Mutlak, tak bisa dipungkiri, satu hal yang paling ditakuti ibu saat hamil adalah keguguran. Terlebih hal itu terjadi berulang-ulang seperti yang dialami Angie Baker (33), yang telah 18 kali hamil namun semuanya berakhir dengan keguguran. Kondisi ini jelas menimbulkan tekanan mental, dan trauma bagi pasangan yang sangat mendambakan kehadiran seorang anak.
Lantas, apa sebenarnya penyebab keguguran? Saat ini, hal itu masih menjadi misteri yang besar. Namun secara umum, ada beberapa jenis pemicu keguguran, sesuai dengan usia kehamilan. Simak penjelasan berikut:
Keguguran karena faktor genetik
Menurut dr.Boy Abidin, spesialis kebidanan dan kandungan dari RS.Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, keguguran karena faktor genetik pada umumnya terjadi pada usia kehamilan di bawah 10 minggu.
"Pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu biasanya keguguran terjadi karena faktor genetik, atau kromosom yang tidak lengkap. Pada usia ini biasanya juga belum terbentuk plasenta dan komunikasi darah ibu dan janin," papar dr.Boy saat dihubungi Kompas.com
Dia menambahkan, keguguran kurang dari 10 minggu banyak dihubungkan dengan kejadian kelainan kromosom, kelainan hormonal, gangguan endometrium dan faktor imunologi. Oleh sebab itu tidak mudah menentukan keberhasilan kehamilan selanjutnya. "Karena pemicu kegugurannya dari faktor internal, yakni pertemuan sperma dan sel telur, agak sulit memanipulasi itu," kata dr.Boy.
Keguguran karena autoimun
Sementara itu, keguguran pada tahap janin awal dan lanjut (usia kehamilan lebih dari 10 minggu) banyak dikatikan dengan kelainan sindrom antifosfolipid dan reaksi autoimun. Sindrom antifosfolipid (APS) terjadi karena produksi antibodi sistem kekebalan tubuh terhadap membran sel.
Dalam keadaan normal, antibodi berfungsi untuk melawan kuman dan infeksi yang disebabkan virus. Tapi terkadang sistem imum mengalami kerusakan sehingga menyerang tubuh sendiri. "Di darah ibu terjadi kelainan yang sifatnya autoimun sehingga janin dianggap sebagai benda asing dan diserang oleh sel-sel darah ibu. Padahal, normalnya ada mekanisme khusus dari tubuh saat seorang wanita hamil sehingga janin dapat tumbuh," papar dr.Boy.
APS seringkali menjadi penyebab terjadinya keguguran berulang, atau kejadian keguguran lebih dari 3 kali berturut-turut. Antibodi APS dapat dideteksi dengan pemeriksaan darah, yang meliputi pemeriksaan ACA, faktor koagulan (bekuan darah), dan lain sebagainya. Pengobatan diberikan dengan suntikan obat antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah.
Menurut dr.Boy, diagnosa keguguran perlu dilakukan sesegera mungkin supaya bisa diterapi sehingga peluang kehamilan menjadi besar. "Keguguran banyak dialami oleh perempuan. Namun diagnosanya tidak mudah. Penanganannya pun perlu biaya tinggi," katanya.
KOMPAS.com
Showing posts with label Apa. Show all posts
Showing posts with label Apa. Show all posts
Sunday, April 4, 2010
Keguguran, Apa Pemicunya?
Mutlak, tak bisa dipungkiri, satu hal yang paling ditakuti ibu saat hamil adalah keguguran. Terlebih hal itu terjadi berulang-ulang seperti yang dialami Angie Baker (33), yang telah 18 kali hamil namun semuanya berakhir dengan keguguran. Kondisi ini jelas menimbulkan tekanan mental, dan trauma bagi pasangan yang sangat mendambakan kehadiran seorang anak.
