Saturday, April 10, 2010

Gaya "Woman on Top" Cocok untuk Ibu Hamil

Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah.
Kondisi tersebut normal saja. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda.
Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.

Namun, ketika Anda dan pasangan lebih bersemangat untuk melakukan kegiatan bercinta, coba lakukan dengan posisi yang lebih nyaman. Berikut beberapa di antaranya:

Two Spoons
Berbaringlah bersebelahan, dengan pasangan Anda berada di belakang Anda. Penetrasi ringan dengan posisi ini bisa memberikan kenyamanan untuk Anda.

Ride High
Posisi ini seperti posisi woman on top, tak ada tekanan pada daerah perut. Posisi ini cukup populer untuk kalangan wanita hamil. Dengan posisi ini, si calon ibulah yang akan mengkontrol kekuatan, serta kedalaman penetrasi.

Comfort on the Comforter

Untuk melakukan posisi ini, si wanita diminta duduk di pinggir tempat tidur, lalu membaringkan tubuhnya, biarkan kaki masih menyentuh lantai. Sementara posisi pria berdiri di pinggir tempat tidur. Anda bisa mengangkat kaki dan meminta si dia memeganginya agar lebih mudah melakukan penetrasi dan kenyamanan.

Loving in the Living Room
Untuk posisi ini, diperlukan bangku. Si calon ibu menghadap ke bangku, sambil berpegangan pada bagian atas bangku untuk menyanggah berat tubuhnya, bisa juga dengan menaikkan satu atau kedua kaki ke bangku. Suami Anda melakukan penetrasi dari arah belakang.

KOMPAS.com

Gaya "Woman on Top" Cocok untuk Ibu Hamil

Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah.
Kondisi tersebut normal saja. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda.
Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.

Namun, ketika Anda dan pasangan lebih bersemangat untuk melakukan kegiatan bercinta, coba lakukan dengan posisi yang lebih nyaman. Berikut beberapa di antaranya:

Two Spoons
Berbaringlah bersebelahan, dengan pasangan Anda berada di belakang Anda. Penetrasi ringan dengan posisi ini bisa memberikan kenyamanan untuk Anda.

Ride High
Posisi ini seperti posisi woman on top, tak ada tekanan pada daerah perut. Posisi ini cukup populer untuk kalangan wanita hamil. Dengan posisi ini, si calon ibulah yang akan mengkontrol kekuatan, serta kedalaman penetrasi.

Comfort on the Comforter

Untuk melakukan posisi ini, si wanita diminta duduk di pinggir tempat tidur, lalu membaringkan tubuhnya, biarkan kaki masih menyentuh lantai. Sementara posisi pria berdiri di pinggir tempat tidur. Anda bisa mengangkat kaki dan meminta si dia memeganginya agar lebih mudah melakukan penetrasi dan kenyamanan.

Loving in the Living Room
Untuk posisi ini, diperlukan bangku. Si calon ibu menghadap ke bangku, sambil berpegangan pada bagian atas bangku untuk menyanggah berat tubuhnya, bisa juga dengan menaikkan satu atau kedua kaki ke bangku. Suami Anda melakukan penetrasi dari arah belakang.

KOMPAS.com

Gairah Membuncah Saat Hamil

Seks saat kehamilan bukan hal yang ditabukan dan aman untuk dilakukan. Kecuali Anda memiliki risiko kehamilan yang tinggi dan dokter Anda menyarankan untuk tidak melakukannya, seks bisa dilakukan saat kehamilan. Berikut adalah penjelasan oleh Susan Warthus MD, pengarang Darn Good Advice Pregnancy mengenai kekhawatiran wanita karena adanya perubahan mengenai gairah seksual wanita saat hamil.

Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah. Kedua kondisi ini cukup normal. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, bisa jadi hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.Seks saat kehamilan bukan hal yang ditabukan dan aman untuk dilakukan. Kecuali Anda memiliki risiko kehamilan yang tinggi dan dokter Anda menyarankan untuk tidak melakukannya, seks bisa dilakukan saat kehamilan. Berikut adalah penjelasan oleh Susan Warthus MD, pengarang Darn Good Advice Pregnancy mengenai kekhawatiran wanita karena adanya perubahan mengenai gairah seksual wanita saat hamil.

Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah. Kedua kondisi ini cukup normal. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, bisa jadi hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.

Gairah Membuncah Saat Hamil

Seks saat kehamilan bukan hal yang ditabukan dan aman untuk dilakukan. Kecuali Anda memiliki risiko kehamilan yang tinggi dan dokter Anda menyarankan untuk tidak melakukannya, seks bisa dilakukan saat kehamilan. Berikut adalah penjelasan oleh Susan Warthus MD, pengarang Darn Good Advice Pregnancy mengenai kekhawatiran wanita karena adanya perubahan mengenai gairah seksual wanita saat hamil.

Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah. Kedua kondisi ini cukup normal. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, bisa jadi hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.Seks saat kehamilan bukan hal yang ditabukan dan aman untuk dilakukan. Kecuali Anda memiliki risiko kehamilan yang tinggi dan dokter Anda menyarankan untuk tidak melakukannya, seks bisa dilakukan saat kehamilan. Berikut adalah penjelasan oleh Susan Warthus MD, pengarang Darn Good Advice Pregnancy mengenai kekhawatiran wanita karena adanya perubahan mengenai gairah seksual wanita saat hamil.

Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah. Kedua kondisi ini cukup normal. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, bisa jadi hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.

Beauty Sleep: Pengaruhnya Besar Enggak, Sih

Anda pernah begadang dan mengurangi waktu tidur di malam hari selama beberapa hari berturut-turut? Seperti apa penampilan alami Anda di pagi hari? Mata Anda akan terlihat ada cekung, bengkak,  kulit Anda terlihat kusam, dan Anda pun merasa seperti 20 tahun lebih tua.

Tidur bukan hanya berarti saat Anda menghentikan aktivitas karena di luar sudah gelap. Tidur itu sangat penting bagi tubuh, terang Lisa Shives, MD, DABSM, pemilik Northshore Sleep Medicine, di Chicago. Menurutnya, semua mahluk hidup perlu waktu untuk tidur. Tidur adalah saat restoratif bagi tubuh. Ya, kita semua tahu itu. Tapi, mengapa dan apa hubungannya dengan kesehatan?

 Saat ini kita makin mengetahui bahwa kekurangan tidur secara kronis bisa membuat kondisi yang pada puncaknya akan menyerupai proses penuaan. Sebuah studi yang meminta respondennya mengurangi waktu tidur menemukan bahwa dengan cepat, tubuh orang yang kekurangan tidur mengalami perubahan metabolisme dan fungsi endokrin, termasuk peningkatan tingkat hormon kortisol, gangguan fungsi imun dan tiroid, juga tanda-tanda awal diabetes.

Kekurangan Tidur dan Penampilan

Banyak peneliti yang mencari tahu efek merugikan dari kekurangan tidur pada kesehatan (juga manfaat dari tidur cukup dan nyenyak), tapi tak banyak yang meneliti mengenai kaitannya dengan penampilan. Tapi dari temuan hubungan antara kekurangan tidur dan kesehatan bisa dikaitkan dengan  dampaknya pada penampilan.

Sel tubuh manusia memperbaiki diri saat kita sedang tidur. Tidur merupakan waktu restoratif dari seluruh bagian tubuh kita dan sistemnya. Hal ini juga termasuk pada sel tubuh di kulit.

- Hormon pertumbuhan memuncak saat kita mencapai titik tidur paling dalam dan membantu memperbaiki sel dan jaringan tubuh. Kekurangan waktu tidur akan mengganggu proses tersebut.

- Saat kita tidur, tubuh menghasilkan kolagen. Kolagen menjaga kelembaban pada kulit. Ketika kulit mengalami dehidrasi, maka tampilannya akan terlihat kusam, kering, dan tua.

- Tahapan terdalam tidur seseorang diketahui sebagai fase delta. Ini adalah ketika hormon pertumbuhan tubuh memperbaiki sel dan jaringan.

