Showing posts with label Awet. Show all posts
Showing posts with label Awet. Show all posts

Wednesday, March 24, 2010

Sperma Bikin Awet Muda? Mitos!

KOMPAS.com — “Sebenarnya saya malu menyampaikan masalah saya dan suami. Karena itu, mohon nama saya disamarkan, ya. Saya seorang istri umur 40 tahun, suami berumur 41 tahun. Kami sama-sama bekerja.

Selama ini kami baik-baik saja, tidak ada masalah. Hubungan intim juga tidak ada masalah. Saya bisa merasakan orgasme meski tidak selalu. Kalau suami, pasti selalu orgasme, bahkan sering cepat keluar sperma. Itu bukan masalah bagi saya, meski mulanya kadang-kadang jengkel.

Sebulan yang lalu suami tiba-tiba meminta saya lakukan sesuatu yang saya anggap menjijikkan. Suami minta saya menelan spermanya dan menyuruh saya mengoleskan spermanya di wajah saya. Katanya supaya saya awet muda dan tetap bergairah.

Saya menolak karena saya jijik dan saya anggap aneh, tetapi suami bilang itu anjuran seorang dokter yang dia baca di koran. Saya tetap menolak dan membuat suami marah sampai kami batal hubungan intim. Suami mengatakan wajah saya mulai keriput, jadi harus dioles sperma biar mulus lagi.

Yang mau saya tanyakan, apa benar permintaan suami itu? Apa benar menurut kedokteran, sperma yang ditelan membuat awet muda dan tetap bergairah, dan kalau dioles di kulit wajah membuat tidak keriput? Tolong dijelaskan supaya saya dan suami mengerti.”

AT, Jakarta


Dokter tak paham
Pengalaman Anda disebabkan oleh mitos tentang sperma yang menyatakan bahwa sperma dapat membuat wanita awet muda. Memang ada dokter yang tidak mengerti mengenai sperma, lalu menganggap mitos itu benar, kemudian menginformasikan kepada masyarakat melalui media massa atau seminar.

Bahkan, percaya atau tidak, ada juga dokter yang melakukannya karena tidak mengerti bahwa itu hanya salah satu mitos di antara banyak mitos lain yang berkaitan dengan seks.

Masalah muncul kalau dokter kemudian menyampaikan mitos itu secara luas karena menganggap sebagai sebuah kebenaran. Tentu saja kesalahan ini patut disayangkan, bahkan disesalkan, karena dilakukan oleh seorang dokter.

Masyarakat menganggap benar apa yang disampaikan oleh dokter. Padahal, tidak semua dokter mengerti semua cabang ilmu kedokteran yang begitu luas dan pesat berkembang. Tidak banyak dokter mengetahui bahwa ada spermatologi, sebagai bagian dari andrologi. Lain halnya kalau yang menyampaikan informasi itu bukan dokter.

Tidak benar
Saya pikir Anda benar menolak permintaan suami untuk menelan dan mengoleskan spermanya ke wajah Anda. Selanjutnya, Anda dapat menunjukkan penjelasan saya ini bahwa informasi itu tidak benar dan hanya sebuah mitos.

Saya yakin kalau suami sudah mengerti, dia tidak akan memaksa Anda lagi untuk melakukan kebodohan seperti itu. Pemaksaan hanya akan menimbulkan hambatan psikis bagi Anda, yang selanjutnya dapat menimbulkan gangguan fungsi seksual.

Kalau tujuan suami agar keriput di wajah Anda berkurang, itu dapat dilakukan dengan cara yang benar. Ada cara yang benar berdasarkan ilmu pengetahuan untuk mengatasi kekerutan di wajah Anda, kalau memang keadaan itu dianggap mengganggu. @

Konsultasi dijawab Prof DR dr Wimpie Pangkahila SpAnd

Sperma Bikin Awet Muda? Mitos!

KOMPAS.com — “Sebenarnya saya malu menyampaikan masalah saya dan suami. Karena itu, mohon nama saya disamarkan, ya. Saya seorang istri umur 40 tahun, suami berumur 41 tahun. Kami sama-sama bekerja.

Selama ini kami baik-baik saja, tidak ada masalah. Hubungan intim juga tidak ada masalah. Saya bisa merasakan orgasme meski tidak selalu. Kalau suami, pasti selalu orgasme, bahkan sering cepat keluar sperma. Itu bukan masalah bagi saya, meski mulanya kadang-kadang jengkel.