Lantas, apa sebenarnya penyebab keguguran? Saat ini, hal itu masih menjadi misteri yang besar. Namun secara umum, ada beberapa jenis pemicu keguguran, sesuai dengan usia kehamilan. Simak penjelasan berikut:
Keguguran karena faktor genetik
Menurut dr.Boy Abidin, spesialis kebidanan dan kandungan dari RS.Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, keguguran karena faktor genetik pada umumnya terjadi pada usia kehamilan di bawah 10 minggu.
"Pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu biasanya keguguran terjadi karena faktor genetik, atau kromosom yang tidak lengkap. Pada usia ini biasanya juga belum terbentuk plasenta dan komunikasi darah ibu dan janin," papar dr.Boy saat dihubungi Kompas.com
Dia menambahkan, keguguran kurang dari 10 minggu banyak dihubungkan dengan kejadian kelainan kromosom, kelainan hormonal, gangguan endometrium dan faktor imunologi. Oleh sebab itu tidak mudah menentukan keberhasilan kehamilan selanjutnya. "Karena pemicu kegugurannya dari faktor internal, yakni pertemuan sperma dan sel telur, agak sulit memanipulasi itu," kata dr.Boy.
Keguguran karena autoimun
Sementara itu, keguguran pada tahap janin awal dan lanjut (usia kehamilan lebih dari 10 minggu) banyak dikatikan dengan kelainan sindrom antifosfolipid dan reaksi autoimun. Sindrom antifosfolipid (APS) terjadi karena produksi antibodi sistem kekebalan tubuh terhadap membran sel.
Dalam keadaan normal, antibodi berfungsi untuk melawan kuman dan infeksi yang disebabkan virus. Tapi terkadang sistem imum mengalami kerusakan sehingga menyerang tubuh sendiri. "Di darah ibu terjadi kelainan yang sifatnya autoimun sehingga janin dianggap sebagai benda asing dan diserang oleh sel-sel darah ibu. Padahal, normalnya ada mekanisme khusus dari tubuh saat seorang wanita hamil sehingga janin dapat tumbuh," papar dr.Boy.
APS seringkali menjadi penyebab terjadinya keguguran berulang, atau kejadian keguguran lebih dari 3 kali berturut-turut. Antibodi APS dapat dideteksi dengan pemeriksaan darah, yang meliputi pemeriksaan ACA, faktor koagulan (bekuan darah), dan lain sebagainya. Pengobatan diberikan dengan suntikan obat antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah.
Menurut dr.Boy, diagnosa keguguran perlu dilakukan sesegera mungkin supaya bisa diterapi sehingga peluang kehamilan menjadi besar. "Keguguran banyak dialami oleh perempuan. Namun diagnosanya tidak mudah. Penanganannya pun perlu biaya tinggi," katanya.
KOMPAS.com
Lantas, apa sebenarnya penyebab keguguran? Saat ini, hal itu masih menjadi misteri yang besar. Namun secara umum, ada beberapa jenis pemicu keguguran, sesuai dengan usia kehamilan. Simak penjelasan berikut:
Keguguran karena faktor genetik
Menurut dr.Boy Abidin, spesialis kebidanan dan kandungan dari RS.Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, keguguran karena faktor genetik pada umumnya terjadi pada usia kehamilan di bawah 10 minggu.
"Pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu biasanya keguguran terjadi karena faktor genetik, atau kromosom yang tidak lengkap. Pada usia ini biasanya juga belum terbentuk plasenta dan komunikasi darah ibu dan janin," papar dr.Boy saat dihubungi Kompas.com
Dia menambahkan, keguguran kurang dari 10 minggu banyak dihubungkan dengan kejadian kelainan kromosom, kelainan hormonal, gangguan endometrium dan faktor imunologi. Oleh sebab itu tidak mudah menentukan keberhasilan kehamilan selanjutnya. "Karena pemicu kegugurannya dari faktor internal, yakni pertemuan sperma dan sel telur, agak sulit memanipulasi itu," kata dr.Boy.
Keguguran karena autoimun
Sementara itu, keguguran pada tahap janin awal dan lanjut (usia kehamilan lebih dari 10 minggu) banyak dikatikan dengan kelainan sindrom antifosfolipid dan reaksi autoimun. Sindrom antifosfolipid (APS) terjadi karena produksi antibodi sistem kekebalan tubuh terhadap membran sel.
