KOMPAS.com - Jerawat sering dikaitkan dengan masa pubertas. Padahal, jerawat seringkali hadir pada seseorang yang berusia di atas 30 tahun. Selain di wajah, jerawat juga bisa muncul di punggung, dada, leher, dan bagian tubuh lain.
Jerawat timbul saat kelenjar minyak di bawah permukaan folikel rambut di kulit menghasilkan terlalu banyak sebum. Kandungan minyak ini normalnya akan dikeluarkan lewat pori untuk menjaga agar kulit tetap sehat dan terlubrikasi.
Penyebab jerawat pada dasarnya ada tiga, pertama, karena sumbatan dari luar yang berasal dari lapisan kulit mati. Kedua, karena produksi kelenjar minyak yang berlebihan. Ketiga, karena terjadi peradangan. Ketiga faktor itulah yang menjadi biang jerawat begitu dipicu faktor genetik, hormon, gaya hidup yang salah, ditambah adanya pengaruh radikal bebas.
Kulit wajah yang kotor bukanlah penyebab utama jerawat. Para ahli justru menyebutkan perubahan hormon sebagai penyebab timbulnya jerawat. Ketidakseimbangan hormon tadi akan menyebabkan produksi sebum berlebih. Selain masa puber, ketidakseimbangan hormon juga dialami oleh wanita hamil, siklus menstruasi, serta menopause.
Pada masa remaja, hormon androgen menjadi aktif dan merangsang kelenjar minyak pada kulit, menyebabkan meningkatnya produksi minyak. Akibat produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat sehingga menimbulkan bintik-bintik yang biasanya berwarna hitam.
Pemicu lain timbulnya jerawat adalah stres emosional, iritasi kulit akibat pengelupasan, serta penggunaan alat kontrasepsi serta obat yang menganggu keseimbangan hormon.
Selain menjaga kebersihan wajah agar pori-pori tidak tersumbat, ada beberapa vitamin yang efektif menangkal jerawat. Dalam buku The Healing Power of Vitamins, Minerals, and Herbs, disebutkan vitamin A adalah vitamin yang penting untuk mengontrol produksi sebum.
Vitamin lain yang berfungsi untuk menyeimbangkan hormon adalah vitamin B6 yang disarankan untuk ketidakseimbangan hormon saat periode menstruasi dan menopause. Konsumsi pula vitamin C untuk meningkatkan sistem imun, mengurangi bakteri penyebab jerawat, mengurangi peradangan, dan menjaga agar kadar hormon selalu sehat.
Showing posts with label Jerawat. Show all posts
Showing posts with label Jerawat. Show all posts
Tuesday, March 23, 2010
Vitamin Pencegah Jerawat
KOMPAS.com - Jerawat sering dikaitkan dengan masa pubertas. Padahal, jerawat seringkali hadir pada seseorang yang berusia di atas 30 tahun. Selain di wajah, jerawat juga bisa muncul di punggung, dada, leher, dan bagian tubuh lain.
Jerawat timbul saat kelenjar minyak di bawah permukaan folikel rambut di kulit menghasilkan terlalu banyak sebum. Kandungan minyak ini normalnya akan dikeluarkan lewat pori untuk menjaga agar kulit tetap sehat dan terlubrikasi.
Penyebab jerawat pada dasarnya ada tiga, pertama, karena sumbatan dari luar yang berasal dari lapisan kulit mati. Kedua, karena produksi kelenjar minyak yang berlebihan. Ketiga, karena terjadi peradangan. Ketiga faktor itulah yang menjadi biang jerawat begitu dipicu faktor genetik, hormon, gaya hidup yang salah, ditambah adanya pengaruh radikal bebas.
Kulit wajah yang kotor bukanlah penyebab utama jerawat. Para ahli justru menyebutkan perubahan hormon sebagai penyebab timbulnya jerawat. Ketidakseimbangan hormon tadi akan menyebabkan produksi sebum berlebih. Selain masa puber, ketidakseimbangan hormon juga dialami oleh wanita hamil, siklus menstruasi, serta menopause.