- Sistem tubuh yang kurang baik tak hanya berarti akan lebih mudah terserang flu, tapi juga akan memengaruhi kulit Anda. Tak jarang, ketika sistem tubuh dan imun tubuh sedang menurun, Anda akan melihat adanya ruam-ruam pada kulit.

Tidur adalah saat restoratif fungsi kognitif dan emosional kita. Kita butuh waktu tidur untuk merasa tenang dan nyaman, baik di dalam dan luar tubuh.

Meski sudah banyak literatur dan pemberitaan mengenai keuntungan tidur cukup dan nyenyak, serta dampak buruk kekurangan tidur, tetap saja kita mengabaikan waktu tidur. Belakangan ini, semakin banyak orang mengurangi waktu tidur 1-2 jam per harinya. Ini adalah sebuah perubahan besar di dalam sistem tubuh kita. Setiap orang berfokus pada kebugaran lewat olahraga dan menu makan sehat, tapi melupakan bahwa waktu tidur pun memiliki peran penting. Anda mungkin berpikir bahwa tak masalah melewatkan waktu tidur sesekali. Tetapi nyatanya, hal itu akan berpengaruh pada Anda di kemudian hari.

Tanda-tanda awal kekurangan tidur adalah mata bengkak, lingkar hitam di sekitar mata, dan kulit yang kusam. Ketika Anda melihat adanya tanda-tanda ini, jangan langsung lari ke konter kosmetik dan membeli produk yang mengatakan bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut, karena bisa jadi, masalah utamanya adalah Anda kekurangan tidur. Cobalah mengatur waktu tidur Anda. Rata-rata, orang dewasa memerlukan waktu 7-9 jam tidur nyenyak di malam hari, inilah yang dimaksud dengan pakar kecantikan sebagai beauty sleep.Anda pernah begadang dan mengurangi waktu tidur di malam hari selama beberapa hari berturut-turut? Seperti apa penampilan alami Anda di pagi hari? Mata Anda akan terlihat ada cekung, bengkak,  kulit Anda terlihat kusam, dan Anda pun merasa seperti 20 tahun lebih tua.

Tidur bukan hanya berarti saat Anda menghentikan aktivitas karena di luar sudah gelap. Tidur itu sangat penting bagi tubuh, terang Lisa Shives, MD, DABSM, pemilik Northshore Sleep Medicine, di Chicago. Menurutnya, semua mahluk hidup perlu waktu untuk tidur. Tidur adalah saat restoratif bagi tubuh. Ya, kita semua tahu itu. Tapi, mengapa dan apa hubungannya dengan kesehatan?

 Saat ini kita makin mengetahui bahwa kekurangan tidur secara kronis bisa membuat kondisi yang pada puncaknya akan menyerupai proses penuaan. Sebuah studi yang meminta respondennya mengurangi waktu tidur menemukan bahwa dengan cepat, tubuh orang yang kekurangan tidur mengalami perubahan metabolisme dan fungsi endokrin, termasuk peningkatan tingkat hormon kortisol, gangguan fungsi imun dan tiroid, juga tanda-tanda awal diabetes.

Kekurangan Tidur dan Penampilan

Banyak peneliti yang mencari tahu efek merugikan dari kekurangan tidur pada kesehatan (juga manfaat dari tidur cukup dan nyenyak), tapi tak banyak yang meneliti mengenai kaitannya dengan penampilan. Tapi dari temuan hubungan antara kekurangan tidur dan kesehatan bisa dikaitkan dengan  dampaknya pada penampilan.

Sel tubuh manusia memperbaiki diri saat kita sedang tidur. Tidur merupakan waktu restoratif dari seluruh bagian tubuh kita dan sistemnya. Hal ini juga termasuk pada sel tubuh di kulit.

- Hormon pertumbuhan memuncak saat kita mencapai titik tidur paling dalam dan membantu memperbaiki sel dan jaringan tubuh. Kekurangan waktu tidur akan mengganggu proses tersebut.

- Saat kita tidur, tubuh menghasilkan kolagen. Kolagen menjaga kelembaban pada kulit. Ketika kulit mengalami dehidrasi, maka tampilannya akan terlihat kusam, kering, dan tua.