Dalam keadaan normal, antibodi berfungsi untuk melawan kuman dan infeksi yang disebabkan virus. Tapi terkadang sistem imum mengalami kerusakan sehingga menyerang tubuh sendiri. "Di darah ibu terjadi kelainan yang sifatnya autoimun sehingga janin dianggap sebagai benda asing dan diserang oleh sel-sel darah ibu. Padahal, normalnya ada mekanisme khusus dari tubuh saat seorang wanita hamil sehingga janin dapat tumbuh," papar dr.Boy.
APS seringkali menjadi penyebab terjadinya keguguran berulang, atau kejadian keguguran lebih dari 3 kali berturut-turut. Antibodi APS dapat dideteksi dengan pemeriksaan darah, yang meliputi pemeriksaan ACA, faktor koagulan (bekuan darah), dan lain sebagainya. Pengobatan diberikan dengan suntikan obat antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah.
Menurut dr.Boy, diagnosa keguguran perlu dilakukan sesegera mungkin supaya bisa diterapi sehingga peluang kehamilan menjadi besar. "Keguguran banyak dialami oleh perempuan. Namun diagnosanya tidak mudah. Penanganannya pun perlu biaya tinggi," katanya.
KOMPAS.com
G-SPOT, Apa Ya?
Pengetahuan dasar tentang seksualitas sangat penting dimiliki orang dewasa. Antara lain supaya tidak terjebak dalam mitos dan pendapat keliru tentang seks yang sangat banyak beredar, termasuk di kalangan dokter.
“Saya seorang remaja umur 21 tahun. Saya pernah membaca bahwa bagian peka rangsangan pada wanita sama dengan pria, yang paling peka adalah klitoris dan G-spot. Maaf, apa yang disebut klitoris dan G-spot itu? Mohon penjelasan karena pengetahuan saya tentang seks masih kurang.
Di sekitar anus saya tumbuh bulu-bulu, apakah itu wajar? Apakah bulu tumbuh pada setiap orang, termasuk wanita? Apakah pada wanita juga tumbuh rambut pada kemaluannya?
Saya juga ingin tahu, apakah boleh atau berpengaruhkah bila kita mencium dan menjilati kelamin wanita, ketika melakukan hubungan seks (saya pernah baca, bahkan menggigitnya)?”
Y., Garut, Jawa Barat
Pentingnya Pengetahuan
Pertanyaan Anda menyangkut pengetahuan dasar tentang seksualitas. Memang telah banyak penelitian yang menunjukkan pengetahuan seksual masyarakat, termasuk kaum muda, kurang atau salah.
Masalahnya, perilaku seksual di kalangan muda khususnya, telah berubah, sehingga terjadi kesenjangan antara pengetahuan dengan perilaku. Apalagi di masyarakat kita banyak sekali beredar mitos tentang seks yang sangat menyesatkan dan merugikan.
Bahkan, tidak sedikit kalangan terdidik, termasuk dokter, yang tak menyadari bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat sebenarnya hanyalah mitos tentang seks, bukan sebuah kebenaran.
Akibatnya muncul berbagai masalah yang berkaitan dengan seksualitas, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Sebagai contoh, kematian yang dialami oleh seorang PNS di Jakarta beberapa waktu lalu, setelah mendapat suntikan di penis dengan tujuan untuk menambah ukurannya.
Contoh ini sangat jelas menggambarkan bagaimana mitos tentang ukuran penis masih kuat melekat di benak masyarakat. Di pihak lain, ada warga masyarakat yang memanfaatkan kebodohan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan dengan menawarkan cara-cara yang tidak ilmiah.
1/3 Bagian Luar
Pada wanita, seperti pada pria, kelamin merupakan bagian peka rangsangan, khususnya klitoris dan G-spot. Klitoris merupakan bagian kelamin wanita yang sebenarnya identik dengan penis pada pria.