Sebulan yang lalu suami tiba-tiba meminta saya lakukan sesuatu yang saya anggap menjijikkan. Suami minta saya menelan spermanya dan menyuruh saya mengoleskan spermanya di wajah saya. Katanya supaya saya awet muda dan tetap bergairah.

Saya menolak karena saya jijik dan saya anggap aneh, tetapi suami bilang itu anjuran seorang dokter yang dia baca di koran. Saya tetap menolak dan membuat suami marah sampai kami batal hubungan intim. Suami mengatakan wajah saya mulai keriput, jadi harus dioles sperma biar mulus lagi.

Yang mau saya tanyakan, apa benar permintaan suami itu? Apa benar menurut kedokteran, sperma yang ditelan membuat awet muda dan tetap bergairah, dan kalau dioles di kulit wajah membuat tidak keriput? Tolong dijelaskan supaya saya dan suami mengerti.”

AT, Jakarta


Dokter tak paham
Pengalaman Anda disebabkan oleh mitos tentang sperma yang menyatakan bahwa sperma dapat membuat wanita awet muda. Memang ada dokter yang tidak mengerti mengenai sperma, lalu menganggap mitos itu benar, kemudian menginformasikan kepada masyarakat melalui media massa atau seminar.

Bahkan, percaya atau tidak, ada juga dokter yang melakukannya karena tidak mengerti bahwa itu hanya salah satu mitos di antara banyak mitos lain yang berkaitan dengan seks.

Masalah muncul kalau dokter kemudian menyampaikan mitos itu secara luas karena menganggap sebagai sebuah kebenaran. Tentu saja kesalahan ini patut disayangkan, bahkan disesalkan, karena dilakukan oleh seorang dokter.

Masyarakat menganggap benar apa yang disampaikan oleh dokter. Padahal, tidak semua dokter mengerti semua cabang ilmu kedokteran yang begitu luas dan pesat berkembang. Tidak banyak dokter mengetahui bahwa ada spermatologi, sebagai bagian dari andrologi. Lain halnya kalau yang menyampaikan informasi itu bukan dokter.

Tidak benar
Saya pikir Anda benar menolak permintaan suami untuk menelan dan mengoleskan spermanya ke wajah Anda. Selanjutnya, Anda dapat menunjukkan penjelasan saya ini bahwa informasi itu tidak benar dan hanya sebuah mitos.

Saya yakin kalau suami sudah mengerti, dia tidak akan memaksa Anda lagi untuk melakukan kebodohan seperti itu. Pemaksaan hanya akan menimbulkan hambatan psikis bagi Anda, yang selanjutnya dapat menimbulkan gangguan fungsi seksual.

Kalau tujuan suami agar keriput di wajah Anda berkurang, itu dapat dilakukan dengan cara yang benar. Ada cara yang benar berdasarkan ilmu pengetahuan untuk mengatasi kekerutan di wajah Anda, kalau memang keadaan itu dianggap mengganggu. @

Konsultasi dijawab Prof DR dr Wimpie Pangkahila SpAnd

Tuesday, March 23, 2010

Diet Kalori Bikin Awet Muda

KOMPAS.com - Anda tentu sepakat ketika dikatakan pola dan asupan makanan menjadi sumber segala macam penyakit. Akhirnya penyakit menggerogoti tubuh dan bahkan mengurangi umur Anda.

Salah satu faktor berkurangnya masa hidup disebabkan organ tubuh yang mulai rusak. Pengobatan bisa berbagai rupa, namun pencegahan menjadi cara paling efektif untuk menjaga organ tubuh dan memperpanjang usia.

Diet ketat kalori bisa menjadi salah satu caranya. Mengurangi kalori hingga 1.900 kilo kalori tak hanya menurunkan berat badan, namun bisa memperpanjang umur. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah orang di Amerika seperti ditayangkan Oprah Winfrey Show edisi "Extreme Life Extension", ditayangkan Metro TV pada Sabtu (20/3/2010) lalu.

Pengacara sukses, Joe (50) dinyatakan sehat secara fisik seperti orang berusia 20 tahun. Rahasianya, Joe menjalani diet ketat kalori dengan hanya mengonsumsi salad buah dan sayuran dalam porsi besar saat makan siang, mengurangi gula, dan makanan dengan kalori tinggi. Bahkan kue ulang tahunnya dibuat tanpa gula dan tepung.