Pada masa remaja, hormon androgen menjadi aktif dan merangsang kelenjar minyak pada kulit, menyebabkan meningkatnya produksi minyak. Akibat produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat sehingga menimbulkan bintik-bintik yang biasanya berwarna hitam.
Pemicu lain timbulnya jerawat adalah stres emosional, iritasi kulit akibat pengelupasan, serta penggunaan alat kontrasepsi serta obat yang menganggu keseimbangan hormon.
Selain menjaga kebersihan wajah agar pori-pori tidak tersumbat, ada beberapa vitamin yang efektif menangkal jerawat. Dalam buku The Healing Power of Vitamins, Minerals, and Herbs, disebutkan vitamin A adalah vitamin yang penting untuk mengontrol produksi sebum.
Vitamin lain yang berfungsi untuk menyeimbangkan hormon adalah vitamin B6 yang disarankan untuk ketidakseimbangan hormon saat periode menstruasi dan menopause. Konsumsi pula vitamin C untuk meningkatkan sistem imun, mengurangi bakteri penyebab jerawat, mengurangi peradangan, dan menjaga agar kadar hormon selalu sehat.
Jerawat timbul saat kelenjar minyak di bawah permukaan folikel rambut di kulit menghasilkan terlalu banyak sebum. Kandungan minyak ini normalnya akan dikeluarkan lewat pori untuk menjaga agar kulit tetap sehat dan terlubrikasi.
Penyebab jerawat pada dasarnya ada tiga, pertama, karena sumbatan dari luar yang berasal dari lapisan kulit mati. Kedua, karena produksi kelenjar minyak yang berlebihan. Ketiga, karena terjadi peradangan. Ketiga faktor itulah yang menjadi biang jerawat begitu dipicu faktor genetik, hormon, gaya hidup yang salah, ditambah adanya pengaruh radikal bebas.
Kulit wajah yang kotor bukanlah penyebab utama jerawat. Para ahli justru menyebutkan perubahan hormon sebagai penyebab timbulnya jerawat. Ketidakseimbangan hormon tadi akan menyebabkan produksi sebum berlebih. Selain masa puber, ketidakseimbangan hormon juga dialami oleh wanita hamil, siklus menstruasi, serta menopause.
Pada masa remaja, hormon androgen menjadi aktif dan merangsang kelenjar minyak pada kulit, menyebabkan meningkatnya produksi minyak. Akibat produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat sehingga menimbulkan bintik-bintik yang biasanya berwarna hitam.
Pemicu lain timbulnya jerawat adalah stres emosional, iritasi kulit akibat pengelupasan, serta penggunaan alat kontrasepsi serta obat yang menganggu keseimbangan hormon.
Selain menjaga kebersihan wajah agar pori-pori tidak tersumbat, ada beberapa vitamin yang efektif menangkal jerawat. Dalam buku The Healing Power of Vitamins, Minerals, and Herbs, disebutkan vitamin A adalah vitamin yang penting untuk mengontrol produksi sebum.
Vitamin lain yang berfungsi untuk menyeimbangkan hormon adalah vitamin B6 yang disarankan untuk ketidakseimbangan hormon saat periode menstruasi dan menopause. Konsumsi pula vitamin C untuk meningkatkan sistem imun, mengurangi bakteri penyebab jerawat, mengurangi peradangan, dan menjaga agar kadar hormon selalu sehat.
Saturday, March 20, 2010
Tanda-tanda Stres pada Kulit
KOMPAS.com — Orang urban biasanya tidak begitu menghargai relaksasi karena kita sering merasa bersalah apabila tidak produktif. Padahal, membiarkan ketegangan berkepanjangan akan mempercepat kerja seluruh sistem Anda dan menghasilkan kondisi-kondisi yang bisa membuat orang muda mengalami gejala khas orang lanjut usia.
Kebanyakan dari kita akan mengelak jika disebut stres. Mulut mungkin bisa mengingkarinya, tapi tidak demikian dengan kulit Anda. Untuk memeriksa tingkat stres Anda, simaklah tanda-tanda yang dinyatakan oleh kulit.
