada menugaskan tukang kebun untuk menata taman, akan lebih menyenangkan jika sesekali Anda sendiri yang turun tangan menanganinya. Kegiatan berkebun, seperti memangkas tanaman, merapikan pot, menanam bunga, menyiram tanaman, dan memberi pupuk bisa menjadi kegiatan relaksasi. Sekaligus efektif untuk membakar kalori. Berkebun yang dikerjakan dengan posisi duduk (memangkas tanaman, memupuk, dan sejenisnya) dapat melatih otot pinggang dan punggung. Sedangkan dengan posisi jongkok yang berulang-ulang juga dapat melatih otot bagian paha. •
VIVAnews
Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Friday, April 2, 2010
Kikis Lemak Tanpa Olahraga
Liburan akhir pekan bukan berarti hanya dihabiskan dengan bermalas-malasan. Jika ingin mengurangi berat badan, sekarang adalah waktu yang tepat. Ada banyak aktivitas rutin yang bisa dimanfaatkan sebagai bentuk kegiatan olahraga.
Kegiatan itu pun dapat sekaligus membakar kalori 200-300 kalori sehari. Otomatis, berat badan juga bisa menyusut. membakar kalori 200-300 kalori sehari. Aktivitas apa saja?
Jalan-jalan di mal
35 kalori per 10 menit
Ternyata, ajang cuci mata di mal bisa juga membakar kalori. Berjalan-jalan di mal yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam, siapa sangka cukup efektif. Dengan kecepatan sedang, ajang menjelajahi mal dapat melatih otot paha dan betis, tangan, serta perut bagian atas.
Mengangkat barang belanjaan
31 kalori per 10 menit
Menggantungkan plastik berisi belanjaan di bagian lengan dapat melatih otot punggung, tangan, dan pinggang. Sedangkan menjinjing tas belanjaan dapat melatih otot bahu, lengan, dan betis. Jadi, saat berbelanja di pasar swalayan, lupakan kereta dorong, tapi gunakan keranjang tangan. Nah, setelah selesai belanja, bila barang belanjaan hanya sekitar 2-3 kantong, keluarkan dari troly, dan jinjinglah dengan tangan menuju parkiran.
Memakai vacum cleaner
23 kalori per 10 menit
Aktivitas ini lebih banyak melatih otot tangan, terutama lengan bagian atas. Dengan sesekali membungkuk, otot bagian pinggang juga ikut terlatih. Gerakan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan kedua tangan. Bersihkan satu area dengan gerakan maju mundur sebanyak 3-5 kali. Usahakan agar tubuh tidak terlalu membungkuk.
Menyetrika pakaian
17 kalori per 10 menit
Menyetrika secara intensif dapat mengencangkan lengan serta melatih keseimbangan tangan kiri dan kanan. Alat setrika dapat menjadi beban latihan ketika menyetrika dalam posisi berdiri. Menyetrika pakaian dapat melatih otot lengan dan punggung. Untuk mencegah rasa nyeri pada punggung, gunakanlah salah satu kaki sebagai tumpuan secara bergantian.
Memasak
23 kalori per 10 menit
Jumlah kalori yang dibakar ini dihitung mulai dari kegiatan menyiapkan bahan-bahan makanan, seperti mencuci, mengiris-iris, menghaluskan bumbu dengan ulekan, hingga memasak. Memasak dalam posisi berdiri akan melatih otot lengan dan kaki, sedangkan dalam posisi duduk, hanya melatih otot pergelangan tangan. Makin banyak porsi makanan yang disiapkan, makin besar kalori yang dibakar (karena persiapan akan lebih lama sehingga Anda lebih banyak bergerak).
Mencuci piring
15 kalori per 10 menit
Cobalah mencuci sendiri piring makan Anda, piring bekas menyimpan lauk, dan peralatan makan lainnya. Mencuci sambil berdiri dapat melatih otot lengan atas dan bahu. Sebaiknya lakukan gerakan dengan intensitas tinggi (cukup bertenaga). Tentu saja ini tidak sulit, sebab terkadang Anda membutuhkan tenaga ekstra untuk menghilangkan noda minyak atau kotoran yang mengeras di wajan.