Letaknya di bagian atas kelamin bagian luar, pada pertemuan antara kedua bibir besar. Klitoris dapat dilihat dari luar, apalagi dalam keadaan ereksi. Tentu akan lebih jelas kalau Anda melihat gambar anatomi kelamin.
Berbeda dengan klitoris yang dapat dilihat dari luar, G-spot tidak dapat dilihat dari luar karena terletak di dinding depan vagina 1/3 bagian luar. G-spot bukan merupakan sebuah organ khusus seperti klitoris, melainkan sebuah daerah pada dinding vagina yang padat dengan ujung saraf perasa.
Seperti klitoris, G-spot merupakan bagian peka rangsangan juga. Kedua bagian peka rangsangan ini sangat diperlukan bagi wanita dalam melakukan hubungan seksual, agar dapat berlangsung dengan baik dan memuaskan.
Rangsangan pada G-spot dapat menimbulkan sensasi erotis yang dirasakan lebih kuat dibandingkan rangsangan pada klitoris.
Pria Wanita Sama
Rambut kelamin akan tumbuh pada pria dan wanita setelah mencapai usia pubertas. Demikian juga rambut di sekitar anus dapat tumbuh, baik pada pria maupun wanita.
Mengenai rangsangan mulut terhadap kelamin atau yang biasa disebut seks oral, boleh saja dilakukan kalau suami istri memang menghendaki dan dirasa menyenangkan bagi kedua pihak. Tentu saja kedua pihak harus berada dalam keadaan sehat, tidak mengidap penyakit kelamin.
Dalam ikatan suami istri, sebenarnya pasangan bebas melakukan semua variasi aktivitas seksual dan hubungan seksual, asal memenuhi ketiga syarat, yaitu dikehendaki bersama, menyenangkan kedua pihak, dan tidak menimbulkan akibat buruk baik secara fisik maupun psikis.
Kalau variasi aktivitas seksual dan hubungan seksual yang akan dilakukan tidak memenuhi ketiga syarat tersebut, seharusnya tidak dilakukan. Contohnya, hanya salah satu pihak yang menghendaki. @
Konsultasi Dijawab Prof DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And
KOMPAS.com
“Saya seorang remaja umur 21 tahun. Saya pernah membaca bahwa bagian peka rangsangan pada wanita sama dengan pria, yang paling peka adalah klitoris dan G-spot. Maaf, apa yang disebut klitoris dan G-spot itu? Mohon penjelasan karena pengetahuan saya tentang seks masih kurang.
Di sekitar anus saya tumbuh bulu-bulu, apakah itu wajar? Apakah bulu tumbuh pada setiap orang, termasuk wanita? Apakah pada wanita juga tumbuh rambut pada kemaluannya?
Saya juga ingin tahu, apakah boleh atau berpengaruhkah bila kita mencium dan menjilati kelamin wanita, ketika melakukan hubungan seks (saya pernah baca, bahkan menggigitnya)?”
Y., Garut, Jawa Barat
Pentingnya Pengetahuan
Pertanyaan Anda menyangkut pengetahuan dasar tentang seksualitas. Memang telah banyak penelitian yang menunjukkan pengetahuan seksual masyarakat, termasuk kaum muda, kurang atau salah.
Masalahnya, perilaku seksual di kalangan muda khususnya, telah berubah, sehingga terjadi kesenjangan antara pengetahuan dengan perilaku. Apalagi di masyarakat kita banyak sekali beredar mitos tentang seks yang sangat menyesatkan dan merugikan.
Bahkan, tidak sedikit kalangan terdidik, termasuk dokter, yang tak menyadari bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat sebenarnya hanyalah mitos tentang seks, bukan sebuah kebenaran.
Akibatnya muncul berbagai masalah yang berkaitan dengan seksualitas, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Sebagai contoh, kematian yang dialami oleh seorang PNS di Jakarta beberapa waktu lalu, setelah mendapat suntikan di penis dengan tujuan untuk menambah ukurannya.