- Tahapan terdalam tidur seseorang diketahui sebagai fase delta. Ini adalah ketika hormon pertumbuhan tubuh memperbaiki sel dan jaringan.

- Sistem tubuh yang kurang baik tak hanya berarti akan lebih mudah terserang flu, tapi juga akan memengaruhi kulit Anda. Tak jarang, ketika sistem tubuh dan imun tubuh sedang menurun, Anda akan melihat adanya ruam-ruam pada kulit.

Tidur adalah saat restoratif fungsi kognitif dan emosional kita. Kita butuh waktu tidur untuk merasa tenang dan nyaman, baik di dalam dan luar tubuh.

Meski sudah banyak literatur dan pemberitaan mengenai keuntungan tidur cukup dan nyenyak, serta dampak buruk kekurangan tidur, tetap saja kita mengabaikan waktu tidur. Belakangan ini, semakin banyak orang mengurangi waktu tidur 1-2 jam per harinya. Ini adalah sebuah perubahan besar di dalam sistem tubuh kita. Setiap orang berfokus pada kebugaran lewat olahraga dan menu makan sehat, tapi melupakan bahwa waktu tidur pun memiliki peran penting. Anda mungkin berpikir bahwa tak masalah melewatkan waktu tidur sesekali. Tetapi nyatanya, hal itu akan berpengaruh pada Anda di kemudian hari.

Tanda-tanda awal kekurangan tidur adalah mata bengkak, lingkar hitam di sekitar mata, dan kulit yang kusam. Ketika Anda melihat adanya tanda-tanda ini, jangan langsung lari ke konter kosmetik dan membeli produk yang mengatakan bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut, karena bisa jadi, masalah utamanya adalah Anda kekurangan tidur. Cobalah mengatur waktu tidur Anda. Rata-rata, orang dewasa memerlukan waktu 7-9 jam tidur nyenyak di malam hari, inilah yang dimaksud dengan pakar kecantikan sebagai beauty sleep.

KOMPAS.com

Beauty Sleep: Pengaruhnya Besar Enggak, Sih

Anda pernah begadang dan mengurangi waktu tidur di malam hari selama beberapa hari berturut-turut? Seperti apa penampilan alami Anda di pagi hari? Mata Anda akan terlihat ada cekung, bengkak,  kulit Anda terlihat kusam, dan Anda pun merasa seperti 20 tahun lebih tua.

Tidur bukan hanya berarti saat Anda menghentikan aktivitas karena di luar sudah gelap. Tidur itu sangat penting bagi tubuh, terang Lisa Shives, MD, DABSM, pemilik Northshore Sleep Medicine, di Chicago. Menurutnya, semua mahluk hidup perlu waktu untuk tidur. Tidur adalah saat restoratif bagi tubuh. Ya, kita semua tahu itu. Tapi, mengapa dan apa hubungannya dengan kesehatan?

 Saat ini kita makin mengetahui bahwa kekurangan tidur secara kronis bisa membuat kondisi yang pada puncaknya akan menyerupai proses penuaan. Sebuah studi yang meminta respondennya mengurangi waktu tidur menemukan bahwa dengan cepat, tubuh orang yang kekurangan tidur mengalami perubahan metabolisme dan fungsi endokrin, termasuk peningkatan tingkat hormon kortisol, gangguan fungsi imun dan tiroid, juga tanda-tanda awal diabetes.

Kekurangan Tidur dan Penampilan

Banyak peneliti yang mencari tahu efek merugikan dari kekurangan tidur pada kesehatan (juga manfaat dari tidur cukup dan nyenyak), tapi tak banyak yang meneliti mengenai kaitannya dengan penampilan. Tapi dari temuan hubungan antara kekurangan tidur dan kesehatan bisa dikaitkan dengan  dampaknya pada penampilan.

Sel tubuh manusia memperbaiki diri saat kita sedang tidur. Tidur merupakan waktu restoratif dari seluruh bagian tubuh kita dan sistemnya. Hal ini juga termasuk pada sel tubuh di kulit.