Berkebun
63 kalori per 10 menit
Daripada menugaskan tukang kebun untuk menata taman, akan lebih menyenangkan jika sesekali Anda sendiri yang turun tangan menanganinya. Kegiatan berkebun, seperti memangkas tanaman, merapikan pot, menanam bunga, menyiram tanaman, dan memberi pupuk bisa menjadi kegiatan relaksasi. Sekaligus efektif untuk membakar kalori. Berkebun yang dikerjakan dengan posisi duduk (memangkas tanaman, memupuk, dan sejenisnya) dapat melatih otot pinggang dan punggung. Sedangkan dengan posisi jongkok yang berulang-ulang juga dapat melatih otot bagian paha. •
VIVAnews
Kegiatan itu pun dapat sekaligus membakar kalori 200-300 kalori sehari. Otomatis, berat badan juga bisa menyusut. membakar kalori 200-300 kalori sehari. Aktivitas apa saja?
Jalan-jalan di mal
35 kalori per 10 menit
Ternyata, ajang cuci mata di mal bisa juga membakar kalori. Berjalan-jalan di mal yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam, siapa sangka cukup efektif. Dengan kecepatan sedang, ajang menjelajahi mal dapat melatih otot paha dan betis, tangan, serta perut bagian atas.
Mengangkat barang belanjaan
31 kalori per 10 menit
Menggantungkan plastik berisi belanjaan di bagian lengan dapat melatih otot punggung, tangan, dan pinggang. Sedangkan menjinjing tas belanjaan dapat melatih otot bahu, lengan, dan betis. Jadi, saat berbelanja di pasar swalayan, lupakan kereta dorong, tapi gunakan keranjang tangan. Nah, setelah selesai belanja, bila barang belanjaan hanya sekitar 2-3 kantong, keluarkan dari troly, dan jinjinglah dengan tangan menuju parkiran.
Memakai vacum cleaner
23 kalori per 10 menit
Aktivitas ini lebih banyak melatih otot tangan, terutama lengan bagian atas. Dengan sesekali membungkuk, otot bagian pinggang juga ikut terlatih. Gerakan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan kedua tangan. Bersihkan satu area dengan gerakan maju mundur sebanyak 3-5 kali. Usahakan agar tubuh tidak terlalu membungkuk.
Menyetrika pakaian
17 kalori per 10 menit
Menyetrika secara intensif dapat mengencangkan lengan serta melatih keseimbangan tangan kiri dan kanan. Alat setrika dapat menjadi beban latihan ketika menyetrika dalam posisi berdiri. Menyetrika pakaian dapat melatih otot lengan dan punggung. Untuk mencegah rasa nyeri pada punggung, gunakanlah salah satu kaki sebagai tumpuan secara bergantian.
Memasak
23 kalori per 10 menit
Jumlah kalori yang dibakar ini dihitung mulai dari kegiatan menyiapkan bahan-bahan makanan, seperti mencuci, mengiris-iris, menghaluskan bumbu dengan ulekan, hingga memasak. Memasak dalam posisi berdiri akan melatih otot lengan dan kaki, sedangkan dalam posisi duduk, hanya melatih otot pergelangan tangan. Makin banyak porsi makanan yang disiapkan, makin besar kalori yang dibakar (karena persiapan akan lebih lama sehingga Anda lebih banyak bergerak).
Mencuci piring
15 kalori per 10 menit
Cobalah mencuci sendiri piring makan Anda, piring bekas menyimpan lauk, dan peralatan makan lainnya. Mencuci sambil berdiri dapat melatih otot lengan atas dan bahu. Sebaiknya lakukan gerakan dengan intensitas tinggi (cukup bertenaga). Tentu saja ini tidak sulit, sebab terkadang Anda membutuhkan tenaga ekstra untuk menghilangkan noda minyak atau kotoran yang mengeras di wajan.