Menurut Joe, motivasi kuat dan tujuan untuk kesehatan tubuh menjadi satu-satunya kekuatan untuk tetap konsisten menjalani diet ketat kalori. Bagaimana pun makanan enak yang belum tentu sehat ada dimana-mana, bukan? Meski merasa tergoda, Joe kembali memotivasi dirinya untuk menghindari makanan enak.

Lantas apa positifnya diet ketat kalori? Joe mengaku, tubuhnya lebih bertenaga, bisa bekerja lebih baik dan yang terpenting tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, semuanya dinyatakan normal dan stabil.

Pengalaman ini diceritakan juga oleh Paul. Dalam usianya kini (60), Paul merasa muda dan bertenaga. Banyak anggapan jika mengurang kalori Anda akan lemas, namun tak terbukti bagi Paul. Karena justru diet ketat kalori membuat tubuhnya lebih bertenaga. Positifnya lagi, penglihatan Paul dalam usia senja masih terjaga baik.

Meskipun demikian, diet ketat kalori punya risiko. Dr Mehmet Oz, narasumber dalam acara tersebut, menjelaskan jika tidak dijalankan dengan tepat dan benar diet ini berisiko seperti kekurangan zat besi dan terkena anemia. Diet yang tidak tepat juga menyebabkan kekurangan kalisum yang akan melemahkan tulang. Karena itu sebaiknya konsultasikan kepada dokter Anda jika ingin menerapkan diet ketat kalori.

Komitmen kuat untuk tetap konsisten menjalani diet, menjadikannya gaya hidup, bukan sekadar program temporer sekadar ingin menurunkan berat badan, menjadi kunci utamanya.

Diet Kalori Bikin Awet Muda

KOMPAS.com - Anda tentu sepakat ketika dikatakan pola dan asupan makanan menjadi sumber segala macam penyakit. Akhirnya penyakit menggerogoti tubuh dan bahkan mengurangi umur Anda.

Salah satu faktor berkurangnya masa hidup disebabkan organ tubuh yang mulai rusak. Pengobatan bisa berbagai rupa, namun pencegahan menjadi cara paling efektif untuk menjaga organ tubuh dan memperpanjang usia.

Diet ketat kalori bisa menjadi salah satu caranya. Mengurangi kalori hingga 1.900 kilo kalori tak hanya menurunkan berat badan, namun bisa memperpanjang umur. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah orang di Amerika seperti ditayangkan Oprah Winfrey Show edisi "Extreme Life Extension", ditayangkan Metro TV pada Sabtu (20/3/2010) lalu.

Pengacara sukses, Joe (50) dinyatakan sehat secara fisik seperti orang berusia 20 tahun. Rahasianya, Joe menjalani diet ketat kalori dengan hanya mengonsumsi salad buah dan sayuran dalam porsi besar saat makan siang, mengurangi gula, dan makanan dengan kalori tinggi. Bahkan kue ulang tahunnya dibuat tanpa gula dan tepung.

Menurut Joe, motivasi kuat dan tujuan untuk kesehatan tubuh menjadi satu-satunya kekuatan untuk tetap konsisten menjalani diet ketat kalori. Bagaimana pun makanan enak yang belum tentu sehat ada dimana-mana, bukan? Meski merasa tergoda, Joe kembali memotivasi dirinya untuk menghindari makanan enak.

Lantas apa positifnya diet ketat kalori? Joe mengaku, tubuhnya lebih bertenaga, bisa bekerja lebih baik dan yang terpenting tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, semuanya dinyatakan normal dan stabil.

Pengalaman ini diceritakan juga oleh Paul. Dalam usianya kini (60), Paul merasa muda dan bertenaga. Banyak anggapan jika mengurang kalori Anda akan lemas, namun tak terbukti bagi Paul. Karena justru diet ketat kalori membuat tubuhnya lebih bertenaga. Positifnya lagi, penglihatan Paul dalam usia senja masih terjaga baik.

Meskipun demikian, diet ketat kalori punya risiko. Dr Mehmet Oz, narasumber dalam acara tersebut, menjelaskan jika tidak dijalankan dengan tepat dan benar diet ini berisiko seperti kekurangan zat besi dan terkena anemia. Diet yang tidak tepat juga menyebabkan kekurangan kalisum yang akan melemahkan tulang. Karena itu sebaiknya konsultasikan kepada dokter Anda jika ingin menerapkan diet ketat kalori.

Komitmen kuat untuk tetap konsisten menjalani diet, menjadikannya gaya hidup, bukan sekadar program temporer sekadar ingin menurunkan berat badan, menjadi kunci utamanya.