1. Kulit kering
"Stres yang kronis akan meningkatkan kadar hormon kortisol yang bisa merusak kemampuan kulit menahan air," kata Peter Elias, MD, ahli kulit dari University of California, Amerika Serikat. Akibatnya, kulit akan kehilangan kelembabannya dan menjadi kusam.
2. Kerutan halus
Kortisol, si hormon stres, juga akan meningkatkan kadar gula darah yang bisa merusak kolagen dan elastin, protein serat yang membuat kulit kenyal dan lembut. Ketegangan otot di wajah karena stres juga bisa membuat kerut-kerut menetap.
3. Kemerahan
Meningkatkan sirkulasi darah yang terjadi ketika kita sedang berada dalam tekanan bisa memperlebar pembuluh kapiler. Stres juga akan memicu rona kemerahan yang disebut rosacea. Dan, karena stres akan melemahkan sistem imun, semburat kemerahan di wajah ini mungkin akan menetap cukup lama.
4. Jerawat
Jerawat adalah gangguan kulit yang ditandai dengan tumbuhnya bintil-bintil kecil akibat tersumbatnya pori-pori kulit. Jerawat terjadi ketika folikel rambut pada kulit mengalami penyumbatan. Stres juga akan meningkatkan peradangan yang menyebabkan folikel rambut tersumbat.
5. Mata lelah
Kecemasan akan menghasilkan reaksi berantai; membuat mata sulit terpejam pada waktu malam dan menyebabkan mata bengkak sehingga esoknya penampilan wajah Anda terganggu oleh mata yang terlihat lelah dan kuyu.
Tanda-tanda Stres pada Kulit
KOMPAS.com — Orang urban biasanya tidak begitu menghargai relaksasi karena kita sering merasa bersalah apabila tidak produktif. Padahal, membiarkan ketegangan berkepanjangan akan mempercepat kerja seluruh sistem Anda dan menghasilkan kondisi-kondisi yang bisa membuat orang muda mengalami gejala khas orang lanjut usia.
Kebanyakan dari kita akan mengelak jika disebut stres. Mulut mungkin bisa mengingkarinya, tapi tidak demikian dengan kulit Anda. Untuk memeriksa tingkat stres Anda, simaklah tanda-tanda yang dinyatakan oleh kulit.
1. Kulit kering
"Stres yang kronis akan meningkatkan kadar hormon kortisol yang bisa merusak kemampuan kulit menahan air," kata Peter Elias, MD, ahli kulit dari University of California, Amerika Serikat. Akibatnya, kulit akan kehilangan kelembabannya dan menjadi kusam.
2. Kerutan halus
Kortisol, si hormon stres, juga akan meningkatkan kadar gula darah yang bisa merusak kolagen dan elastin, protein serat yang membuat kulit kenyal dan lembut. Ketegangan otot di wajah karena stres juga bisa membuat kerut-kerut menetap.
3. Kemerahan
Meningkatkan sirkulasi darah yang terjadi ketika kita sedang berada dalam tekanan bisa memperlebar pembuluh kapiler. Stres juga akan memicu rona kemerahan yang disebut rosacea. Dan, karena stres akan melemahkan sistem imun, semburat kemerahan di wajah ini mungkin akan menetap cukup lama.
4. Jerawat
Jerawat adalah gangguan kulit yang ditandai dengan tumbuhnya bintil-bintil kecil akibat tersumbatnya pori-pori kulit. Jerawat terjadi ketika folikel rambut pada kulit mengalami penyumbatan. Stres juga akan meningkatkan peradangan yang menyebabkan folikel rambut tersumbat.
5. Mata lelah
Kecemasan akan menghasilkan reaksi berantai; membuat mata sulit terpejam pada waktu malam dan menyebabkan mata bengkak sehingga esoknya penampilan wajah Anda terganggu oleh mata yang terlihat lelah dan kuyu.
Subscribe to:
Posts (Atom)