Showing posts with label Kurangi. Show all posts
Showing posts with label Kurangi. Show all posts

Thursday, March 25, 2010

Hindari Stroke, Kurangi Lemak dan Gorengan

KOMPAS.com - Anda termasuk penyuka makanan tinggi lemak dan gula? Tampaknya Anda mesti membenahi gaya makan Anda. Bukan saja menyebabkan berat badan gampang naik, tapi juga risiko terkena stroke sangat tinggi, khususnya pada wanita.

Anda mungkin sudah paham makanan tinggi lemak bisa menyebabkan timbulnya penyempitan pembuluh darah yang beresiko penyakit jantung. Studi terbaru yang dilakukan terhadap 87.230 responden menyebutkan risiko stroke 44 persen lebih tinggi pada mereka yang hobi menyantap makanan berlemak.

"Risiko kesehatan yang besar ini sebenarnya bisa dicegah. Harus dipahami, bahwa yang buruk untuk jantung juga buruk untuk otak," kata Dr.Emil Matarese, ahli stroke dari St.Mary Medical Center, Amerika Serikat.

Sebelum memasuki masa menopause, sebenarnya risiko wanita untuk terkena stroke lebih rendah daripada pria. Namun di usia menopause, risikonya menjadi sama. Karena itu wanita yang berusia di atas 50 tahun disarankan untuk mengurangi asupan makanan tinggi lemak.

Penelitian menunjukkan, risiko stroke pada wanita yang hobi makan makanan mengandung lemak jenuh, seperti margarin, gorengan, kue dan camilan manis, 30 persen lebih tinggi. Yang juga perlu diperhatikan adalah mewaspadai lemak yang tersembunyi pada makanan.

"Biasakan untuk membaca tabel kemasan dan perhatikan porsi makanan yang diasup. Hal-hal sederhana seperti ini, terlebih bila menghindari makanan yang digoreng, sangat menguntungkan kesehatan wanita yang sudah menopause," kata Materese.

Hindari Stroke, Kurangi Lemak dan Gorengan

KOMPAS.com - Anda termasuk penyuka makanan tinggi lemak dan gula? Tampaknya Anda mesti membenahi gaya makan Anda. Bukan saja menyebabkan berat badan gampang naik, tapi juga risiko terkena stroke sangat tinggi, khususnya pada wanita.

Anda mungkin sudah paham makanan tinggi lemak bisa menyebabkan timbulnya penyempitan pembuluh darah yang beresiko penyakit jantung. Studi terbaru yang dilakukan terhadap 87.230 responden menyebutkan risiko stroke 44 persen lebih tinggi pada mereka yang hobi menyantap makanan berlemak.

"Risiko kesehatan yang besar ini sebenarnya bisa dicegah. Harus dipahami, bahwa yang buruk untuk jantung juga buruk untuk otak," kata Dr.Emil Matarese, ahli stroke dari St.Mary Medical Center, Amerika Serikat.

Sebelum memasuki masa menopause, sebenarnya risiko wanita untuk terkena stroke lebih rendah daripada pria. Namun di usia menopause, risikonya menjadi sama. Karena itu wanita yang berusia di atas 50 tahun disarankan untuk mengurangi asupan makanan tinggi lemak.

Penelitian menunjukkan, risiko stroke pada wanita yang hobi makan makanan mengandung lemak jenuh, seperti margarin, gorengan, kue dan camilan manis, 30 persen lebih tinggi. Yang juga perlu diperhatikan adalah mewaspadai lemak yang tersembunyi pada makanan.

"Biasakan untuk membaca tabel kemasan dan perhatikan porsi makanan yang diasup. Hal-hal sederhana seperti ini, terlebih bila menghindari makanan yang digoreng, sangat menguntungkan kesehatan wanita yang sudah menopause," kata Materese.

Tuesday, March 23, 2010

Pepsi Kurangi Sodium dan Gula dalam Produknya

Kompas.com — Produsen minuman bersoda, Pepsi Inc, berencana mengurangi kandungan sodium dalam setiap produknya hingga seperempat dalam lima tahun mendatang. Langkah ini diambil sebagai jawaban atas tekanan dari Pemerintah Amerika Serikat dan kepedulian konsumen terhadap kesehatan.

Pihak Pepsi Inc yang juga memproduksi keripik ini juga mengumumkan berbagai tujuan mereka terhadap perubahan nutrisi, termasuk mengurangi gula hingga 25 persen jumlah sekarang dalam 10 tahun mendatang. Mereka juga akan menambahkan berbagai pilihan, seperti whole grains, rasa buah, sayur, dan produk rendah lemak.

Pepsi bukanlah produsen makanan pertama yang melakukan perubahan komposisi produknya menjadi lebih menyehatkan. Minggu lalu, Kraft Foods Inc juga berjanji akan mengurangi garam dalam produk yang dipasarkan di AS dalam 10 tahun mendatang. Beberapa perusahaan lain juga mengumumkan mengurangi sodium.

"Keputusan sehat" tersebut disambut positif banyak pihak. Terlebih, dalam beberapa tahun terakhir ini para ahli gencar mengampanyekan dampak negatif asupan gula dan kalori berlebih. Makanan yang memiliki kandungan garam, gula, lemak, dan kalori yang tinggi dapat digolongkan ke dalam junk food.  Biasanya, di makanan yang punya label junk food ini kandungan vitamin, protein, atau mineralnya sangat sedikit. Padahal, semua itu sangat dibutuhkan untuk kesehatan tubuh.

Pepsi Kurangi Sodium dan Gula dalam Produknya

Kompas.com — Produsen minuman bersoda, Pepsi Inc, berencana mengurangi kandungan sodium dalam setiap produknya hingga seperempat dalam lima tahun mendatang. Langkah ini diambil sebagai jawaban atas tekanan dari Pemerintah Amerika Serikat dan kepedulian konsumen terhadap kesehatan.

Pihak Pepsi Inc yang juga memproduksi keripik ini juga mengumumkan berbagai tujuan mereka terhadap perubahan nutrisi, termasuk mengurangi gula hingga 25 persen jumlah sekarang dalam 10 tahun mendatang. Mereka juga akan menambahkan berbagai pilihan, seperti whole grains, rasa buah, sayur, dan produk rendah lemak.

Pepsi bukanlah produsen makanan pertama yang melakukan perubahan komposisi produknya menjadi lebih menyehatkan. Minggu lalu, Kraft Foods Inc juga berjanji akan mengurangi garam dalam produk yang dipasarkan di AS dalam 10 tahun mendatang. Beberapa perusahaan lain juga mengumumkan mengurangi sodium.

"Keputusan sehat" tersebut disambut positif banyak pihak. Terlebih, dalam beberapa tahun terakhir ini para ahli gencar mengampanyekan dampak negatif asupan gula dan kalori berlebih. Makanan yang memiliki kandungan garam, gula, lemak, dan kalori yang tinggi dapat digolongkan ke dalam junk food.  Biasanya, di makanan yang punya label junk food ini kandungan vitamin, protein, atau mineralnya sangat sedikit. Padahal, semua itu sangat dibutuhkan untuk kesehatan tubuh.