Contoh ini sangat jelas menggambarkan bagaimana mitos tentang ukuran penis masih kuat melekat di benak masyarakat. Di pihak lain, ada warga masyarakat yang memanfaatkan kebodohan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan dengan menawarkan cara-cara yang tidak ilmiah.
1/3 Bagian Luar
Pada wanita, seperti pada pria, kelamin merupakan bagian peka rangsangan, khususnya klitoris dan G-spot. Klitoris merupakan bagian kelamin wanita yang sebenarnya identik dengan penis pada pria.
Letaknya di bagian atas kelamin bagian luar, pada pertemuan antara kedua bibir besar. Klitoris dapat dilihat dari luar, apalagi dalam keadaan ereksi. Tentu akan lebih jelas kalau Anda melihat gambar anatomi kelamin.
Berbeda dengan klitoris yang dapat dilihat dari luar, G-spot tidak dapat dilihat dari luar karena terletak di dinding depan vagina 1/3 bagian luar. G-spot bukan merupakan sebuah organ khusus seperti klitoris, melainkan sebuah daerah pada dinding vagina yang padat dengan ujung saraf perasa.
Seperti klitoris, G-spot merupakan bagian peka rangsangan juga. Kedua bagian peka rangsangan ini sangat diperlukan bagi wanita dalam melakukan hubungan seksual, agar dapat berlangsung dengan baik dan memuaskan.
Rangsangan pada G-spot dapat menimbulkan sensasi erotis yang dirasakan lebih kuat dibandingkan rangsangan pada klitoris.
Pria Wanita Sama
Rambut kelamin akan tumbuh pada pria dan wanita setelah mencapai usia pubertas. Demikian juga rambut di sekitar anus dapat tumbuh, baik pada pria maupun wanita.
Mengenai rangsangan mulut terhadap kelamin atau yang biasa disebut seks oral, boleh saja dilakukan kalau suami istri memang menghendaki dan dirasa menyenangkan bagi kedua pihak. Tentu saja kedua pihak harus berada dalam keadaan sehat, tidak mengidap penyakit kelamin.
Dalam ikatan suami istri, sebenarnya pasangan bebas melakukan semua variasi aktivitas seksual dan hubungan seksual, asal memenuhi ketiga syarat, yaitu dikehendaki bersama, menyenangkan kedua pihak, dan tidak menimbulkan akibat buruk baik secara fisik maupun psikis.
Kalau variasi aktivitas seksual dan hubungan seksual yang akan dilakukan tidak memenuhi ketiga syarat tersebut, seharusnya tidak dilakukan. Contohnya, hanya salah satu pihak yang menghendaki. @
Konsultasi Dijawab Prof DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And
KOMPAS.com
G-SPOT, Apa Ya?
Pengetahuan dasar tentang seksualitas sangat penting dimiliki orang dewasa. Antara lain supaya tidak terjebak dalam mitos dan pendapat keliru tentang seks yang sangat banyak beredar, termasuk di kalangan dokter.
“Saya seorang remaja umur 21 tahun. Saya pernah membaca bahwa bagian peka rangsangan pada wanita sama dengan pria, yang paling peka adalah klitoris dan G-spot. Maaf, apa yang disebut klitoris dan G-spot itu? Mohon penjelasan karena pengetahuan saya tentang seks masih kurang.
Di sekitar anus saya tumbuh bulu-bulu, apakah itu wajar? Apakah bulu tumbuh pada setiap orang, termasuk wanita? Apakah pada wanita juga tumbuh rambut pada kemaluannya?
Saya juga ingin tahu, apakah boleh atau berpengaruhkah bila kita mencium dan menjilati kelamin wanita, ketika melakukan hubungan seks (saya pernah baca, bahkan menggigitnya)?”
Y., Garut, Jawa Barat
Pentingnya Pengetahuan
Pertanyaan Anda menyangkut pengetahuan dasar tentang seksualitas. Memang telah banyak penelitian yang menunjukkan pengetahuan seksual masyarakat, termasuk kaum muda, kurang atau salah.