Berkebun
63 kalori per 10 menit
Daripada menugaskan tukang kebun untuk menata taman, akan lebih menyenangkan jika sesekali Anda sendiri yang turun tangan menanganinya. Kegiatan berkebun, seperti memangkas tanaman, merapikan pot, menanam bunga, menyiram tanaman, dan memberi pupuk bisa menjadi kegiatan relaksasi. Sekaligus efektif untuk membakar kalori. Berkebun yang dikerjakan dengan posisi duduk (memangkas tanaman, memupuk, dan sejenisnya) dapat melatih otot pinggang dan punggung. Sedangkan dengan posisi jongkok yang berulang-ulang juga dapat melatih otot bagian paha. •
VIVAnews
Tuesday, March 23, 2010
Olahraga Satu Jam Lebih Efektif
KOMPAS.com — Seseorang secara alami akan mengalami penambahan berat badan karena metabolismenya, proses ketika tubuh membakar kalori, menjadi lambat seiring dengan pertambahan usia. Padahal, penyakit terkait erat sekali dengan kehadiran lemak secara berlebihan.
Untuk menjaga berat badan yang normal, berapa pun usia Anda, yang dilakukan adalah menurunkan berat badan secara bertahap lewat olahraga. Para pakar kesehatan di Amerika merekomendasikan 150 menit dalam seminggu sudah cukup untuk mengurangi risiko penyakit kronik. Namun, takaran waktu tersebut kurang cukup untuk mengurangi berat badan.
Para ahli mengungkapkan, cara yang paling baik untuk mendapatkan berat tubuh yang sehat adalah berolahraga dengan takaran lebih banyak, sekitar satu jam setiap hari. Bahkan, apabila cara ini dilakukan sejak usia pertengahan, manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang.
Sejumlah peneliti dari Brigham and Women's Hospital melakukan penelitian untuk mengetahui dengan pasti takaran waktu yang paling tepat untuk mencegah kegemukan tanpa harus membatasi kalori. Penelitian yang diketuai oleh I-Min Lee, ScD dari Harvard Medical School ini melibatkan 34.000 responden wanita yang rata-rata berusia 54.
Lee menemukan bahwa makin aktif seseorang berolahraga, makin sedikit penurunan berat badan yang diperoleh. "Apabila dibandingkan antara kelompok wanita yang sangat aktif olahraga, kelompok yang kurang begitu aktif justru mencapai penurunan berat badan lebih banyak," katanya.
Hasil studi juga mengungkapkan bahwa aktivitas fisik dan pengurangan bobot tubuh hanya nyata hasilnya pada mereka yang indeks massa tubuhnya kurang dari 25. "Untuk mereka yang indeks massa tubuhnya lebih dari 25 atau kegemukan, olahraga harus diikuti dengan pembatasan kalori," kata Lee.
Untuk menjaga berat badan yang normal, berapa pun usia Anda, yang dilakukan adalah menurunkan berat badan secara bertahap lewat olahraga. Para pakar kesehatan di Amerika merekomendasikan 150 menit dalam seminggu sudah cukup untuk mengurangi risiko penyakit kronik. Namun, takaran waktu tersebut kurang cukup untuk mengurangi berat badan.
Para ahli mengungkapkan, cara yang paling baik untuk mendapatkan berat tubuh yang sehat adalah berolahraga dengan takaran lebih banyak, sekitar satu jam setiap hari. Bahkan, apabila cara ini dilakukan sejak usia pertengahan, manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang.
Sejumlah peneliti dari Brigham and Women's Hospital melakukan penelitian untuk mengetahui dengan pasti takaran waktu yang paling tepat untuk mencegah kegemukan tanpa harus membatasi kalori. Penelitian yang diketuai oleh I-Min Lee, ScD dari Harvard Medical School ini melibatkan 34.000 responden wanita yang rata-rata berusia 54.
Lee menemukan bahwa makin aktif seseorang berolahraga, makin sedikit penurunan berat badan yang diperoleh. "Apabila dibandingkan antara kelompok wanita yang sangat aktif olahraga, kelompok yang kurang begitu aktif justru mencapai penurunan berat badan lebih banyak," katanya.