- Hormon pertumbuhan memuncak saat kita mencapai titik tidur paling dalam dan membantu memperbaiki sel dan jaringan tubuh. Kekurangan waktu tidur akan mengganggu proses tersebut.

- Saat kita tidur, tubuh menghasilkan kolagen. Kolagen menjaga kelembaban pada kulit. Ketika kulit mengalami dehidrasi, maka tampilannya akan terlihat kusam, kering, dan tua.

- Tahapan terdalam tidur seseorang diketahui sebagai fase delta. Ini adalah ketika hormon pertumbuhan tubuh memperbaiki sel dan jaringan.

- Sistem tubuh yang kurang baik tak hanya berarti akan lebih mudah terserang flu, tapi juga akan memengaruhi kulit Anda. Tak jarang, ketika sistem tubuh dan imun tubuh sedang menurun, Anda akan melihat adanya ruam-ruam pada kulit.

Tidur adalah saat restoratif fungsi kognitif dan emosional kita. Kita butuh waktu tidur untuk merasa tenang dan nyaman, baik di dalam dan luar tubuh.

Meski sudah banyak literatur dan pemberitaan mengenai keuntungan tidur cukup dan nyenyak, serta dampak buruk kekurangan tidur, tetap saja kita mengabaikan waktu tidur. Belakangan ini, semakin banyak orang mengurangi waktu tidur 1-2 jam per harinya. Ini adalah sebuah perubahan besar di dalam sistem tubuh kita. Setiap orang berfokus pada kebugaran lewat olahraga dan menu makan sehat, tapi melupakan bahwa waktu tidur pun memiliki peran penting. Anda mungkin berpikir bahwa tak masalah melewatkan waktu tidur sesekali. Tetapi nyatanya, hal itu akan berpengaruh pada Anda di kemudian hari.

Tanda-tanda awal kekurangan tidur adalah mata bengkak, lingkar hitam di sekitar mata, dan kulit yang kusam. Ketika Anda melihat adanya tanda-tanda ini, jangan langsung lari ke konter kosmetik dan membeli produk yang mengatakan bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut, karena bisa jadi, masalah utamanya adalah Anda kekurangan tidur. Cobalah mengatur waktu tidur Anda. Rata-rata, orang dewasa memerlukan waktu 7-9 jam tidur nyenyak di malam hari, inilah yang dimaksud dengan pakar kecantikan sebagai beauty sleep.Anda pernah begadang dan mengurangi waktu tidur di malam hari selama beberapa hari berturut-turut? Seperti apa penampilan alami Anda di pagi hari? Mata Anda akan terlihat ada cekung, bengkak,  kulit Anda terlihat kusam, dan Anda pun merasa seperti 20 tahun lebih tua.

Tidur bukan hanya berarti saat Anda menghentikan aktivitas karena di luar sudah gelap. Tidur itu sangat penting bagi tubuh, terang Lisa Shives, MD, DABSM, pemilik Northshore Sleep Medicine, di Chicago. Menurutnya, semua mahluk hidup perlu waktu untuk tidur. Tidur adalah saat restoratif bagi tubuh. Ya, kita semua tahu itu. Tapi, mengapa dan apa hubungannya dengan kesehatan?

 Saat ini kita makin mengetahui bahwa kekurangan tidur secara kronis bisa membuat kondisi yang pada puncaknya akan menyerupai proses penuaan. Sebuah studi yang meminta respondennya mengurangi waktu tidur menemukan bahwa dengan cepat, tubuh orang yang kekurangan tidur mengalami perubahan metabolisme dan fungsi endokrin, termasuk peningkatan tingkat hormon kortisol, gangguan fungsi imun dan tiroid, juga tanda-tanda awal diabetes.

Kekurangan Tidur dan Penampilan

Banyak peneliti yang mencari tahu efek merugikan dari kekurangan tidur pada kesehatan (juga manfaat dari tidur cukup dan nyenyak), tapi tak banyak yang meneliti mengenai kaitannya dengan penampilan. Tapi dari temuan hubungan antara kekurangan tidur dan kesehatan bisa dikaitkan dengan  dampaknya pada penampilan.