Masalahnya, perilaku seksual di kalangan muda khususnya, telah berubah, sehingga terjadi kesenjangan antara pengetahuan dengan perilaku. Apalagi di masyarakat kita banyak sekali beredar mitos tentang seks yang sangat menyesatkan dan merugikan.
Bahkan, tidak sedikit kalangan terdidik, termasuk dokter, yang tak menyadari bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat sebenarnya hanyalah mitos tentang seks, bukan sebuah kebenaran.
Akibatnya muncul berbagai masalah yang berkaitan dengan seksualitas, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Sebagai contoh, kematian yang dialami oleh seorang PNS di Jakarta beberapa waktu lalu, setelah mendapat suntikan di penis dengan tujuan untuk menambah ukurannya.
Contoh ini sangat jelas menggambarkan bagaimana mitos tentang ukuran penis masih kuat melekat di benak masyarakat. Di pihak lain, ada warga masyarakat yang memanfaatkan kebodohan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan dengan menawarkan cara-cara yang tidak ilmiah.
1/3 Bagian Luar
Pada wanita, seperti pada pria, kelamin merupakan bagian peka rangsangan, khususnya klitoris dan G-spot. Klitoris merupakan bagian kelamin wanita yang sebenarnya identik dengan penis pada pria.
Letaknya di bagian atas kelamin bagian luar, pada pertemuan antara kedua bibir besar. Klitoris dapat dilihat dari luar, apalagi dalam keadaan ereksi. Tentu akan lebih jelas kalau Anda melihat gambar anatomi kelamin.
Berbeda dengan klitoris yang dapat dilihat dari luar, G-spot tidak dapat dilihat dari luar karena terletak di dinding depan vagina 1/3 bagian luar. G-spot bukan merupakan sebuah organ khusus seperti klitoris, melainkan sebuah daerah pada dinding vagina yang padat dengan ujung saraf perasa.
Seperti klitoris, G-spot merupakan bagian peka rangsangan juga. Kedua bagian peka rangsangan ini sangat diperlukan bagi wanita dalam melakukan hubungan seksual, agar dapat berlangsung dengan baik dan memuaskan.
Rangsangan pada G-spot dapat menimbulkan sensasi erotis yang dirasakan lebih kuat dibandingkan rangsangan pada klitoris.
Pria Wanita Sama
Rambut kelamin akan tumbuh pada pria dan wanita setelah mencapai usia pubertas. Demikian juga rambut di sekitar anus dapat tumbuh, baik pada pria maupun wanita.
Mengenai rangsangan mulut terhadap kelamin atau yang biasa disebut seks oral, boleh saja dilakukan kalau suami istri memang menghendaki dan dirasa menyenangkan bagi kedua pihak. Tentu saja kedua pihak harus berada dalam keadaan sehat, tidak mengidap penyakit kelamin.
Dalam ikatan suami istri, sebenarnya pasangan bebas melakukan semua variasi aktivitas seksual dan hubungan seksual, asal memenuhi ketiga syarat, yaitu dikehendaki bersama, menyenangkan kedua pihak, dan tidak menimbulkan akibat buruk baik secara fisik maupun psikis.
Kalau variasi aktivitas seksual dan hubungan seksual yang akan dilakukan tidak memenuhi ketiga syarat tersebut, seharusnya tidak dilakukan. Contohnya, hanya salah satu pihak yang menghendaki. @
Konsultasi Dijawab Prof DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And
KOMPAS.com
“Saya seorang remaja umur 21 tahun. Saya pernah membaca bahwa bagian peka rangsangan pada wanita sama dengan pria, yang paling peka adalah klitoris dan G-spot. Maaf, apa yang disebut klitoris dan G-spot itu? Mohon penjelasan karena pengetahuan saya tentang seks masih kurang.
Di sekitar anus saya tumbuh bulu-bulu, apakah itu wajar? Apakah bulu tumbuh pada setiap orang, termasuk wanita? Apakah pada wanita juga tumbuh rambut pada kemaluannya?