Hasil studi juga mengungkapkan bahwa aktivitas fisik dan pengurangan bobot tubuh hanya nyata hasilnya pada mereka yang indeks massa tubuhnya kurang dari 25. "Untuk mereka yang indeks massa tubuhnya lebih dari 25 atau kegemukan, olahraga harus diikuti dengan pembatasan kalori," kata Lee.
Olahraga Satu Jam Lebih Efektif
KOMPAS.com — Seseorang secara alami akan mengalami penambahan berat badan karena metabolismenya, proses ketika tubuh membakar kalori, menjadi lambat seiring dengan pertambahan usia. Padahal, penyakit terkait erat sekali dengan kehadiran lemak secara berlebihan.
Untuk menjaga berat badan yang normal, berapa pun usia Anda, yang dilakukan adalah menurunkan berat badan secara bertahap lewat olahraga. Para pakar kesehatan di Amerika merekomendasikan 150 menit dalam seminggu sudah cukup untuk mengurangi risiko penyakit kronik. Namun, takaran waktu tersebut kurang cukup untuk mengurangi berat badan.
Para ahli mengungkapkan, cara yang paling baik untuk mendapatkan berat tubuh yang sehat adalah berolahraga dengan takaran lebih banyak, sekitar satu jam setiap hari. Bahkan, apabila cara ini dilakukan sejak usia pertengahan, manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang.
Sejumlah peneliti dari Brigham and Women's Hospital melakukan penelitian untuk mengetahui dengan pasti takaran waktu yang paling tepat untuk mencegah kegemukan tanpa harus membatasi kalori. Penelitian yang diketuai oleh I-Min Lee, ScD dari Harvard Medical School ini melibatkan 34.000 responden wanita yang rata-rata berusia 54.
Lee menemukan bahwa makin aktif seseorang berolahraga, makin sedikit penurunan berat badan yang diperoleh. "Apabila dibandingkan antara kelompok wanita yang sangat aktif olahraga, kelompok yang kurang begitu aktif justru mencapai penurunan berat badan lebih banyak," katanya.
Hasil studi juga mengungkapkan bahwa aktivitas fisik dan pengurangan bobot tubuh hanya nyata hasilnya pada mereka yang indeks massa tubuhnya kurang dari 25. "Untuk mereka yang indeks massa tubuhnya lebih dari 25 atau kegemukan, olahraga harus diikuti dengan pembatasan kalori," kata Lee.
Untuk menjaga berat badan yang normal, berapa pun usia Anda, yang dilakukan adalah menurunkan berat badan secara bertahap lewat olahraga. Para pakar kesehatan di Amerika merekomendasikan 150 menit dalam seminggu sudah cukup untuk mengurangi risiko penyakit kronik. Namun, takaran waktu tersebut kurang cukup untuk mengurangi berat badan.
Para ahli mengungkapkan, cara yang paling baik untuk mendapatkan berat tubuh yang sehat adalah berolahraga dengan takaran lebih banyak, sekitar satu jam setiap hari. Bahkan, apabila cara ini dilakukan sejak usia pertengahan, manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang.
Sejumlah peneliti dari Brigham and Women's Hospital melakukan penelitian untuk mengetahui dengan pasti takaran waktu yang paling tepat untuk mencegah kegemukan tanpa harus membatasi kalori. Penelitian yang diketuai oleh I-Min Lee, ScD dari Harvard Medical School ini melibatkan 34.000 responden wanita yang rata-rata berusia 54.
Lee menemukan bahwa makin aktif seseorang berolahraga, makin sedikit penurunan berat badan yang diperoleh. "Apabila dibandingkan antara kelompok wanita yang sangat aktif olahraga, kelompok yang kurang begitu aktif justru mencapai penurunan berat badan lebih banyak," katanya.
Hasil studi juga mengungkapkan bahwa aktivitas fisik dan pengurangan bobot tubuh hanya nyata hasilnya pada mereka yang indeks massa tubuhnya kurang dari 25. "Untuk mereka yang indeks massa tubuhnya lebih dari 25 atau kegemukan, olahraga harus diikuti dengan pembatasan kalori," kata Lee.
Subscribe to:
Posts (Atom)