Sel tubuh manusia memperbaiki diri saat kita sedang tidur. Tidur merupakan waktu restoratif dari seluruh bagian tubuh kita dan sistemnya. Hal ini juga termasuk pada sel tubuh di kulit.

- Hormon pertumbuhan memuncak saat kita mencapai titik tidur paling dalam dan membantu memperbaiki sel dan jaringan tubuh. Kekurangan waktu tidur akan mengganggu proses tersebut.

- Saat kita tidur, tubuh menghasilkan kolagen. Kolagen menjaga kelembaban pada kulit. Ketika kulit mengalami dehidrasi, maka tampilannya akan terlihat kusam, kering, dan tua.

- Tahapan terdalam tidur seseorang diketahui sebagai fase delta. Ini adalah ketika hormon pertumbuhan tubuh memperbaiki sel dan jaringan.

- Sistem tubuh yang kurang baik tak hanya berarti akan lebih mudah terserang flu, tapi juga akan memengaruhi kulit Anda. Tak jarang, ketika sistem tubuh dan imun tubuh sedang menurun, Anda akan melihat adanya ruam-ruam pada kulit.

Tidur adalah saat restoratif fungsi kognitif dan emosional kita. Kita butuh waktu tidur untuk merasa tenang dan nyaman, baik di dalam dan luar tubuh.

Meski sudah banyak literatur dan pemberitaan mengenai keuntungan tidur cukup dan nyenyak, serta dampak buruk kekurangan tidur, tetap saja kita mengabaikan waktu tidur. Belakangan ini, semakin banyak orang mengurangi waktu tidur 1-2 jam per harinya. Ini adalah sebuah perubahan besar di dalam sistem tubuh kita. Setiap orang berfokus pada kebugaran lewat olahraga dan menu makan sehat, tapi melupakan bahwa waktu tidur pun memiliki peran penting. Anda mungkin berpikir bahwa tak masalah melewatkan waktu tidur sesekali. Tetapi nyatanya, hal itu akan berpengaruh pada Anda di kemudian hari.

Tanda-tanda awal kekurangan tidur adalah mata bengkak, lingkar hitam di sekitar mata, dan kulit yang kusam. Ketika Anda melihat adanya tanda-tanda ini, jangan langsung lari ke konter kosmetik dan membeli produk yang mengatakan bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut, karena bisa jadi, masalah utamanya adalah Anda kekurangan tidur. Cobalah mengatur waktu tidur Anda. Rata-rata, orang dewasa memerlukan waktu 7-9 jam tidur nyenyak di malam hari, inilah yang dimaksud dengan pakar kecantikan sebagai beauty sleep.

KOMPAS.com

Menolong Balita yang Tersedak

Lebih dari 90 persen kematian yang disebabkan oleh tersedak terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun. Enam puluh lima persennya terjadi pada bayi. Cairan merupakan penyebab utama tersedak pada bayi, sementara benda kecil dan makanan (seperti roti, permen bulat, kacang, dan anggur merupakan benda asing yangs ering menyumbat jalan napas anak-anak).

Gejala tersedak ditandai dengan kesulitan bernapas yang tiba-tiba disertai batuk, seperti mau muntah, stridor (napas berbunyi), atau mengi. Benda asing di saluran pernapasan dapat menimbulkan sumbatan ringan atau berat.

Jika sumbatan napas ringan, jangan lakukan tindakan apa-apa. Biarkan korban batuk untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat. Jika sumbatan jalan napas cukup berat, lakukan:

- Pada anak-anak, laukkan heimlich maneuver (tekanan perut) sampai benda asing dapat dikeluarkan atau korban menjadi tidak sadar. Tekanan perut tidak dianjurkan untuk bayi karena akan merusak organ besar hati.

- Pada bayi, berikan tepukan punggung 5 kali, dilanjutkan dengan tekanan dada. Lakukan berulang sampai benda asing dapat dikeluarkan atau korban menjadi tidak sadar. Jika korban tidak sadar, lakukan RJP, tetapi perika dulu mulut korban sebelum memberikan bantuan napas. Jika terlihat benda asing, keluarkan.

(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)

KOMPAS.com