Saya juga ingin tahu, apakah boleh atau berpengaruhkah bila kita mencium dan menjilati kelamin wanita, ketika melakukan hubungan seks (saya pernah baca, bahkan menggigitnya)?”
Y., Garut, Jawa Barat
Pentingnya Pengetahuan
Pertanyaan Anda menyangkut pengetahuan dasar tentang seksualitas. Memang telah banyak penelitian yang menunjukkan pengetahuan seksual masyarakat, termasuk kaum muda, kurang atau salah.
Masalahnya, perilaku seksual di kalangan muda khususnya, telah berubah, sehingga terjadi kesenjangan antara pengetahuan dengan perilaku. Apalagi di masyarakat kita banyak sekali beredar mitos tentang seks yang sangat menyesatkan dan merugikan.
Bahkan, tidak sedikit kalangan terdidik, termasuk dokter, yang tak menyadari bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat sebenarnya hanyalah mitos tentang seks, bukan sebuah kebenaran.
Akibatnya muncul berbagai masalah yang berkaitan dengan seksualitas, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Sebagai contoh, kematian yang dialami oleh seorang PNS di Jakarta beberapa waktu lalu, setelah mendapat suntikan di penis dengan tujuan untuk menambah ukurannya.
Contoh ini sangat jelas menggambarkan bagaimana mitos tentang ukuran penis masih kuat melekat di benak masyarakat. Di pihak lain, ada warga masyarakat yang memanfaatkan kebodohan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan dengan menawarkan cara-cara yang tidak ilmiah.
1/3 Bagian Luar
Pada wanita, seperti pada pria, kelamin merupakan bagian peka rangsangan, khususnya klitoris dan G-spot. Klitoris merupakan bagian kelamin wanita yang sebenarnya identik dengan penis pada pria.
Letaknya di bagian atas kelamin bagian luar, pada pertemuan antara kedua bibir besar. Klitoris dapat dilihat dari luar, apalagi dalam keadaan ereksi. Tentu akan lebih jelas kalau Anda melihat gambar anatomi kelamin.
Berbeda dengan klitoris yang dapat dilihat dari luar, G-spot tidak dapat dilihat dari luar karena terletak di dinding depan vagina 1/3 bagian luar. G-spot bukan merupakan sebuah organ khusus seperti klitoris, melainkan sebuah daerah pada dinding vagina yang padat dengan ujung saraf perasa.
Seperti klitoris, G-spot merupakan bagian peka rangsangan juga. Kedua bagian peka rangsangan ini sangat diperlukan bagi wanita dalam melakukan hubungan seksual, agar dapat berlangsung dengan baik dan memuaskan.
Rangsangan pada G-spot dapat menimbulkan sensasi erotis yang dirasakan lebih kuat dibandingkan rangsangan pada klitoris.
Pria Wanita Sama
Rambut kelamin akan tumbuh pada pria dan wanita setelah mencapai usia pubertas. Demikian juga rambut di sekitar anus dapat tumbuh, baik pada pria maupun wanita.
Mengenai rangsangan mulut terhadap kelamin atau yang biasa disebut seks oral, boleh saja dilakukan kalau suami istri memang menghendaki dan dirasa menyenangkan bagi kedua pihak. Tentu saja kedua pihak harus berada dalam keadaan sehat, tidak mengidap penyakit kelamin.
Dalam ikatan suami istri, sebenarnya pasangan bebas melakukan semua variasi aktivitas seksual dan hubungan seksual, asal memenuhi ketiga syarat, yaitu dikehendaki bersama, menyenangkan kedua pihak, dan tidak menimbulkan akibat buruk baik secara fisik maupun psikis.
Kalau variasi aktivitas seksual dan hubungan seksual yang akan dilakukan tidak memenuhi ketiga syarat tersebut, seharusnya tidak dilakukan. Contohnya, hanya salah satu pihak yang menghendaki. @
Konsultasi Dijawab Prof DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And
KOMPAS.com
Subscribe to:
Posts (Atom)